Cerita Sex Dengan Kakak Kelas, Terbaru Malam Ini

Cerita Sex Dengan Kakak Kelas – Aq Erik Anda bertanya kepada seluruh sekolah mereka akan tahu siapa Erik. Anak pemalas dan bandel yang sering menimbulkan masalah di sekolah. Saya beberapa kali dikeluarkan dari sekolah sehingga saya sering berpindah sekolah. Saya melakukan semua itu hanya untuk mengeluarkan masalah saya dari keluarga saya, ya saya lahir di tengah keluarga yang penuh dengan masalah dan kekerasan, jadi saya tumbuh sebagai remaja yang tidak tahu aturan. Saya penuh dengan kekayaan, tetapi itu tidak berarti apa-apa, tidak semuanya dapat dicapai dengan uang.

Sekali lagi, saya dikeluarkan dari sekolah untuk ketiga kalinya. Untungnya saya tidak harus mengulang dari kelas 1, di sekolah baru saya, saya melanjutkan studi dari kelas 2 di sekolah menengah.

Cerita Sex Dengan Kakak Kelas

Sekolah baru saya adalah sekolah swasta yang bisa disebut sekolah swasta elit, tidak perlu pintar, yang penting punya uang untuk masuk. Fasilitasnya lengkap, dan banyak siswa cantik yang bisa saya telan. Saya mulai pergi ke sekolah, saya mendapat teman baru satu per satu. Semuanya tampak normal sampai suatu hari seseorang membuat saya bersemangat untuk melanjutkan belajar. Sesuatu yang mengubah hidup saya, apakah itu menjadi lebih baik, atau lebih buruk bagi saya.. begini ceritanya….

Ketagihan Ngentot Adik Kandung

Sudah jam 4 sore, aku langsung membereskan semua barang sekolah. Hufff, hari ini adalah jadwal sekolah komputer saya, setidaknya saya bisa pulang jam 5 sore, apa yang bisa saya lakukan? Sekolah saya mengharuskan siswa untuk memilih ekstrakurikuler, saya memilih komputer karena saya pikir itu adalah satu-satunya sekolah yang tidak terlalu membingungkan dan membutuhkan lebih banyak waktu.

Pendeknya. Sepulang sekolah, aku langsung pergi ke tempat parkir motor. Dengan hanya beberapa sepeda motor yang tersisa, saya melangkah menuju sepeda motor saya yang diparkir. Aku merogoh sakuku dan mencari kontak motorku, tapi kontak motorku tidak ada. Saya panik dan segera mencari ke dalam tas tetapi saya juga tidak dapat menemukan kontaknya. Saya memutuskan untuk kembali ke ruang komputer untuk mencari kontak sepeda motor saya, mungkin saya meninggalkannya di sana.

Kucari di seluruh ruangan komputer yang sepi, hanya ada guru sekolahku yang sibuk dengan tugas-tugasnya yang menumpuk. Guru komputer yang saya maksud adalah guru baru, dia bekerja sebagai guru honorer di sekolah ini. Namanya Bu Anis, usianya sekitar 24-25 tahun. Dan yang terpenting wajah Bu Anis yang cantik dan kulit putih mulusnya terkadang hilang konsentrasi.

Aku memutar tubuhku, mencoba mencari celah di bawah meja komputer. Huff, saya sudah lama mencari tetapi tidak dapat menemukannya, tiba-tiba mata saya beralih ke pemandangan lain. Dari balik meja Bu Anis, ada pemandangan indah yang membuat mataku terbelalak. Aku bisa melihat dengan jelas celana dalam hitam Bu Anis dari balik rok biru gurunya, “OMG! hitam gan!!! “kataku dalam hati

Cerita Sex Adik Kakak Ml Di Malam Jumat

Aku terus berpura-pura melihat, sambil sesekali melirik celana dalam Bu Anis. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara Bu Anis yang memanggilku.

Aku langsung naik ke kelasku di lantai tiga, matahari sudah terbenam, suasana sekolah seram. Apalagi saat melihat ruang kelas yang kosong, saya langsung membayangkan seperti apa kelas malam itu. Aku membuka pintu kelasku dan masuk ke dalam, aku mencari kunci motorku di bawah mejaku, tapi tidak ada!! Aku duduk di meja, tidak tahu harus berbuat apa lagi. Tiba-tiba aku mendengar suara aneh dari kelas sebelah, kelas terakhir, di sebelah kiri kelasku.

Aku menempelkan telingaku ke dinding antara kelasku dan kelas tempat suara itu berasal. Awalnya tidak terlalu jelas, tetapi kemudian saya terkejut dengan suara yang saya dengar.

Kesedihan yang bagus!! Aku langsung mengusap wajahku, apa aku sedang bermimpi? Atau hanya halusinasi?? Tapi suara yang terdengar dari kelas sebelah masih terdengar jelas. Saya malah takut, bukannya itu seperti suara demit, atau kuntilanak?? Aku gelisah, tapi rasa penasaranku membunuh rasa takutku, perlahan aku melangkah keluar menuju kelas dimana suara itu berasal.

Novel ‘kakak Kelas’, Buku & Alat Tulis, Buku Di Carousell

Jantungku berdegup kencang, aku masih tidak percaya dengan apa yang kulihat. Aku mendekatkan wajahku, memang benar mereka kelas tiga, dan itu membuatku lebih terkejut lagi. Gadis itu adalah Sandra, teman sekelasku yang terkenal dengan wajah dan tubuhnya yang cantik. Sandra hanya mengenakan bagian atas seragam, sedangkan bagian bawahnya telanjang. Pantat montok Sandra ditusuk oleh ayam Joe, yang juga teman sekelas saya. Mereka akan berkencan, tapi aku tidak tahu apakah mereka akan berani mesum di kelas!!

Aku semakin terbawa suasana, aku bisa mendengar helaan napas Sandra dan gerakan erotis Sandra yang tampak menikmati jasa Joe. Aku merasa penisku mulai bereaksi, aku mendekatkan wajahku ke pintu yang terbuka. Saya sangat serius, saya tidak sengaja mendorong pintu kelas, tubuh saya jatuh ke belakang, pintu kelas terbuka, saya berguling ke dalam kelas.

Sandra dan Joe langsung menatapku dengan tatapan panik. Lalu Sandra langsung menutupi kulitnya dengan kedua tangannya, sedangkan Joe yang geram langsung menghampiriku, dia menarik kerahku.

“Kau yakin ingin melawanku?” Tantang saya, saya siap bertarung, saya tidak akan putus asa dengan gertakan dari Joe.

Cerita Dewasa Sagne Dengan Kakak Ipar Bohay

“Hei Joe, aku tidak akan memberitahumu untuk tenang, asalkan kamu ingin aku bersikap baik, jangan terlalu emosional, meskipun aku di kelasmu, ibu hanya seusiamu, kamu tidak harus ganas. Kamu bisa melanjutkan aktivitasmu dengan gadismu, aku tidak akan mengganggu…” kataku

Aku berjalan santai, duduk di tengah, lalu duduk menunggu aksi mereka. Joe dan Sandra berjalan kembali ke tempat mereka sebelumnya, Sandra agak malu, tapi aku yakin dia takut.

Joe langsung membelai Sandra, menelan bibir seksi Sandra. Aku tersenyum pada mereka berdua. Tangan Joe bergerak liar, meremas dada Sandra yang tebal, sementara tangan Sandra sibuk membelai penis Joe yang perlahan mulai mengencang. Erangan kecil mulai keluar dari mulut Sandra dan tangan Sandra semakin cepat mengelus penis Joe. Joe segera membalikkan tubuh Sandra, tangan Sandra berada di atas meja dan pantatnya siap untuk menyerang Joe. Joe segera memasukkan kemaluannya, Sandra meringis saat berhenti menyodorkan Joe kemekinya.

Tubuhku semakin panas saat melihat live sex show mereka di depanku, betapa cantiknya Sandra dengan seragam SMA-nya dan riasan yang dicolek. Matahari terbenam, meninggalkan cahaya tipis yang menerpa tubuh mesum Sandra dan Joe. Hmm, cantik banget!! Pantat Sandra terlihat mengkilat karena pantulan sinar matahari dan keringat.

Kakak Kelas Vs Adik Kelas Youtube

Joe mempercepat gerakannya, Sandra tidak bisa berhenti, menyandarkan wajahnya di atas meja, dorongan Joe terus mengiringi desahannya. Selain itu, desahan indah Sandra membuatku merinding. Tiba-tiba aku mendengar gerutuan Sandra, juga gerutuan Joe.

Sandra dan Joe memejamkan mata, menahan rasa klimaks mereka. Astaga, aku tidak tahan lagi, aku sangat ingin bergabung dengan mereka. Joe segera membalikkan Sandra, meletakkannya di atas meja, dan meninggalkan Sandra di punggungnya dengan selangkangannya terbuka. Sementara itu Joe duduk di meja di sebelahnya mencoba mengumpulkan energi untuk ronde berikutnya. Tiba-tiba, hati kami terasa seperti akan meledak karena terkejut…

Aku dan Jo saling berpandangan. Bu Anis membalikkan badannya dan bersiap untuk meninggalkan kelas, “AKU BISA KELUAR SEKARANG!!” kataku dalam hati

Aku menarik tangan Bu Anis, dia mencoba melawan, mulutnya siap berteriak. Namun, Joe langsung menutup mulutnya dengan tangannya dan membantuku menarik Bu Anis ke dalam kelas. Aku memeluk tubuh Bu Anis, Joe bahkan menutup mulut Bu Anis dengan tangannya.

Cerita Sex Hubungan Sedarah

Bu Anis dalam pelukanku yang erat, aku bisa mencium aroma tubuh dan rambutnya. Kepalaku pusing, sensasinya luar biasa, adrenalinku benar-benar mengalir. Setelah melihat aksi gila Sandra dan Joe, kini aku harus berhadapan dengan Bu Anis. Tak kusadari tanganku menyentuh payudara lembut Bu Anis, aku semakin tidak sabar dengan semua ini. Perlahan aku mulai meremas dada Bu Anis, dia mencoba memberontak tapi apa boleh buat seorang wanita dalam dekapan tubuhku yang besar. Joe mengerti maksudku, dia tersenyum nakal.

Aku semakin meremas dada Bu Anis, sambil menggosok penisku yang ketat terbungkus celana SMA dengan pantat montok Bu Anis. Joe memanggil Sandra untuk datang, Sandra berjalan setengah telanjang dan ketakutan – takut pada Joe. Joe langsung memeluk Sandra dengan satu tangan, mereka langsung berciuman mesra di depan Bu Anis. Nyonya mulai panik. Anis, dia menggunakan seluruh kekuatannya untuk mendorongku menjauh. Sekali lagi, ini semua omong kosong.

Aku menarik tubuh Bu Anis yang terduduk di lantai. Joe pun melepaskan tangannya dari mulut Bu Anis, tapi sebelum Bu Anis sempat berteriak, aku langsung membuka mulutnya dengan tanganku. Joe dan Sandra beraksi, Joe menjilat leher Sandra, dan Sandra sibuk membelai penis Joe. Mereka melakukannya tepat di depan Bu Anis, sehingga Bu Anis terpaksa menontonnya sementara saya terus meremas payudaranya. Menyandarkan tubuhku di atas meja, aku mencubit paha Bu Anis dengan kedua kakiku.

Joe membisikkan sesuatu pada Sandra, setelah itu Sandra segera menghampiriku, berbaring di atas meja di belakangku, Sandra segera mengambil tempat duduknya. Meki Sandra basah tepat di atas wajah Bu Anis, saya langsung menurunkan tangan saya dari mulut Bu Anis ke lehernya dan segera mengangkat wajah Bu Anis, memaksanya untuk melihat ke Meki Sandra, sementara saya berbisik “berani berteriak. , aku akan mencekikmu sampai mati” ancamanku…

Koleksi Sex Kakak Kandung @ Mugen Kuromaru Dizzy Video :: 痞客邦 ::

Bu Anis juga mengikuti, dia diam dan memejamkan mata. Lagi-lagi aku berbisik di telinganya “kalau kamu mengerem, aku juga tersedak, lihatlah” sambil mengeratkan genggamanku.

Joe segera melangkah maju dan langsung menancapkan penisnya ke Sandra sementara Bu Anis menyaksikan saya gemetar. Sementara Joe dan Sandra menikmati momen mereka, aku mulai memberanikan diri untuk melepas seragam guru biru sekolahku. Kancing ketiga dibuka satu per satu, memperlihatkan bra Bu Anis yang juga berwarna hitam dengan renda. Astaga, dada Nyonya tidak terlalu seksi. Anis dibandingkan dengan dada Sandra yang berayun di atasku. Aku segera menjulurkan tanganku di antaranya

#Cerita #Sex #Dengan #Kakak #Kelas

Cerita Dewasa Kakak Kandung Istri, Terbaru Malam Ini

Cerita Dewasa Kakak Kandung Istri – Cerita seks ini berjudul “Kisah seks maafkan saudara yang telah menikmati tubuh saudara” Cerita dewasa, cerita panas, cerita seks panas, cerita seks, cerita seks, cerita Mesum, cerita seks bibi, cerita seks tentang mantra pernikahan, cerita seks untuk janda, hijab, Terbaru 2020.

Storiessexindo – Di usia itu saya juga biasa masturbasi. Saya pernah melihat sebuah cerita di surat kabar tentang seks antar saudara. Saya telah membaca berkali-kali tentang berbagai cerita seks, tetapi hanya kali ini antara saudara dan saudari. Ini adalah cerita yang sangat menarik. Setiap mengingat cerita itu, saya semakin penasaran. Karena ceritanya, sepertinya bisa dipahami.

Cerita Dewasa Kakak Kandung Istri

Saat itu aku berada di kamar yang sama dengan kakakku, Karin. Hanya saja mereka mengambil tempat tidur lain, tetapi jaraknya hanya sekitar 1,5 meter. Suatu malam sekitar jam 1 pagi saya terbangun ketika sepertinya semua orang di rumah sudah tidur.

Ketagihan Ngentot Adik Kandung

Saya melihat bahwa Karin juga tertidur lelap. Selimut sebagian terbuka di paha. Sementara kakinya diregangkan, sehingga celana dalamnya terlihat. Hal ini membuat saya bergairah, terutama ketika saya ingat cerita tentang saudara laki-laki dan perempuan berhubungan seks.

Perlahan aku turun dari tempat tidur, dan mendekati tempat tidur Karin. Aku ingin memastikan dia tertidur lelap, menggelitik telapak kakinya. Dan ternyata dia tertidur. Aku tidak tahan lagi, aku menyentuh jariku di piring Karin menutupi vaginanya. Semakin lama saya menyentuh, semakin keras tekanan dan Karin terus tidur.

Tidak senang, saya mencoba menyentuh vagina Karin secara langsung dengan memasukkan tangan saya ke CD-nya melalui perutnya. Tanganku cukup gemetar, aku tidak peduli dan akhirnya aku langsung merogoh ke dalam vagina Karin. saya uleni Dan jari-jariku merasakan celahnya. Setelah beberapa saat, tidak puas, saya mengulurkan tangan dan hendak membuka piring yang dipegang Karin. Dengan kedua tangan saya perlahan-lahan menurunkan piring. Saat bagian vagina mulai terlihat, agak sulit mencoba untuk menurunkannya lebih jauh.Dengan usaha yang lebih gigih, akhirnya saya berhasil menurunkan CD Karin hingga seluruh bagian vagina terlihat.

Aku tidak tahan lagi, aku mencium vagina Karin. Kemudian saya mencoba mencari lubang yang sering saya dengar, tempat berhubungan seks. Saya kira yang depan, ternyata selama ini saya salah. ternyata posisi sebenarnya ada di bawah. Sekali lagi aku mencium dan menjilati vagina Karin hingga ke lubangnya. Aku hanya tidak tahan lagi. Aku melepas celanaku dan perlahan naik ke tempat tidur Karin. Sementara tangan kanan memegang tubuh, tangan kiri mengarahkan penis ke lubang vagina. Tampaknya mustahil. Saya coba masuk dari depan, tapi lubangnya ada di bawah.

Komik Sex Kakak Kandung

Saat aku mencoba, tubuh Karin tiba-tiba bergerak. Takut mengetahuinya, saya segera bangkit dan mengatur ulang CD Karin. Mengenakan celananya dan kembali tidur. Dan kembali tidur. Pengalaman malam ini akan selalu dikenang. bahkan ketika belajar di sekolah. Selalu membuatku menunggu malam, saat semua orang tertidur. Selama beberapa malam saya melakukan upaya serupa tetapi selalu gagal ketika saya takut Karin akan bangun.

Sampai suatu malam ketika saya sangat bernafsu. Saya telah mengeluarkan CD Karin dan tidak lagi mengenakan celana dan baju saya. Benar-benar telanjang. Saya telah memutuskan untuk melakukannya malam ini. Perlahan aku naik ke tempat tidur Karin. kaki Karin, saya menyebar mereka. Aku mencium vagina Karin sepuasnya. Saat aku bosan, aku mulai mengarahkan penisku ke vagina Karin. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Sangat sulit untuk mengarahkan penis ke vagina. Saat penis saya mulai memasuki vagina saya, saya menjadi semakin bersemangat. Apapun yang terjadi, aku harus berhasil malam ini. Aku mendorong penisku lebih jauh ke dalam vagina Karin. Terkadang itu agak sulit, tetapi saya terus mendorong. Hingga seluruh penisku masuk ke dalam vagina Karin.

Semua usahaku membuat Karin terbangun. Mungkin aku berpikir untuk membuat Karin kesakitan. Dia bingung dengan apa yang terjadi. Dia mengerang dan mulai memprotes apa yang saya lakukan. Tapi saya bilang ke Karin: ‘Shh…, jangan ribut dan dibully ibu. Kalau malam ribut pasti dikontrol, lho’. Mendengar komentar saya, ternyata Karin langsung terdiam – hanya sesekali merintih kesakitan.

Aku terus mengayunkan piringku, mendorong penisku masuk dan keluar dari vagina Karin. Karena ini adalah pertama kalinya saya, permainan saya hanya berlangsung kurang dari 2 menit. Saya istirahat sebentar. Dan Karin lelah, juga kembali tidur. Setelah beberapa saat penisku mulai bangkit kembali. Sekali lagi aku memeluk Karin, dan aku mengarahkan penisku ke dalam vagina Karin. Baki Karin menggosok penisku. Di game kedua saya bisa bertahan hingga 3 menit – sampai saya kelelahan lagi. Malam itu saya lakukan hingga 3 kali. Setelah itu saya mengatur pakaian Kára dan juga milik saya. Dan kembali tidur di ranjang terpisah.

Vagina Ku Di Entot Kakaku (cerita Panas)

Sejak malam itu, saya berhubungan seks dengan Karin hampir setiap malam. Awalnya Karin hanya menerima apa yang saya lakukan, tetapi setelah setahun sepertinya Karin mulai menyukainya. Karena saat aku tertidur, Karin datang ke tempat tidurku dan memegang penisku. Selama 4 tahun aku meniduri Karin dengan bebas. Tapi ketika dia berusia 11 tahun, saya tidak bisa sebebas saya, karena sesuatu yang salah bisa membuat Karin hamil.

Ketika saya berusia 12 tahun (Karin berusia 9 tahun), kami sering mencari peluang selain di malam hari. Saat hari libur, ayah pergi ke kantor dan ibu pergi ke pasar. Tapi yang paling kami nikmati adalah saat liburan, ayah dan ibu pergi mengunjungi kerabat atau ada undangan. Karena seharian kita bisa memuaskan diri dengan berhubungan seks. Bahkan hari itu kami berdua tidak mengenakan pakaian.

Ketika kami bebas, kami berhubungan seks di kamar kami (tetapi sejak saya berusia 12 tahun kami memiliki kamar terpisah), kamar ibu dan ayah, ruang tamu, ruang keluarga, atau bahkan di halaman belakang yang tertutup. Mungkin yang paling seru adalah saat kami bercinta di halaman belakang. Di atas rumput Jepang yang hijau dan rapi. Dengan langit-langit, angin alami bertiup. Kami bahkan melakukannya saat hujan deras.

Sampai saat ini masih terus kami lakukan. Meskipun kami berdua memiliki pacar, hubungan kami terus berlanjut. Jika tidak ada kesempatan di rumah, kami biasanya melakukannya di hotel. Sepertinya hubungan saya dan Karin diketahui oleh orang lain, yaitu Melly, salah satu adik saya. Kemudian saya berumur 24 tahun, Karin 21 tahun dan Melly 19 tahun.

Cerita Sex Adik Kakak Ml Di Malam Jumat

Itu terjadi ketika orang tua kami mengunjungi kerabat di luar kota selama 3 hari. Di rumah bersama saya dan dua saudara perempuan saya. Seperti biasa di setiap kesempatan, Karin dan saya memiliki keinginan untuk mencintai. Saat itu Melly pada hari Sabtu pukul 7.30 dan Melly masih tertidur. Aku dan Karin berpelukan di ruang tamu. Aku mencium dada, perut, dan lehernya secara bergantian. Sementara itu, tanganku melakukan perang gerilya di belakang piring yang dibawa Karin, memandangi gunung dan lembah di belakang piring.

Setelah sedikit pemanasan, aku mulai melepas daster dan piring yang dibawa Karin. Dia berbaring telentang dalam posisi telanjang. Sementara aku melepas semua pakaianku, Karin merentangkan kakinya lebar-lebar dan menggosok vaginanya dengan tangannya. Aku langsung memeluk Karin dengan penuh semangat, kami saling berpelukan erat dan saling menyentuh. Penis, aku menggosok bagian luar vagina Karin. Dadaku menempel di dadaku. Bibir kami saling bersentuhan dan lidah kami saling mencicipi.

Ketika kami sudah cukup lelah untuk bergulat, saya mulai mengincar penis saya yang berdiameter 15 cm 1,25 inci. Perlahan memasuki vagina Karin. Tiba-tiba kaki Karin melilit dan menekan pinggangku. Mulailah perlahan dan gerakkan penis Anda masuk dan keluar. Suara berlumpur yang kami buat membuat saya semakin bersemangat. Saya mempercepat gerakan masuk dan keluar bahkan lebih. Ini membuat Karin semakin bersemangat, jadi dia menghela nafas dengan suara yang tidak bisa dikatakan kecil. Kami saling berpelukan, tangan kami saling melilit, menempel di punggung satu sama lain. Kaki Karin melingkari pinggangku. Sedangkan saya mengambil posisi bertumpu pada lutut yang ditekuk. Setiap kali pinggulku terdorong, selain mengeluarkan suara squishy, ​​juga mengeluarkan suara hentakan saat pahaku berbenturan dengan pantat Karin.

Tapi aku berusaha menahan nafsuku, karena aku tidak mau orgasme sebelum Karin. Saya mencoba berkonsentrasi. Sementara itu, erangan dan erangan Karin semakin keras. Ketika saya harus berkonsentrasi dan Karin hampir mencapai orgasme, saya menyadari bahwa dua meter dari tempat saya dan Karin berdiri Melly. Tentu saja dia tahu apa yang kami lakukan.

Seorang Kakak Yang Berjuang Demi Adik Adiknya Punya Hati Seluas Semesta

Tentu saja saya kaget dan membuyarkan konsentrasi saya. Penis saya lemah dan mengganggu pergerakan masuk dan keluar. Hal ini menimbulkan tanda tanya pada Karin yang hampir mencapai orgasme. Karin memperhatikan tatapanku dan dia baru menyadari bahwa seseorang sedang memperhatikan aktivitas kami. Tapi karena Karin sedang di puncak nafsu, dia hanya berkata: ,,Biarkan saja, ayo lanjutkan. Aku tidak tahan’, sambil mencoba untuk membangkitkan penisku lagi.

Ketika saya mendengar kata-kata Karin, saya mendapatkan kembali fokus saya dan membangkitkan penis saya lagi. Aktivitas kembali normal, aku terus menggoyang Karin. Saat Karin sudah sangat dekat dengan orgasme, dia tiba-tiba mendorong tubuhku sehingga aku duduk. Sementara penisku tetap di vagina Karin, dia juga mengambil posisi duduk dan terus menciumku. Seperti orang gila, Karin mengangkat dan menjatuhkan tubuhnya di penisku. Setelah beberapa detik saya merasakan sesuatu yang hangat meluncur di atas penis saya. Tampaknya Karin telah mengalami orgasme. Aku mengembalikan tubuh Karin dan mengguncangnya lebih keras. Tubuhnya bergetar hebat karena kejutan yang kuberikan padanya. Setelah satu menit saya mulai merasa seperti saya pingsan. Aku mengubur penisku jauh ke dalam vagina Karin. “Mmmm…”, sebuah suara

#Cerita #Dewasa #Kakak #Kandung #Istri

Ngewe Dengan Kakak Dari Temanku Terbaru Malam Ini

Ngewe Dengan Kakak Dari Temanku

Apakah kalau cewek pakai gelang kaki, artinya cewek tersebut nakal? Gelang di pergelangan kaki Windy menarik perhatiannya dari tadi. Dia teringat obrolan teman-temannya di dalam kelas beberapa waktu lalu. Katanya kalau cewek sudah nikah tapi pakai gelang kaki di kanan itu artinya swinger. Yang lain tidak tahu apa arti swinger. Jadi teman yang bilang pertama kali menjelaskan, swinger itu artinya sudah nikah tapi mau gituan sama orang lain. Tukaran suami/istri. Anak-anak SMA itu sebagian melongo, sebagian lagi tertawa-tawa nakal. Dari dalam mobil itu, pemandangan terlihat gelap keruh karena kaca filmnya sangat gelap. Kalau ada orang lewat, dia tidak akan bisa melihat apa yang terjadi di dalam. Tapi di tempat parkir yang sepi itu orang jarang lewat. Cuma ada dia dan Windy di dalam mobil. Windy membaca SMS yang masuk ke ponsel yang dipegang tangan kanannya. 

“Suamiku nanya kapan pulang. Aku jawab sebentar lagi. Kalau kamu sebentar lagi apa masih lama…”

“…crotnya?”

Dia mengenal Windy sebagai sosok perempuan high class, jadi mendengar Windy berbicara seperti pelacur murahan membuat penisnya yang dipegang tangan kiri Windy jadi makin keras. Windy mulai mengocoknya lebih cepat sambil menaruh HP. Dia melihat kilatan cincin kawin di tangan kanan Windy. Dia mengulurkan tangan, mau menyentuh tubuh Windy, tapi Windy menampar tangan itu.

“Aku bilang kan tadi, jangan pegang-pegang…” kata Windy.

Windy berhenti mengocok, membungkuk, membuka bibir merahnya, menjulurkan lidah. Setitik mani di lubang di kepala burung dijilatnya.

“Kalau berani coba pegang lagi…” Windy menggenggam lagi HP-nya, 

“aku telpon suamiku, terus kubilang aku mau diperkosa sama kamu. Suamiku kenal polisi, dan tau kamu itu siapa. Ngerti, Irzan?”

Dia, Irzan, menjawab dengan anggukan. Biarpun laki-laki, sebagai anak SMA wibawanya kalah dengan perempuan ini. Baru kali ini dia merasa terangsang sekaligus gentar.

“Bagus,” kata Windy dengan puas sambil mulai mengocok lagi. 

“Kamu baru boleh nyentuh aku kalau kusuruh.” Dia lalu mengangkat tangan kanan ke depan mulut, memonyongkan sepasang bibirnya yang merah basah, dan meludah ke telapak tangannya. 

“Cuh!” Windy kembali mengocok penis Irzan. Terdengar bunyi becek dan Irzan merasa ada tekanan yang mulai terbentuk di dalam buah pelirnya. Dan dia cuma bisa bengong. Bengong melihat Windy memasturbasinya dengan tangan dan mulut Windy yang dekat sekali dari kejantanannya. Dan bibir indah itu pindah ke atas penisnya…

Windy menjilat lagi mani yang menitik. Sambil terus mengocok.

“Kita nggak punya banyak waktu, sebentar lagi Faisal datang ke sini. Jadi aku mau tanya langsung. Kamu mau masukin kontolmu ke dalam mulutku nggak?”

Irzan kaget mendengar santainya Windy menanyakan itu. Dia menjawab terbata-bata, “I-i-iya.”

Tampaknya Windy suka jawaban itu. Dia bangkit dan mendekatkan bibirnya ke telinga Irzan. Irzan merasakan nafas hangat Windy di telinganya selagi Windy berkata nakal, “Itu yang kamu bayangin ya Irzan? Kalau kamu ke rumahku buat ketemu Faisal? Pengen kusentuh kayak gini? Kontolmu dikocokin?” Irzan mengangguk, memang itu yang ada di dalam pikirannya sejak dia pertama kali bertemu kakak temannya itu. Windy adalah kakaknya Faisal, teman sekolahnya. Masih muda, baru 27.

“Kamu pengen aku tempelin bibirku ke titit kamu? Pengen aku nelen batang kamu?” desis Windy di telinga Irzan.

Lagi-lagi Irzan cuma bisa mengangguk.

“Jawab yang benar, Irzan!” perintah Windy.

“Iya!” sembur Irzan

“Iya apa?”

“Iya… Kak Windy, tolong isep kontolku!”

“Bagus. Gitu dong kalo jadi cowok, tegas, bilang apa yang dimauin. Satu lagi pertanyaannya. Jam berapa sekarang?”

“Heh? Kok nanya waktu?” Irzan bingung tapi dia otomatis berusaha mencari jawabannya. Di mobil pasti ada jam digital. Dia menengok ke arah jam digital di dashboard lalu membaca angka-angka di sana.

“Jam setengah tigGAAAHH!??”

Windy tak menunggu jawaban dan langsung melahap kemaluan Irzan yang sedang membaca jam. Irzan menjerit kaget dan langsung menoleh ke bawah. Dan dia melihat pemandangan paling menakjubkan sepanjang hidupnya. Kepala penisnya dijepit bibir merah seksi Windy. Windy melepasnya lagi dan meninggalkan bekas lipstik di sana. Lalu Windy memasukkannya lagi dalam mulut, kali ini sampai setengah batang. Bibirnya mencengkeram erat lalu mulutnya mundur lagi. Hasilnya adalah noda merah seputar batang basah Irzan.

“Mmmh… enak nggak Irzan?” Windy bertanya sambil menatap Irzan. Jawabannya anggukan. Windy kembali ke bawah dan kali ini mengenyot salah satu buah pelir Irzan. Disedot lalu dilepas seperti diludahkan. Kembali lipstiknya tertinggal di sana. Lalu Windy mulai menjilati seluruh permukaan batang Irzan. Tangannya menggenggam pangkal batang itu dan dia mulai menyepong. Bibirnya masih merah menyala, turun menyusuri batang, makin lama makin dekat dengan pangkal. Jarinya yang menggenggam pangkal batang ternoda merah ketika bertemu bibir itu. Di jari yang lain, cincin kawin tampak berkilat menyilaukan mata Irzan. Kepala Windy naik turun memberi kenikmatan. Irzan jadi berpikir macam-macam. Posisinya benar-benar rawan. Celananya terbuka, dan kakak temannya sedang menyepong kemaluannya. Apa yang bakal terjadi kalau ada orang yang memergoki? Tapi Irzan juga merasa dia makin tak tahan. Birahinya sudah mau meluap. Dia sedikit lagi muncrat dalam mulut Windy, dan tidak ada lagi yang dipikirkannya! Dia mulai mendesah tak karuan.

“Agh… aah… Ungh… Ga… Tahaan!”

Dan tiba-tiba Windy meremas penisnya yang sudah mau menembak itu!

“Mau apa kamu, Irzan??” tantangnya.

“NGHH!! KAK!! MAU!! CROT!!” Irzan meracau karena sudah lepas kendali.

“Ayo crot di dalam mulutku Irzan! Crot-in mukaku! Bikin aku mandi peju!” Lalu Windy menyepong dengan ganasnya. Dia memasukkan seluruh batang itu ke mulutnya, lalu naik turun dengan cepat”

“Aym crof ff dalmf! Crfin knfolm!” Kata-kata Windy tak kedengaran jelas lagi karena dia berusaha ngomong dengan mulut penuh.

“Ah! Ahh!! Kak! Aku! GA TAHANNN! DI DALAM!!” Mendadak gelora kenikmatan melanda dan Irzan merasakan senjatanya mulai menembak gencar di dalam mulut Windy. Seluruh tubuh Irzan sampai melengkung dan mengejang ketika semburan demi semburan memancar kuat. Windy sepertinya menelan semuanya.

“NGGHHHAAA!!” jerit Irzan.

Windy mencengkeram pantat Irzan dan malah mendesakkan penis Irzan lebih jauh ke mulutnya. Semburan peju Irzan sepertinya terlalu banyak dan Windy tak cukup cepat menelannya, sehingga sebagiannya mengalir keluar. Windy lalu malah melepas kemaluan Irzan dari mulutnya dan mengocoki batang yang sedang menembak-nembak itu sambil menyemangati.

“Ya! Ayo crot lagi! Mandiin aku pake peju!”

Dan dua semburan berikutnya mendarat di wajahnya, lalu di rambutnya. Akhirnya semburan-semburan itu reda dan Windy menjilati sisa-sisa yang mengalir di batang Irzan. Cipratan peju ada di mana-mana, di wajah dan tangan Windy, termasuk di atas cincin kawinnya. Sesudah lega mengeluarkan simpanannya, Irzan menengok ke arah jam lagi. 15.00. Jam tiga! Dan Faisal sudah terlihat berjalan ke arah mobil bersama beberapa teman lain! Tapi Windy lebih gesit bertindak.

“Ayo cepat pakai lagi celananya!” perintahnya, selagi dia sendiri menyambar tisu dan menyeka wajah. “Kalau sudah, cepat keluar!”

Irzan buru-buru keluar dan bersembunyi. Tak lama kemudian Faisal, adik Windy, teman sekelasnya, sampai ke mobil Windy. Dari tempat persembunyiannya di balik semak, Irzan melihat Windy sudah bertingkah normal lagi. Dia melihat mobil itu pergi membawa Windy dan Faisal, lalu dia sendiri berjalan pulang. Di jalan, HP Irzan berbunyi. SMS. Dari Windy.

“wiken ini jangan kemana2. jangan coli.”

Irzan menelan ludah.

*****

Mundur sedikit ke belakang dalam waktu.

Windy sebenarnya memang rada eksibisionis, jadi ketika Faisal adiknya mulai sering membawa teman-teman sekolahnya ke rumah, sisi eksibisionisnya terpancing. Meski belum tua-tua amat, Windy amat memperhatikan tubuhnya dan selalu merawat kecantikannya. Bukan demi suami; lebih karena dia sendiri menyukai kekaguman orang terhadap dirinya. Suatu hari, ketika teman-teman Faisal sedang ada di rumah, kebetulan Windy yang sedang hanya memakai kaos tanktop dan celana pendek mendekati mereka untuk menyuguhkan cemilan. Penampilannya itu membuat anak-anak SMA itu terdiam dari obrolan mereka dan melongo. Ketika Windy membungkuk untuk menaruh cemilan, dia melihat seorang teman Faisal yang berada di depannya tidak bisa tidak menatap dengan penuh nafsu ke arah buah dadanya yang menggantung di balik baju. Perempuan normal mestinya kaget dan marah tapi Windy merasa sesuatu yang beda. Dia malah berlama-lama membungkuk, memberi tontonan gratis kepada remaja itu. Dan dia memperhatikan, tanpa sadar tangan teman Faisal itu bergerak menyentuh selangkangan celananya sendiri. Sesudah selesai, Windy kembali ke kamarnya, mendapati kemaluannya basah karena terangsang, lalu bermasturbasi sampai orgasme. Teman Faisal itu adalah Irzan. Dan pengalaman pertama itu membuat Windy kecanduan, sehingga selanjutnya dia sering sengaja pamer tubuh kepada teman-teman Faisal. Suaminya biasanya tak di rumah ketika siang, jadi dia leluasa beraksi. Tiap dia melihat atau mendengar teman-teman Irzan sudah datang dan meramaikan rumah, cairan kewanitaannya terpancing mengalir. Lalu dia pun akan menuju lemari baju, memilih satu baju seksi yang mengumbar belahan dadanya atau paha mulusnya atau bagian lain tubuhnya. Tak lupa memakai make-up untuk menambah daya tariknya. Dan dia kemudian bakal mencari-cari alasan untuk berjalan ke tengah mereka, entah itu membawakan cemilan, minum, mengambil HP yang kebetulan ada di tempat mereka duduk, bicara dengan Faisal, atau semacamnya. Dia menikmati ketika ekspresi wajah mereka berubah mesum, lalu mereka terdiam malu-malu karena tak bisa menghindar dari memelototi keseksiannya.

Sekali waktu, Windy berada di kamar saja, tidak menghampiri teman-teman Faisal. Tapi dia telanjang, duduk di depan meja rias dekat pintu, dan sengaja membuka pintu. Sebenarnya posisi pintu kamarnya tidak dekat dengan ruang tengah tempat Faisal dan teman-temannya biasa duduk, tapi kalau ada yang mau ke kamar mandi, pasti akan melewati pintu kamar Windy. Dari beberapa orang yang perlu ke kamar mandi, satu cukup iseng untuk mengintip ke celah pintu yang terbuka dan mendapat rezeki nomplok melihat tubuh telanjang Windy. Lagi-lagi, dia Irzan. Cukup lama Irzan berdiri termangu di depan pintu terbuka sampai Windy menengok ke arahnya, memergoki. Irzan yang ketahuan buru-buru kembali ke depan, diiringi tawa cekikikan puas Windy. Sesudahnya Windy menghampiri mereka dengan bersikap biasa seolah tak terjadi apa-apa, tapi dia sengaja memandangi Irzan dan melempar senyum mesum. Irzan serba salah. Malamnya Windy bercinta dengan suaminya sambil membayangkan teman-teman Faisal berdiri di seputar tempat tidur, menonton. Itu membuat dia orgasme duluan sebelum suaminya. Besok-besoknya, dia sempat menceletuk kepada teman-teman Faisal, terutama Irzan, bahwa dia sudah menganggap mereka adik-adiknya sendiri dan mereka “boleh mampir kapan saja” dan dia senang “bisa menghibur mereka”. Kata-kata bersayap, jaring yang ditebar. Mereka semua menyambut baik keramahan Windy itu. Tapi yang menanggapi serius hanya satu, Irzan.

*****

Kejadiannya dimulai pada suatu siang, ketika Irzan datang sendirian membawa sepeda motor ke rumah Faisal. Kebetulan Faisal pergi bersama teman-teman lain, tapi Irzan tidak tahu. Jadi dia hanya bertemu Windy.

“Faisal barusan jalan main futsal sama yang lain,” kata Windy. 

“Mau nyusul?”

“Nggak ah Kak, lagi males,” kata Irzan. 

“Yaudah, aku mau pulang aja ya.”

“Eeeh tunggu, Irzan,” Windy menahan Irzan. 

“Kamu bawa motor kan? Kakak mau minta tolong boleh?”

“Boleh Kak. Ada perlu apa nih?” Irzan sumringah.

“Kakak sebenarnya mau ke salon, mau facial, tapi malas nyetir ke sana. Gimana kalau kamu yang nganterin Kakak ke sana pake motor?”

“Apa sih yang ga bisa buat Kakak,” Irzan menggombal.

“Kalau gitu tunggu sebentar ya.” Windy masuk kamar sebentar untuk bersiap, lalu keluar lagi.

Dia mengenakan tanktop gombrong hitam dan celana pendek, lalu memakai jaket. Wajahnya tak dirias dan rambutnya digerai biasa. Lalu dia naik ke boncengan motor Irzan dan mereka berangkat. Sepanjang jalan Irzan tidak konsentrasi karena hidungnya diserang wangi tubuh dan parfum Windy yang terus merapat ke tubuhnya. Apalagi Windy tak segan-segan merangkul Irzan. Windy bilang Faisal baru mau pulang sore. Masih lama. Main futsal minimal 2 jam, belum istirahat makan-minum dan nongkrongnya. Dan Irzan terbuai nada suara Windy yang genit menggoda.    Sampai di salon, Windy kemudian bertanya ke Irzan.

“Mau pulang… apa kamu mau nungguin Kakak?”

“…Aku tungguin aja deh kak, ga ada acara juga siang ini.”

“Kamu baik deh. Nanti Kakak kasih hadiah~!” celetuk Windy genit sambil memasuki salon.

Saat itu juga Irzan memperhatikan gelang kaki yang bergemerincing di pergelangan Windy.

*****

Salon yang didatangi Windy itu bukan salon kecil murahan. Menengah atas. Mungkin perawatan di sana bernilai ratusan ribu rupiah, pikir Irzan. Tidak heran, keluarga Faisal dan Windy tergolong mampu. Satu jam kemudian Windy keluar dari salon. Wajahnya kemerahan, bekas facial.

“Lama ya nunggunya? Ayo kita pulang,” ajak Windy.

Sepanjang perjalanan pulang, Irzan kembali merasa Windy merangkul erat tubuhnya. Dan rangkulannya… di perut. Seiring berjalannya motor, makin lama makin turun. Irzan terangsang dan ereksi. Mungkin Windy juga menyadari itu. Sesampainya di rumah, Windy meminta Irzan jangan langsung pergi. Faisal dan teman-teman yang lain belum muncul.

“Ada yang mau Kakak tanya, tapi tunggu sebentar ya? Duduk aja dulu.”

Irzan kemudian duduk sendirian di ruang tengah rumah besar itu, sementara Windy menghilang ke kamarnya. Tak lama kemudian Windy kembali lagi membawa beberapa barang tipis.

“Kamu tahu ini apa kan?” Windy duduk di sebelah Irzan dan menunjukkan beberapa DVD yang sampulnya bergambar perempuan seksi.

“Ehm… iya?” Irzan bingung.

“Ini Kakak sita dari Faisal. Tapi dia bilang ini punya temannya. Punya kamu bukan?”

“Bukan… Ga tau punya siapa. Punya Putra atau Endi kali’?” kata Irzan. 

“Yang paling suka beginian tuh anak dua.”

“Udah mulai nakal ya kalian… Emangnya apa sih yang ditonton dari filem kayak gini? Kakak pengen tau. Ayo kita lihat.”

“Hah? Eh tapi Kak Windy…”

Sebelum Irzan bereaksi, Windy sudah menyalakan DVD player dan memasukkan salah satu DVD porno itu. Sebenarnya DVD itu bukan diambil dari Faisal, melainkan koleksi Windy dan suaminya. Windy memang mau mengerjai Irzan. Irzan mau bangun untuk pergi, tapi Windy memegangi lengannya. Jadilah dia terpaksa ikut menyaksikan. Irzan sendiri belum pernah melihat film porno yang sedang tayang di layar TV itu, walaupun dia sudah familiar dengan materi pornografi.

“Waah, ternyata kalian sukanya yang kayak gini yaa… Yang ceweknya lebih tua?”

Film yang ditayangkan memang berskenario seperti itu, aktris pornonya berperan sebagai ibu rumah tangga yang menggoda teman anaknya. Meski tidak muda, si aktris tetap tampak glamor dan seksi dengan rambut pirang, kalung mutiara, bra berenda, dan lipstik pink tebal. Dan Irzan baru memperhatikan bahwa bibir Windy sudah bersaput lipstik pink juga. Di TV, bibir berwarna sama sedang mengulum penis. Irzan merasa kemaluannya sendiri mengeras dan… digerayangi.

“Hmmm…” gumam Windy. 

“Kok ini jadi keras…? Gara-gara nonton itu ya?”

“Uhhh… Kak…” Irzan tidak berani berbuat apa-apa ketika Windy membuka resleting celananya.

Tangan Windy terus beraksi menurunkan celana dalamnya dan akhirnya kulit bertemu kulit, tangan bertemu batang. Irzan seperti kesetrum ketika merasakan itu. Elusan tangan Windy menggodanya.

“Dasar cowok… Zan, kamu pernah coli nggak~?” tanya Windy nakal.

“Ngh… per… nah…” Irzan menjawab sambil menahan nafsu. Windy terus menggodanya.

“Kalau dicoli’in?”

“Be… bel… lum…”

Ngewe Dengan Kakak Dari Temanku

Tayangan film porno menampilkan si aktris menerima ejakulasi lawan mainnya di wajah.

“Kamu lihat kan… tuh dia dicoli’in sama ibunya temennya… Tante-tante aja bisa bikin ngaceng kayak gitu… Kamu ngaceng juga ngelihat dia?…”

Irzan sudah meracau tak jelas.

“Kamu ngaceng ngelihat aku?”

“NGHHH!!” Jawabannya adalah semburan mani yang hebat dari kejantanan Irzan.

Irzan jelas merasa keenakan dengan orgasme itu. Sekaligus bingung dan sedikit takut. Tapi yang terlihat lebih puas adalah Windy.

“Iihh. Banyak dan kentel peju kamu. Pasti udah lama gak crot.”

Irzan cuma melongo bego. Windy memain-mainkan cairan kental yang mengotori jarinya itu, bahkan menjilatnya.

“Enak?” tanya Windy.

“Iiyah,” jawab Irzan pendek.

“Mau lagi?”

“…” Irzan tidak berani menjawab yang itu.

“Kalau kamu mau lagi, mulai sekarang kamu harus ikut apa kata Kakak ya. Sekarang… cepat pulang. Faisal pasti sebentar lagi datang. Ayo sana!”

Irzan buru-buru membetulkan pakaiannya dan bergegas keluar. Windy mengantarnya keluar dengan senyum nakal.

######

Sesudah itu, Irzan dan Windy beberapa kali lagi bertemu berduaan saja, paling sering di rumah Windy sendiri, kalau sedang tak ada orang. Irzan sendiri tetap nongkrong bareng Faisal dan Windy tetap kadang tampil di depan mereka, tapi tidak ada yang tahu hubungan mereka. Yang dilakukan tetap sebatas Windy memasturbasi Irzan, dengan tangan, dan satu kali dengan kaki. Adegan di atas, pada waktu Windy mau menjemput Faisal dengan mobil dan Irzan menemuinya, adalah pertama kalinya Windy memberi oral seks kepada Irzan. Mereka berdua belum pernah berhubungan seks biasa. Walaupun Irzan penasaran dan dia sudah berkali-kali digoda oleh Windy, kakak temannya itu selalu membuatnya tak berdaya dan tak mampu meminta lebih. Namun lama-lama Irzan gemas juga. Makin hari dia makin ingin melampiaskan nafsunya kepada perempuan penggoda itu.

*****

Kejadiannya pada suatu siang. Irzan bersimbah keringat dingin. Di depannya, Windy akhirnya berhenti meronta dan telentang pasrah. Pergelangan tangannya terikat, wajahnya terlihat gentar.

“Kamu kenapa gini, Zan… Kenapa kamu giniin Kakak?” tanya Windy.

Saat itu kakak teman Irzan itu mengenakan babydoll tipis. Irzan mengangkang di atas paha Windy yang terbaring di ranjangnya.

“Kenapa? Kakak ga pernah berhenti godain aku… Aku sudah ga tahan!” seru Irzan gusar.

Tangannya menjamah payudara kanan Windy dan meremasnya. 

“Sekarang Kakak ga bisa ngelarang aku lagi…”

Tadi, ketika dia baru datang, seperti biasa Windy menggoda dan mempermainkannya… tapi kali ini muncul keberaniannya untuk melawan dan meringkus Windy. Irzan lebih besar dan kuat, jadi tidak sulit untuknya. Dia juga menemukan tali yang dipakainya mengikat kedua pergelangan tangan Windy ke ranjang.

“Sekarang kita main semauku,” kata Irzan dingin.

Dia menyingkap baju Windy, mengungkap sepasang payudaranya. Lalu dia sendiri memelorotkan celana dan memamerkan penis ereksinya di depan mata Windy yang melotot.

“Ayo Kak. Kakak suka kontolku kan?” suruh Irzan. Dia merangsek maju, mencengkeram kepala Windy, dan memaksa Windy mengoral kemaluannya.

“Ah? Afhmmm!!” keluh Windy yang tiba-tiba mesti melahap rudal.

“Sekarang ayo isep kontolku! Enak kan Kak? Enak?” seru Irzan, puas.

“Ahpf! Nn!!” Mata Windy sampai berkaca-kaca karena kasarnya sodokan Irzan.

Tiba-tiba Windy merasa jari-jari Irzan merambah kemaluannya. Mereka berdua cukup sering nonton film porno bersama sehingga Irzan sekarang tahu berbagai macam aksi seks.

“Kakak dientot bibirnya kok memeknya basah? Suka ya dibegini’in?” tuduh Irzan.

“Kalau gitu pasti suka minum peju juga kan? HnghhH!!”

Penis Irzan meledak dalam mulut Windy, menyemburkan cairan peju. Sampai tumpah sebagian keluar, barulah Irzan menarik keluar kejantanannya dari sana.

“Ehh… Auh…” Windy mengambil nafas.

Tapi Irzan belum puas, dia melihat ada satu lagi tempat untuk melampiaskan nafsunya.

“Kak Windy,” kata Irzan, 

“Yang di bawah itu pengen dimasukin juga ya?”

Dia menarik Windy supaya berposisi duduk lalu pindah ke belakang Windy. Dia sudah cukup sering disuruh-suruh Windy dan dia ingin membalas. Kini tangan kanannya merogoh ke selangkangan Windy dan mencubiti klitoris Windy. Tangan satunya lagi memegangi ikatan tangan Windy agar tak menghalangi.

“Kalau Kak Windy mau, ayo bilang. Bilang Kak Windy pengen.

“Oh! Ooh! Ihh!” Windy mengerang-erang keenakan karena klitorisnya dimainkan.

“Mauuhh… ihh… uhh…” pinta Windy

“Bilang yang jelas… Yang keras!” perintah Irzan.

“Masukin… masukin kontolmu ke memek Kakak…” kata Windy.

Irzan langsung mendorong Windy sehingga berposisi nungging. Di belakang pantat yang menggoda itu Irzan menahan nafas, memegangi penisnya yang keras… Dia sudah cukup sering menonton di film, sekarang dia akan mencobanya sendiri. Zrepp…Irzan merasakan hangat basahnya liang kewanitaan Windy untuk pertama kali. Perempuan itu merintih-rintih ditusuk kejantanan Irzan dari belakang, dan Irzan memasukinya makin dalam sampai tak bisa maju lagi. Lalu dia mulai menggenjot.

“Ahn! Ah! Enak…!” Windy jelas-jelas menikmati perlakuan Irzan, biarpun sebenarnya dia dipaksa oleh Irzan. “Dalem banget… zan! Enakh…! Ah!”

“Kakak suka kan?! Ngentot sama aku enak kan!” kata Irzan dengan gemas sambil dia menancap-nancapkan senjatanya ke liang kenikmatan itu.

“Ahh! Iyaa! Suka! Suka kontol Irzaann!” Windy sudah menyerahkan tubuhnya untuk diapakan saja oleh teman adiknya itu. “Enak! Nghh! Aduh ga tahan! Mau… mauu…”

“AA~HHH!!” Jerit panjang Windy dan tubuhnya yang menegang karena orgasme lalu bergetar mengagetkan Irzan, yang kemudian kehilangan kendali juga dan ikut berorgasme di dalam vagina Windy.

*****

“Hmm!” Windy yang bangkit lebih awal sesudah keduanya ambruk kelelahan, wajahnya terlihat ceria. Irzan bingung.

“Hihihi, nggak kira kamu bisa kasar juga akhirnya! Tau nggak, enak tuh dientot paksa kayak tadi. Pancinganku berhasil juga,” kata Windy. Irzan bengong. Rupanya selama ini Windy memancing-mancing dia supaya dia tak tahan dan berbuat kelewatan.

“Kapan-kapan kamu harus bisa ganas seperti tadi ya Zan?” kata Windy sambil mencium pipi Irzan dengan genit.

Irzan cuma bisa melengos. Pada akhirnya dia tetap jadi mainan…

Cerita sex : Pengalaman Sex Yang Membawa Untung

#Ngewe #Dengan #Kakak #Dari #Temanku

Cerita Seks Memuaskan Hasrat Kakak Ipar Terbaru Malam Ini

Aku adalah seorang pria dan kini aku menjadi seorang pegawai yang bekerja di sebuah bank swasta internasional yang pangkatku lumayan tinggi. Aku sudah berumur 30 tahun dan jabatanku adalah menjadi manager marketing, sebut saja namaku Anto. Karena aku mendapat posisi manager, aku pun menjadi stress dan untuk melampiasnya, aku sering berkunjung keluar kota untuk menghilangkan stress bersama dengan istriku.

Namun entah mengapa, beberapa minggu ini istriku terlihat mudah sekali marah, sehingga ketika saya merasa tidak ingin melakukan hubungan seks sering kali gagal. Hal ini membuat konsentrasiku dalam pekerjaan sedikit terganggu. Memang bagi kita para lelaki, seks selalu jalan pertama yang kita tempuh dalam mengurangi beban pikiran, bila tak tersalurkan maka akan mengganggu semangat dan pikiran kita. Dan hal itulah yang aku alami beberapa minggu belakangan ini.

Apalagi bulan-bulan ini adalah bulan menjelang hari raya lebaran yang mana semua baik itu besar maupun kecil meraup keuntungan sebesar-besarnya. Sedangkan ditempatku, keadaannya terbalik sehingga tekanan yang aku rasakan semakin berat dan membuatku harus melepaskan semua beban itu dengan melakukan semua itu di kamar mandi, karena istriku sendiri sedang mengalami masalah di tempat kerja.

Namun semua itu berakhir ketika hari itu, hari kamis. Dimana aku pulang kerumah seperti biasa pukul 19.00. Aku sampai di rumah, setelah memarkirkan mobilku, aku berjalan masuk dan bertemu dengan istriku yang juga baru pulang dari kerja. Kami berciuman dipipi Kemana-mana lalu aku masuk ke kamar untuk berganti pakaian. Lalu akupun mandi untuk menyegarkan diri dari segala kepenatan yang menglingkupiku. Usai mandi, diluar terdengar suara orang tertawa dan setelah aku keluar aku melihat teman wanita adik istriku datang berkunjung. Gadis itu bernama Yeni, yang tinggal beberapa rumah dari rumahku ini.

“Malam mas…?”, sapa Yeni padaku.
“Malam Yeni, pa kabar…?”, aku balik bertanya.
“Baiiiik banget mas. emang gimana keadaan kantornya? Kok sepertinya tegang banget gitu ya…?”, Yeni padaku karena melihatku kusut meskipun telah selesai membersihkan diri.
“Gitu dech, namanya kantor pasti teganglah..”. Jawabku singkat.

Tak sengaja, aku mengamati Yeni yang masih menggunakan pakaian kerjanya. Ia tampak begitu cantik, apalagi pekerjaan merupakan pekerjaan penting disalah satu perusahaan IT yang terkenal di Ibu kota. Namun semua itu aku kesampingkan.

Aku mendekati istriku yang kala itu sedang ganti pakaian, setelah selesai mandi. AKu peluk dia dari belakang dan mulai menciumi lehernya yang merupakan salah satu titik lemahnya, namun bukan gairah yang kudapatkan malah dianggap yang membuat marah. Ia mendorongku dan mengatakan bahwa ia sedang tidak mood untuk melayaniku, maka akupun pergi dan duduk dihalaman rumah sambil merokok untuk menghilangkan emosi yang membara didalam hati.

Aku duduk menyendiri sambil menikmati bir yang aku bawa dari dalam sambil merokok. Menatap kelangit yang gelap, membayangkan bagaimanakah kehidupanku dimasa yang akan datang. Aku yang pada dasarnya adalah lelaki yang setia, tak sanggup berpikir harus berpisah dengan istriku, dan hidup menyendiri. Sungguh sebuah bayangan yang selalu kutepis.

Namun bayangan akan mendekati kenyataan, semua itu didukung dengan kondisi istriku yang sedang naik daun dan pendapatan yang lebih besar dariku, atau mungkin ia telah mendapatkan teman pria lain. Pikiran2 Itulah yang selaluku selama ini. Karena terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri hingga menyadari kehadiran Yeni yang duduk di depanku. Aku terkejut ketika Yeni memanggilku dengan cukup keras.

“Mas…!!!”.
“Eh ya, sori ga denger…?!”, kataku kaget.
“Ih mas Anto, melamun terus tuh..?”, kata Yeni lagi.
“Iya, maaf ya. Emang ada apa fen..?”, tanya mereka lagi.
“Gpp mas, keliatannya mas Anto pusing banget, kusut gitu..?”.
“Biasalah banyak masalah…?!”.
“EMang Yeni bisa bantu apaan…?”, kata Yeni antusias.

Aku sempat terkejut mendengar pernyataan Yeni, namun aku segera menjawabnya,

“Ga usah, kok ga langsung pulang kenapa Yeni..?”, tanya balik.
“Hehehehe… dirumah ga ada orang, Yeni takut sendiri, pulangnya entar nunggu mama..”, kata Yeni malu2.

Setelah aku mengambil minumanku dan meminumnya, tapi ketika aku menoleh ke arah Yeni tersingkap dan menyaksikan kehalusan pahanya yang putih, membuatku langsung terangsang. Lalu aku bersandar dan mendorong kembali rokokku, mencoba menghilangkan semua gairah yang muncul tiba-tiba. Lalu istriku dan adiknya keluar dari dalam rumah dan berpamitan padaku untuk keluar sebentar lagi mall, untuk belanja kebutuhan bulanan. AKu mengangguk, sementara adik iparku berbicara pada Yeni memintanya menunggu kalo mau, kalo tidak ikut aja. Sementara Yeni menjawab nunggu aja. Selesaikan istriku dan tinggalkan meninggalkan rumah.

Aku berkata pada Yeni, kalo butuhku aku berada didalam. Lalu aku pergi meninggalkan Yeni yang masih duduk sambil bermain dengan HPnya. Aku masuk ke dalam, tapi aku diruang tamu dekat gorden, untuk mengintip lebih dekat Yeni yang membelakangi gorden, sehingga akan tampak lebih jelas. Apalagi ketika Yeni melepas blasernya, kerja bloush yang memliki renda pada daerah kancing, dengan warna yang tidak terlalu terang tapi melihat keindahan tubuh mungil Yeni. Aku tak tahan lagi, maka akupun segera pergi meninggalkan ruang tamu dan menuju kamarku. Penisku sudah begitu tegangnya, tak lama kemudian terdengar suara panggian Yeni padaku,

“Mas..mas Anto…mas..?”.
“Apa Yeni..??”, bertanya sambil membuka pintu kamarku.
“Mas, Yeni numpang minum ya..?”.
“Ya..?”, jawabku singkat.

Menatap nanar tubuh Yeni yang indah, apalagi saat itu tidak memakai lagi blasernya, dengan bloush yang berdampak pada tubuh indah> Bra warna biru yang tercetak jelas membuat saya semakin tak dapat gairahku sendiri, mungkin tak begitu terlihat karena tertutup blasernya, namun sekarang semua itu begitu indah dan menggoda.

Selesai minum, Yeni kembali menuju ke ruang makan dimana aku sudah menantinya. Kami bertemu dan Yenipun tersenyum manis. Aku berdiri dihadapannya, lalu Yeni berjalan kembali disampingku. Ada kebimbangan didalam hati mengenai semua ini, antara gairah dan akal sehatku. Namun gairahkulah pemenangnya, maka dengan cepat tangan Yeni aku cekal, dan ia terkejut. Aku berbalik dan segera menarik Yeni ke dalam dekapanku. Yeni tak melawan hanya mengungkapkan keterkejutan penuh rasa. Aku peluk Yeni dan ciuman lembut, namun penuh gairah.

Yeni tak melawan pasrah, hingga akhirnya ia ikut terbawa oleh gairahnya sendiri dan membalas lumatanku. Tanganku tak berhenti begitu saja, meraba punggungnya, turun ke bawah lalu meremas kuat bongkahan pantat yang bulat dan penuh milik Yeni, untuk meningkatkan terangsang. Penisku yang sangat tegang menempel keras pada perut Yeni, denyutan kuat penisku terasa begitu kuat membuat Yeni pun ikut bersemangat.

Tanganku bergerak semakin liar, menuju ke bagian depan tubuh Yeni. Membuka kancing bloushnya satu pertemuan dengan terbuka semua, dan menyusup masuk ke dalamnya, aku remas lembut payudara Yeni yang berukuran kira2 34 cup b itu. Setiap reasan yang saya lakukan Yeni mengerang disela ciumanku, membangkitkan semangat. Kemudian tanpa kusadari tangan Yeni bergerak menuju selangkanganku, open celanaku dan meremas lembut penisku yang sudah sangat tegang.
Beberapa saat kemudian, menyala aku bahwa yang sekarang kulakukan ini aturan dan seketika itu juga aku melepaskan ciumanku dan juga remasanku pada payudara Yeni. Aku berjalan mundur sambil mengungkapkan penuh rasa bersalah pada Yeni yang sudah terangsang oleh karenaku. Wajahnya seiringnya memerah, dan nafasnya pun memburu dengan gairah yang memuncak.

“Maaf..maafin…aku Yeni..maaf..”, kataku berpikir.
“Maafin mas Anto, Yeni, maaf…”, kataku semakin kacau.
Namun tiba-tiba Yeni menyentuh bibirku dengan jarinya, dan berkata lembut,
“Gpp kok mas. Yeni tau kok…”, kata Yeni memilihku.
“Emang mas Anto lagi pengen banget ya…?”, tanya Yeni kembali.
“Iya, tapi ya udahlah, gpp. Maafin mas ya Yeni…?!”, kataku lagi.
“Mau ga bantuin Yeni…?”, kata Yeni pelan sambil mengamati tajam.

Aku terkejut dengan jawabannya. dan membocorkan Yeni seolah tak percaya dengan apa yang baru saja ia katakan. Yeni mendekatiku, lalu ia menarikku mendekat dan berbisik ditelingaku, ia menciumku kemudian. Dengan lembut, hingga akhirnya akupun membalas ciumannya.

Tangan Yeni mengarahkan kami ke arah mendekat, dan menempatkannya pada payudaranya, lalu membantu membantu meremas payudaranya sendiri. Aku, lakukan pertama dengan lembut lalu semakin kuat dan penuh nafsu. Kemudian, aku memeluk tubuh Yeni dengan erat. Ciumankupun turun pada leher jenjang Yeni. Desahan lembut dari semangat fe, saat kita membuka kait penahan bra, lalu menyingkapkannya dan menyalurkanpun langsung ke luar dengan lembutnya Yeni. Desahan Yeni berubah menjadi erangan penuh gairah.

“Aaahh..aahh..mas….oohh…..”, erang Yeni.

Tanpa melepas pekerjaan, saya menikmati menikmati dan keindahan tubuh Yeni.

Waktu berlalu dan ciumankupun telah berubah pada payudaranya, erangan dan gelinjang tubuh Yeni semakin keras dan kuat. Apalagi sekarang telah duduk di atas pangkuanku dengan kaki terbuka lebar dan rok span yang tersingkap sampai pinggulnya. Ciuman dan jilatanku pada payudara Yeni membuatku semakin keras, apalagi ketika jariku menggosok vagina Yeni yang telah basah dan hanya ditutup oleh celana dalam model thong miliknya yang telah basah kuyub oleh cairan kepuasannya.

“Aaah..aahh..mass..aahh….aahh…”, erang Yeni.

Setelah beberapa saat Yeni kembali mengerang panjang, dan saya langsung mencoba mencoba mengurangi suara erangan kuat Yeni. Tubuh Yeni menggelinjang hebat sambil memelukku erat2. Tubuh kami berhimpitan ketat.

Setelah beberapa saat kemudian, Yeni telah tenang. Ia berterima kasih padaku, ia tersenyum manis dan berkata disela deru nafasnya,

“Hah..enak..banget..mas..hah..hah..enakk..bang et, kini giliran hah..hah..Yeni.”.

Ia berdiri dan kemudian menarik turun celana dalamku dan terkejut ketika melihat penisku yang sudah tegang berdiri dengan kokohnya, penisku yang berukuran sekita 15 cm tak begitu panjang namun diameternya yang gemuk terlihat besar. Yeni memegangnya penuh rasa hati2 dan nafsu, setelah terpegang, Yeni mengocoknya perlahan dan membuat yang sudah bahagia menjadi lebih mudah mencapai puncak gairahku. Eranganku mengeras seiring dengan kocokan Yeni pada penisku.

Yeni mengangkat tubuhnya dan sambil menyingkapkan celana dalam model thong milik aku tuntun penisku tepat berdiri tegak di bawah bibir vaginanya. Yeni menurunkan pelan-pelan dan peniskupun bibir bibir vagina Yeni, rasa hangat dan basah serta detakan kuat menyapa penisku, sungguh menikmati yang sudah lama aku cari dan damba. Dengan satu gerakan penisku terbenam dalam liang vagina Yeni, pijatan dan detakan dinding vagina Yeni sangat nikmat,

“Aaahh..mas…aahh….enakk.bangett..aahhh”.

Setelah berdiam diri beradaptasi, Yeni lalu bergoyang dengan lembut maju mundur, memutar dan naik turun, sementara itu penisku bagaikan dipelintir dan dan dipijat lembut oleh dinding vagina Yeni, membuat hanya tak sampai 2menit sudah mengerang panjang.

“Aaahh..aahh.Yeni…..Yeni…aahh…aku..mauu..k eluarr..aahh..aahh..”, erangku.
“Aaahh..aahh..keluarrinn..keluariinn..mas..aahh..a ahh..enakkk.bangett..”.
Yenipun semakin memainkan tekniknya hingga akupun mengerang panjang, sambil memeluk tubuh Yeni penisku berkedut kuat memuntah sperma berkali2 dalam liang vagina Yeni. Yenipun semakin pembohong bergoyang di atas penisku. Sementara pijatan dan remasan dinding vagina Yeni semakin pembohong memberikan rasa nikmat yang tiada tara.

Rasa nikmat yang tiada tara itu kembali menguasaiku saat, setelah selesai mencpai puncaknya Yeni tak berhenti malah semakin pembohong bergoyang. Tiba-tiba Yeni memelukku erat disertai dengan gelinjang dan kejangan pembohong pada tubuhnya, kamipun berciuman panas. Sementara Yeni menjaga vaginanya hingga penisku terbenam secara keseluruhan. Rasa nikmat itu memang sangat sangat.

Kami berpelukan beberapa saat sampai semua itu mereda, dan Yeni yang pertama melepaskan pelukannya dan sambil memegang, ia berkata,

“Mas..hah..hah..enak banget. Makasih mas, enak banget rasanya…hah..hah..”.
“Iya, aku juga enak. Makasih Yeni, enak banget. Mas puas banget..”.
“Hihihihi…mas Anto nakal juga ya.”, kata Yeni yang berdiri, lalu membetulkan kembali celana dalamnya dan kemudian ia bersimpuh dihadapanku.

Ia memegang penisku yang masih tegang dan mengelusnya, lalu menjilatinya dari buah pelirku sampai dengan kepala penisku.

“Ahh..enak Yeni, enak..ahh.. Maaf ya tadi aku keluar duluan…?”, kataku.
“Emmhh..gpp mas, kalo mas keluar lagi juga gpp kok.”, kata Yeni yang kemudian mengulum penisku.

Ia menjepitnya dengan bibir tipisnya dan menik turunkan kepalanya sementara lidahnya menjilati kepala penisku dan juga Yeni melakukan hisapan lembut pada penisku. Perpaduan dari semua itu sangat menikmatinya. Yeni melepaskan kulumannya dan kembali mengocok penisku dengan lembut, lalu mengulumnya kembali, akupun mengerang2 keenakan. Yeni melakukan itu berulang kali, dan pada menit ketiga aku mengerang keras, dan peniskupun mengembang semakin besar dan tiba-tiba penisku menyemprtokan sperma didalam mulut Yeni, Yeni yang mengetahui gejala aku mendapatkan puncak kenikmatanku tak melepaskan kulumannya malah semakin kuat.

“Aaah..aahh.. Yeni..ohh… Yeni…aahhh..croot.croott..aaahhh..”.

Beberapa kali semprotan didalam rongga mulut Yeni, hingga ada beberapa tetes spermaku yang keluar disela bibir tipisnya yang sedang mengulum penisku. Yeni melepaskan kulumannya dan sambil bersimpuh ia menelan spermaku yang mulut mulutnya. Setelah itu, Yeni aku bantu berdiri dan ia membenahi dirinya yang acak-acakan, mulai dari bloush bekerja sampai dengan roknya.

Beberapa saat setelah itu, Yeni telah selesai berbenah dan kembali duduk dihalaman depan, bersama denganku.

“Yeni, ga kekamar mandi…?”, tanyaku.
“Gpp mas, Yeni baik2 aja kok. Makasih ya mas..?!”, ucap Yeni padaku.
“Iya sama2…”, jawabku sambil menundukkan kepala.

Tepat setelah itu, istriku dan adiknya pulang dari mall dekat rumah. Dan suasana rumah kembali ramai seperti biasa.

Cerita sex : Ngentot Dengan Mahasiswi Cantik Di Kost

Tapi, yang berbeda adalah suasan hatiku yang telah mendapatkan kepuasan dari Yeni, teman adik iparkku sendiri. Yeni terlihat agak kusut dengan keringat yang mulai bermunculan disekujur tubuhnya, bekas spermaku yang sempat mengenai payudaranya pun dibersihkan. Tak ada yang berubah, hanya mengurangi beban hati saja.

#Cerita #Seks #Memuaskan #Hasrat #Kakak #Ipar

Cerita Hot Ngentot Kakak Sepupu Yang Lagi Hamil Terbaru Malam Ini

Nama sepupu gue ini adalah Bunga dan suaminya Rangga. gue memanggil sepupu gue itu dengan sebutan mbak Bunga karena dia lebih tua dari gue. dia adalah pengantin baru dan tengah hamil. gue berangkat ke kota S pada hari sabtu dan langsung menuju rumah mbak Bunga.

sampai dirumahnya gue langsung disambut dengan baik. “lama ya gak jumpa” ucap gue. “ya, terakhir kali kita ketemu 1 tahun lalu”. “waahh… sudah hamil mbak?” tanya gue ke dia. “iya nih, udah jalan 5 bulan” jawab dia. “tambah seksi aja mbak” canda gue.

“hehe.. bisa aja kamu ini”.. “ngomong-ngomong mas Rangga kemana? kok sepi amat”, tanya gue. “oh.. dia lagi kerja, ntar lagi pulang” jawab dia. “oh ya.. kamar kamu di belakang ya” tambahnya.

“oke.. aku langsung kekamar ya”.. sampai dikamar, gue langsung tiduran, tiba-tiba setan menghampiri pikiran gue. gue langsung menghayal mbak Bunga tadi yang lagi hamil, “seksi dan montok banget.. gimana ya rasanya kalau gue entotin dia? pasti mantap” ucap gue dalam hati.

tak terasa gue ketiduran dan tiba-tiba gue dibangunin oleh mas Rangga untuk makan malam, kamipun langsung makan malam bertiga. selesai makan gue pamit untuk melanjutkan tidur, karena masih ngantuk habir perjalanan tadi siang.

gue langsung kekamar untuk tidur. tengah malam gue terbangun karena kebelet ke kamar mandi. setelah selesai dari kamar mandi, gue mendengar suara wanita yang sedang mendesah seperti sedang ML. gue cari sumber suara tadi dan ternyata suara itu berasal dari kamar mbk Bunga dan mas Rangga.

gue langsung lihat apa yang sedang terjadi didalam kamar, gue lihat dari atas pintu yang ada celah kecil sambil berdiri diatas kursi. dan ternyata yang gue lihat adalah mbak Bunga yang sedang telanjang bulat sedang nungging dan mas Rangga yang sama-sama telanjang sedang entotin mbak Bunga dari belakang.

pemandangan yang sangat indah. gue tontonin mereka berdua yang sedang bersenggama sampai tak terasa jika gue sedang nonton mereka selama 1 jam sambil berdiri. setelah selesai gue langsung ke kamar mandi lagi untuk onani karena seudah tidak tahan lagi dengan yang gue lihat barusan.

setelah hasrat gue tersalurkan gue langsung tidur kembali. pagi harinya gue lihat mas Rangga lagi bersiap-siap kerja. tiba-tiba mas Rangga berkata “di.. titip mbak Bunganya ya, mas mau keluar kota ada tugas kerja selama 2 minggu” . “oke mas” ucap gue.

setelah mas Rangga pergi, gue pun pergi untuk magang didaerah itu. gue pulang sore sampai dirumah gue ketuk pintu karena pintunya terkunci, lama sekali mbak Bunga membuka pintunya. setelah 10 menit mbak Bunga membuka pintu dengan hanya memakai handuk yang melilit tubuh seksinya itu. hal itu membuat gue jadi bengong melihat tubuhya.

“heh.. liat apa? seksi kan?” tanya mbak Bunga mengagetkan gue “hehe… iya mbak, seksi banget” jawab gue… sampai di kamar gue masih membayangkan mbak Bunga yang memakai handuk tadi, gue langsung membuka laptop dan gue tonton film porno yang memenuhi laptop gue.

gue tonton sambil onani dikamar dan membayangkan gue lagi ngentot dengan mbak Bunga. malam harinya gue makan malam bersama mbak Bunga, setelah makan gue langsung ke kamar lagi.

pada jam 9 gue keluar kamar dan gue pun terkejut banget dengan apa yang gue lihat sekarang. mbak Bunga lagi telanjang sambil nonton film porno diruang tamu sambil meremas-remas toketnya dan meraba-raba selangkangannya, tampaknya dia sangat menikmatinya sampai-sampai dia tidak menyadari kalo gue sedang asik menonton apa yang dia lakukan.

gue langsung hampiri dia dari belakang dan gue langsung meremas-remas toket gedenya dari belakang. dia terkejut karena ada yang meremas toketnya dari belakang “di.. apa yang kamu lakukan” tanya dia. “tenang mbak, aku akan memuaskan mbak malam ini” jawab gue sambil meremas toketnya. dan nampaknya dia setuju, karena dia menikmati apa yang gue lakukan.

gue remas-remas toketnya dan gue pilin putingnya. “ahh…” desahnya. gue langsung pindah kesampingnya, gue langsung melumat toketnya seperti bai yang sedang menyusu. gue melumat toketnya sambil meraba-raba perut buncitnya, sampailah tangan gue keselangkangannya, gue raba-raba dan dia tampak sangat menikmatinya.

gue pindah ke depannya sambil jongkok gue jilati memeknya, tercium bau khas memek wanita. gue masukkan lidah gue ke memeknya sambil gue remas toketnya. 5 menit gue diposisi itu dan diapun orgasme yang pertama.

kami beristirahat sejenak mengumpulkan tenaga. setelah selesai istirahat dia yang gantian menjilati kontol gue, dia masukkan kontol gue ke mulutnya. rasanya seperti melayang diposisi itu. “pindah kekamar yuk mbak?” ucap gue.. “oke, tapi gendong ya?” jawab dia dengan manja.

Gue langsung gendong dia menuju kamarnya. sampai dikamar gue tidurin dia dikasurnya. gue lumat bibirnya. kami saling melumat bibir. gue lepas lumatan gue dibibirnya dan gue tanya “Sudah siap mbak?” sambil menunjuk kontol gue. dan dia mengerti apa yang gue katakan “oke,, puasin mbak malam ini ya?” jawab dia.

Gue langsung mengambil posisi, gue angkat kedua kakinya keatas dan gue langsung tancapkan kontol gue yang lumayan besar ke memeknya. blesss… langsung menancap semua diikuti erangan dia. langsung due entot dia dengan tempo lambat. perlahan gue tingkatkan tempo, semakin cepat gue entot memeknya sambil meremas kedua tokenya

“aahhhh…… hmmmm… lebih cepat sayaaaaangg…” ucap dia… Gue langsung percepat genjotan gue, 5 menit kemudia dia orgasme yang kedua. gue cabut kontol gue, dan suruh mbak Bunga untuk nungging, karena gue ingin mencoba posisi kesukaan gue “doggy style”.

dari belakang terlihat semua, pantatnya yang semok banget, anusnya, dan memeknya yang sudah memerah membuat gue bergairah lagi. gue langsung tancapkan kontol gue dari belakang. sambil gue remas toketnya, gue langsung genjot dengan tempo cepat. mbak Bunga sangat menikmati permainan ini.

dia hanya mengeluarkan erangan-erangan kenimatan. 30 berlalu kami masih diposisi itu, tampaknya mbak Bunga sekarang kuat banget. beberapa menit kemudian dia berkata “sayang…. aa…a..aku mau nyampeeekk.. nih…” mendengar seperti itu langsung gue percepat lagi genjotan gue, dan tiba-tiba kontol gue serasa dijepit keras banget dan terasa hangat sekali, rupanya dia orgasme lagi yang ketiga.

tapi gue masih belum orgasme sekalipun, gue tidak memikirkan mbak Bunga yang sudah lelah gue masih genjot dia dengan cepat, dan 5 menit kemudian “aahhh….” gue semburin sperma gue semua kedalam memeknya. merasa kelelahan kamipun tidur bersama dalam keadaan telanjang.

pagi harinya gue terbangun dan mbak Bunga sudah tidak ada lagi, setelah ku cari ternyata dia sedang didapur menyiapkan sarapan pagi. gue menghampiri dia masih dalam keadaan telanjang bulat karena ku pikir hanya kami yang ada dirumah ini.

dari belakang kulihat mbak Bunga hanya memakai daster tipis transparan dan tidak memakai apa-apa lagi. gue langsung peluk dia dari belakang, gue remas-remas toketnya, gue tempelin kontol gue yang sudah mengeras ke belahan pantatnya, terasa sekali karena dia tidak memakai celana dalam. dari belakang gue cium dia.

gue angkat daster bawahnya, gue masukin kontol gue dari belakang. kamipun bercinta lagi didapur, gue genjot dia dari belakang dan dia sambil memasak. gue genjot selama 10 kamipun sampai klimaks bersamaan, gue semburin sprema gue ke memeknya lagi. setelah itu kami memutuskan untuk mandi bersama. didalam kamar mandi gue sabunin mbak Bunga gue sambil gue remas-remas toketnya.

Setelah mandi kami sarapan bersama. masih dalam keadaan telanjang bulat kami sarapan. jam 8 gue berangkat untuk magang, sebelum berangkat kami saling cium. layaknya suami istri. kami melakukan percintaan ini hampir setiap hari selama 2 minggu. sebelum sarapan pagi, setelah pulang magang, malam hari kami terus melakukan percintaan ini.

minimal kami melakukannya 2 kali sehari, entah itu diruang tamu, dapur, kamar mandi, kamar mbak Bunga, atau dikamar gue. kami melakukannya. sampai 2 minggu dan mas Rangga pulang dia tidak tahu apa yang sudah kami lakukan selama 2 minggu tanpa dirinya.kadang kami masih melakukannya ketika mas Rangga dirumah. kami melakukannya secara diam-diam. ketika mas Rangga kerja atau pada malam hari ketika mas Rangga terlelap tidur.

pernah kami melakukannya setelah mas Rangga dan mbak Bunga selesai bercinta, karena mbak Bunga tidak puas dengan permainan mas Rangga, mbak Bunga diam-diam ke kamar gue dan membangunkan gue untuk bercinta lagi dengan gue. Gue dirumah mbak Bunga selama 3 bulan dan selama itu gue dan mbak Bunga hampir setiap hari bercinta.

itu juga berguna untuk membantu kelancaran kelahiran bayinya nanti karena wanita yang melakukan senggama saat sedang hamil bisa membantu proses persalinannya nanti. setelah 3 bulan gue pamit pulang ke mereka berdua, tapi sebelum pulang gue minta hadiah perpisahan dari mbak Bunga untuk bercinta lagi dengan gue.

Baca Juga : Kisah Sexs Ku Yang Gila Waktu Ngerjain Dua Penjaga Vila

Untunglah mas Rangga kerja sampai malam hari ini jadi, kami bisa bercinta seharian, ketika lelah kami berhenti istirahat lalu melakukannya lagi sampai mas Rangga pulang malam harinya.

#Cerita #Hot #Ngentot #Kakak #Sepupu #Yang #Lagi #Hamil