Cerita Sex Waktu Liburan, Terbaru Malam Ini

Cerita Sex Waktu Liburan – Pertama, perkenalkan saya dengan Andy (bukan nama sebenarnya). Umurku sekarang 17 tahun, dan cerita ini terjadi sekitar 2 bulan yang lalu, saat aku sedang berlibur di akhir semester. Waktu itu saya sedang liburan sekolah. Saya berencana pergi ke villa tante saya di kota M. Nama tante saya Sofi, dia orangnya cantik, badannya juga sangat padat, dan sangat terawat walaupun usianya sudah 38 tahun. Saya ingat betul, Sabtu pagi itu, saya meninggalkan kota S menuju kota M.

Sesampainya disana, aku disambut dengan hangat. Setelah saya menanyakan kabar tersebut, saya dibawa ke kamar oleh pembantu bibi saya, kami memanggilnya Bi Sum, orangnya mirip penyanyi keroncong Sundari Soekotjo, tubuhnya yang cantik tidak kalah dengan bibi saya, Bi Sum adalah orang yang sangat polos dan umurnya hampir sama dengan tante sofi, yang membuatku tidak berkedip saat melihatnya dari belakang adalah pantatnya yang sangat seksi bergerak ke kiri-kanan, kiri-kanan, kiri-kanan sambil berjalan, seolah menantangku untuk meremasnya. .

Cerita Sex Waktu Liburan

Setelah sampai di kamar saya tertegun sejenak, memperhatikan apa yang saya lihat, sebuah ruangan yang luas dengan interior yang elegan di dalamnya. Saat sedang asyik melamun, aku dikejutkan oleh suara Bi sum.

Cerita Sex Pakdeku Ambil Keperawananku

“Eh, iya, Bu.” Lalu aku berbaring telungkup di kasur empuk, melepas pakaianku. Bi Sum mulai memijat punggungku, aku bahkan merasakan tangan lembut Bi Sum memijatnya.

Bi Sum terdiam sambil melanjutkan pijatan, aku hanya bisa terdiam, saat menikmati pijatan tangan Bi Sum, otak kotorku mulai tidak bermimpi apa-apa.

“Jika tangan lembut ini akan mengguncang penisku, itu akan lezat.” Kataku pada diri sendiri, diikuti oleh “Adik” kecilku yang mulai bangun.

“Yah kamu tidak menyebutkan aden bu Pak Susilo sekarang telah pindah ke kota B sementara Den Rico bersama nenek di kota L.” dia berkata.

Cerita Liburan Long Weekend Di Kota Bandung Bersama Keluarga

“Iya den, kadang tante juga kasihan sama nyonya, nggak ada yang menemani.” Bi Sum berkata saat tukang pijat diturunkan ke paha kiriku. Kemudian saya secara spontan mengguncang kesenangan.

“Yah, itulah yang dikatakan bibi, menurutku bibi masih terlihat cantik.” Aku memujinya, melihat wajahnya yang memerah.

“Oh, benar Bi, bibi masih cantik, dia sudah seksi lagi, bibi harus rajin merawat tubuhnya.” Menggoda saya lagi.

“Bi.., siapa yang tidak mau dengan tante, dia sudah cantik dan seksi, lihat tubuhmu yang indah, apa lagi, masih cantik…” kataku, berani menunjuk gundukan di dadaku. . Secara naluriah, dia segera menutupinya dan jatuh di wajah mereka.

Liburan Menyenangkan Ala Raisa

“Bibi itu aneh, payudara bibi masih indah, bagaimana kamu bisa mengatakan dia langsing, lihat saja sendiri,” kataku sambil membuka tangan untuk menutupi payudaranya.

“Bi.. kalau tidak percaya ada cermin, coba lepas baju bibimu dan lihat ke cermin.” Kemudian saya mulai membantu membuka kebaya yang dikenakannya, dia tampak menyerah. Setelah berganti kebaya, ia hanya mengenakan bra yang terlihat sangat kecil, seolah-olah payudaranya akan keluar. Aku mulai menuntunnya di depan cermin besar di ujung ruangan.

“Tenang aja Bi, Tante Sofi gak tau kenapa” Aku yang ada di belakangnya mulai membuka ikatan tali bra-nya dan wow.. Aku melihat di depan cermin, sepasang bukit kembar yang sangat tebal dan padat. , melihat adik perempuanku segera mengangkat tangannya dengan sangat keras.

Saya tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Aku langsung memeluknya dari belakang sambil mencium lehernya yang panjang. Bi Sum yang sudah setengah telanjang hanya bisa menghela nafas dan matanya ‘kecil’.

Cerita Sex Indonesia Terbaru

Aku mengabaikan pertanyaan itu, malah meningkatkan seranganku. Sekarang saya membawanya ke tempat tidur saat saya mencium putingnya yang merah dan menonjol, dia juga tampak menikmati permainan saya dan saya menempatkan Bi Sum di tempat tidur kemudian saya mulai mencium putingnya lagi, menarik jari yang dia gunakan.

Aku mulai melepas semua pakaianku dan ciumanku terus turun ke perutnya dan dengan galak aku menyelipkan CD yang dibawanya, aku terdiam sejenak saat melihat gundukan di bawah perutnya.

“Mmhh.. ohh.. Bi terus, kulum penisku Bi.., tidak lama kemudian Bi Sum mulai mengisap penisku dan aku merasakan sesuatu akan keluar di ujung penisku.

“Bi.. teruskan, Bi.. aku ingin keluar, oohh” teriakku panjang dan tiba-tiba, saat aku masuk ke mulut Bi Sum, Bi Sum langsung menelannya.

Cerita Sex Ziarah Membawa Berkah

Saya juga mulai berpindah posisi, sekarang saya mulai menjilati vagina Bi Sum, vagina bersih Bi Sum dengan sedikit rambut muncul di depan mata saya. Sepertinya Bi Sum sudah tidak sabar, dia menekan kepalaku untuk mulai menjilati vaginanya dan sluurpp.. Memek Bi Sum aku menjilatnya sampai aku menemukan sesuatu yang keluar kecil, lalu aku mengisap dan menggigitnya sedikit, gerakan tubuh Bi Sum mulai untuk salah, tanganku tidak tinggal diam, aku memelintir putingnya dengan tangan kiriku sambil menggunakan tangan kananku untuk menusuk vaginanya sambil memasukkan lidahku sedalam mungkin.

“Ouhh den.. Tante mau.. outr.. den ohh, ahh, den, tante keeluuaarr, akhh.” Bi Sum gemetar hebat dan aku menelan cairan kewanitaannya tanpa sisa. Sepertinya Bi Sum masih menikmati sisa-sisa orgasmenya. Lalu aku mencium bibirnya aku memasukkan lidahku ke dalam mulutnya, dia sangat agresif dan kemudian dia membalas ciuman itu dengan panas.

Aku mulai mencium telinganya, dan dadanya yang besar menempel erat di dadaku, aku yang sudah sangat bersemangat, segera berkata, “Aku akan memakainya sekarang, oke?”. dia hanya bisa mengangguk pelan.

Saya pun mengambil posisi, saya menginjak pahanya lebar-lebar, saya memasukkan penis saya ke dalam vaginanya yang sudah sangat becek. Alhamdulillah.. setengah dari penisku tenggelam ke dalam vaginanya, aku merasakan vaginanya menghisap kepala penisku. Aku memasukkan penisku kembali, berkat.. penisku tenggelam ke dalam vaginanya, aku mulai menggerakkan pantatku maju mundur, vaginanya terasa sangat kencang.

Suami Bokek Ga Ada Uang,istri Pake Body Seksinya Jadi Budak Seks Bossku Dan Teman2nya Di Gang Bang Sampe Keenakan.

“Den.. oohh.. lanjutkan.. denn.. mmhh..sshh.” Desahan erotis keluar dari mulut Bi Sum, aku bahkan lebih terangsang dan dengan cepat mendorong vaginaku ke dalam dirinya.

Kemudian beberapa detik kemudian saya merasa penis saya disiram cairan yang sangat berat..err..penis saya berdenyut keras dan,err..rasanya sangat enak, saya merasa seperti semua tulang saya rontok. Saya juga ambruk di atas seorang wanita paruh baya yang sedang menikmati orgasmenya.

Akhirnya aku tertidur dengan penisku tertancap di vagina Bi Sum, tidak tahu bahwa bibiku melihat seluruh permainanku, sementara dia memainkan vaginanya dengan jari-jarinya. ini pengalamanku dengan Bi Sum, pembantu bibiku yang sangat menggoda. Lain kali saya akan menceritakan pengalaman saya dengan bibi saya yang melihat permainan Bi Sum saya, yang pasti lebih mengerikan, karena bibi saya adalah orang yang hypersex, jadi nafsunya sangat besar dan meledak-ledak.

Berbagi cerita sex, cerita hot, cerita dewasa, cerita hot mesum, tante, janda, dara, hingga skandal perselingkuhan terhangat. cerita sex. Nama saya Ayu, saya seorang karyawan sebuah perusahaan swasta di Jakarta, saya berumur 27 tahun. Teman-temanku bilang aku cantik, sebenarnya kulitku putih dengan tubuh berdada besar. Rambut sebahu baik-baik saja dan dia memiliki darah Belanda, tapi dia tidak peduli dengan kecantikan yang saya miliki. Sejak saya lahir di keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, saya belum pernah berhubungan seks dengan siapa pun sampai sekarang. Termasuk pengantin saya, saya punya 2 teman setia. Yang pertama, Medy, adalah yang termuda dari kami, yang baru berusia 20 tahun, dari Manado. Temperamen kekanak-kanakan, dia benar-benar cantik, meskipun kulitnya agak gelap, tetapi dia memiliki tubuh yang sangat menarik.

Cerita Singkatku Saat Liburan Ke Nusa Penida Nusa Penida 0

Teman kedua saya, Jenny, juga seorang Manado sayap kanan, sekitar 22 tahun, adalah yang paling cantik dari kami bertiga. Kulitnya putih bersih dan dia memiliki wajah kekanak-kanakan yang lucu. Tapi aku benci ketika kau menganggapnya sebagai seorang anak, jadi dia memotong rambutnya sampai ke lehernya. Itu membuat wajahnya terlihat lebih dewasa, tetapi dengan rambut pendek, lehernya yang ramping bahkan bisa terlihat dengan jelas. Saya pikir dia lebih menarik dengan rambut panjang.

Tubuhnya sangat menarik, dengan tinggi sekitar 168 dan berat 55 kg, lembut ditutupi dengan kulit bulu putih lembut. Panjang dan jenjang kaki, terutama jika Anda mengenakan gaun pendek dan rok pendek. Itu selalu membuat banyak orang berharap untuk memeriksanya. Meskipun dia memiliki payudara kecil sedikit, sedikit, tapi dia yang paling cantik dari kami bertiga.

Singkat cerita, kami bertiga berencana keluar kota untuk istirahat santai di kota karena kami selalu berkutat dengan kesibukan kami. Kami berencana untuk menikmati suasana pantai Anyer mengingat kebutuhan kami akan hikmah kesulitan menyewa villa di Anyer. Karena Bibi Jenny punya villa disana dan tentunya dia akan berlibur disana bersama kakaknya.

Dia meninggalkan kami pada hari kami didirikan bersama dengan merakit jaket Opel saya tiga jam perjalanan dari Jakarta ke Anyer. Setelah perjalanan yang melelahkan, akhirnya kami sampai di villa lain milik Jenny, Jenny hampir lupa dimana. Ternyata Bibi Leni, Bibi Jenny dan adiknya sudah menunggu kami.

Cerita Seks Threesome Dengan Tiga Gadis Cantik Waktu Liburan

Bibi Leni mengenakan pakaian kasual dengan kemeja di atas topi padat dengan rok dengan belahan setinggi paha. Kulit Bibi Leni sangat putih dan lembut seperti Jenny dan aku, hanya saja posisi tertinggi Bibi Leni. Wajahnya sangat cantik, hampir menyamai kecantikan yang dimiliki Jenny.

“Hai, maaf, tapi yang hilang sudah terjual lebih awal,” kataku, menghubungkan percakapan mereka secara membabi buta setelah berbicara cukup lama. Kami mulai mengatur acara untuk liburan kami di Anyer, kami mendapat tugas belanja dengan adiknya Jenny.

Namanya Wati, seumuran dengan Jenny. Proporsi yang baik dan kuat, tetapi saya pikir itu tepat untuk mengartikan jurnal. Kulitnya yang putih dan wajahnya yang manis dengan rambut lurus sebahu, sekilas aku mendorong dadanya. Payudara besar untuk usianya mungkin sekitar 36b, sedikit lebih besar dari payudara saya.

Setelah berbagi tugas Wati dan saya berpakaian dan pergi ke pasar terdekat untuk berbelanja. Dan semua elemen yang diperlukan harus lengkap karena saya tidak ingin pergi. filmbokepjepang.com Dan itu datang ke pasar hanya karena ada elemen yang dibeli terlupakan. Saat itu saya hanya memakai rok biru dan kemeja BLOONG sebatas paha tipis. Wati muncul lebih banyak lagi

Kumpulan Cerita Sex Dewasa Terbaru

#Cerita #Sex #Waktu #Liburan

Ngewe Dengan Ibu Guru Saat Liburan Terbaru Malam Ini

Saat itu sedang liburan sekolah yang panjang, kami dari sebuah SMP mengadakan pendakian gunung di Jawa Timur. Rombongan terdiri dari 5 laki-laki dan 5 wanita. Diantara rombongan itu satu guru wanita ( guru biologi) dan satu guru pria ( guru olah raga ). Acara liburan ini sebenarnya amat tidak didukung oleh cuaca. Soalnya, acara kami itu diadakan pada awal musim hujan. Tapi kami tidak sedikitpun gentar menghadapi ancaman cuaca itu.

Ada yang sedikit mengganjal hati saya, yakni Ibu Guru Jenifer ( saya memanggilnya Jenifer ) yang terkenal galak dan judes itu dan anti cowok ! denger-denger dia itu lesbi. Ada yang bilang dia patah hati dari pacarnya dan kini sok anti cowok. Bu Jenifer usianya belum 30 tahun, sarjana, cantik, tinggi, kulit kuning langsat, full press body. Sedangkan teman – teman cewek lainnya terdiri dari cewek-cewek bawel tapi cantik-cantik dan periang, cowoknya, terus terang saja, semuanya bandit asmara ! termasuk pak Martin guru olah raga kami itu.

Perjalanan menuju puncak gunung, mulai dari kumpul di sekolah hingga tiba di kaki gunung di pos penjagaan I kami lalui dengan riang gembira dan mulus-mulus saja. Seperti biasanya rombongan berangkat menuju ke sasaran melalui jalan setapak. Sampai tengah hari, kami mulai memasuki kawasan yang berhutan lebat dengan satwa liarnya, yang sebagian besar terdiri dari monyet-monyet liar dan galak.

Menjelang sore, setelah rombongan istirahat sebentar untuk makan dan minum, kami berangkat lagi. Kata pak Erwin sebentar lagi sampai ke tujuan. Saking lelahnya, rombongan mulai berkelompok dua-dua. Kebetulan aku berjalan paling belakang menemani si bawel Jenifer dan disuruh membawa bawaannya lagi, berat juga sih, sebel pula! Sebentar-sebentar minta istirahat, bahkan sampai 10 menit, lima belas menit, dan dia benar-benar kecapean dan betisnya yang putih itu mulai membengkak.

Kami berangkat lagi, tapi celaka, rombongan di depan tidak nampak lagi, nah lo ?! Kami kebingungan sekali, bahkan berteriak memanggil-manggil mereka yang berjalan duluan. Tak ada sahutan sedikitpun, yang terdengar hanya raungan monyet-monyet liar, suara burung, bahkan sesekali auman harimau. Jenifer sangat ketakutan dengan auman harimau itu. Akhirnya kami terus berjalan menuruti naluri saja. Rasa-rasanya jalan yang kami lalui itu benar, soalnya hanya ada satu jalan setapak yang biasa dilalui orang.

Sial bagi kami, kabut dengan tiba-tiba turun, udara dingin dan lembab, hari mulai gelap, hujan turun rintik-rintik. Jenifer minta istirahat dan berteduh di sebuah pohon sangat besar. Hingga hari gelap kami tersasar dan belum bertemu dengan rombongan di depan. Akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di sebuah tepian batu cadas yang sedikit seperti goa.

Hujan semakin lebat dan kabut tebal sekali, udara menyengat ketulang sumsum dinginnya. Bajuku basah kuyup, demikian juga baju Jenifer. Dia menggigil kedinginan. Sekejap saja hari menjadi gelap gulita, dengan tiupan angin kencang yang dingin. Kami tersesat di tengah hutan lebat.

Tanpa sadar Jenifer saking kedinginan dia memeluk aku. “Maaf” katanya. Aku diam saja, bahkan dia minta aku memeluknya erat-erat agar hangat tubuhnya. Pelukan kami semakin erat, seiring dengan kencangnya deras hujan yang dingin. Jika aku tak salah, hampir tiga jam lamanya hujan turun, dan hampir tiga jam kami berpelukan menahan dingin.

Setelah hujan reda, kami membuka ransel masing-masing. Tujuan utamanya adalah mencari pakaian tebal, sebab jaket kami sudah basah kuyup. Seluruh pakaian bawaan Jenifer basah kuyup, aku hanya punya satu jaket parasut di ransel. Jenifer minta aku meminjamkan jaketku. Aku setuju. Tapi apa yag terjadi ? wow… Jenifer dalam suasana dingin itu membuka seluruh pakaiannya guna diganti dengan yang agak kering. Mulai dari jaket, T. Shirt nya, BH nya, wah aku melihat seluruh tubuh Jenifer. Dia cuek saja, payudaranya nampak samar-samar dalam gelap itu. Tiba-tiba dia memelukku lagi.

“Dingin banget” katanya.

“Terang dingin , habis kamu bugil begini” jawabku.

“Habis bagaimana? basah semua, tolong pakein aku jeketmu dong ?” pinta Jenifer.

Aku memakaikan jaket parasut itu ketubuh Jenifer. Tanganku bersentuhan dengan payudaranya, dan aku berguman

” Maaf Jenifer ?”

“Enggak apa-apa ?!”: sahutnya.

Hatiku jadi enggak karuan, udara yang aku rasakan dingin mendadak jadi hangat, entah apa penyebabnya. Jenifer merangkulku, “Dingin” katanya, aku peluk saja dia erat-erat.

” Hangat bu ?” tanyaku

” iya, hangat sekali, yang kenceng dong meluknya ” pintanya. Otomatis aku peluk erat-erat dan semakin erat.

Aneh bin ajaib, Jenifer tampak sudah berkurang merasakan kedinginan malam itu, seperti aku juga. Dia meraba bibirku, aku reflex mencium bibir Anisa. Lalu aku menghindar.

“Kenapa?” tanya Jenifer

”Maaf Jenifer ? ” Jawabku.

” Tidak apa-apa Hansen, kita dalam suasana seperti ini saling membutuhkan, dengan begini kita saling bernafsu, dengan nafsu itu membangkitkan panas dalam darah kita, dan bisa mengurangi rasa dingin yang menyengat.

Kembali kami berpelukan, berciuman, hingga tanpa sadar aku memegang payudaranya Jenifer yang montok itu, dia diam saja, bahkan seperti meningkat nafsu birahinya. Tangannya secara reflek merogoh celanaku kedalam hingga masuk dan memegang penisku.

Kami masih berciuman, tangan Jenifer melakukan gerakan seperti mengocok-ngocok ‘Mr. Penny’ku. Tanganku mulai merogoh ‘Ms. Veggy’nya Jenifer, astaga ! dia rupanya sudah melepas celana dalamnya sedari tadi. Karena remang-remang aku sampai tak melihatnya. ‘Ms. Veggy’nya hangat sekali bagian dalamnya, bulunya lebat.

 

Jenifer sepontan melepas seluruh pakaiannya, dan meminta aku melepas pula . Aku tanpa basa basi lagi langsung bugil. Kami bergumul diatas semak-semak, kami melakukan hubungan badan ditengah gelap gulita itu. Kami saling ganti posisi, Jenifer meminta aku dibawah, dia diatas. Astaga, goyangnya!! Pengalaman banget dia ? kan belum kawin ?

” Kamu kuat ya?” bisiknya mesra.

” Lumayan sayang ?!” sahutku setengah berbisik.

” Biasa main dimana ?” tanyanya

“Ada apa sayang?” tanyaku kembali.

” Akh enggak” jawabnya sambil melepas ‘Ms. Veggy’nya dari ‘Mr. Penny’ku, dan dengan cekatan dia mengisap dan menjilati ‘Mr. Penny’ku tanpa rasa jijik sedikitpun. Jenifer meminta agar aku mengisap payudaranya, lalu menekan kepalaku dan menuntunnya ke arah ‘Ms. Veggy’nya. Aku jilati ‘Ms. Veggy’ itu tanpa rasa jijik pula. Tiba-tiba saja dia minta senggama lagi, lagi dan lagi, hingga aku ejakulasi.

Aku sempat bertanya, “Bagaimana jika kamu hamil ?”

” Don’t worry !” katanya. Dan setelah dia membersihkan ‘Ms. Veggy’nya dari spermaku, dia merangkul aku lagi. Malam semakin larut, hujan sudah reda, bintang-bintang di langit mulai bersinar. Pada jam 12 tengah malam, bulan nampak bersinar terang benderang. Paras Jenifer tampak anggun dan cantik sekali.

Kami ngobrol ngalor-ngidul, soal kondom, soal sekolah, soal nasib guru, dsb. Setelah ngobrol sekian jam, tepat pukul 3 malam, Jenifer minta bersetubuh denganku lagi, katanya nikmat sekali ‘Mr. Penny’ku. Aku semakin bingung, dari mana dia tahu macam-macam rasa ‘Mr. Penny’, dia kan belum nikah ? tidak punya pacar ? kata orang dia lesbi.

Aku menuruti permintaan Jenifer. Dia menggagahi aku, lalu meminta aku melakukan pemanasan sex (foreplay). Mainan Jenifer bukan main hebatnya, segala gaya dia lakukan. Kami tak peduli lagi dengan dinginnya malam, gatalnya semak-semak. Kami bergumul dan bergumul lagi. Jenifer meraih tanganku dan menempelkan ke payudaranya.

Dia minta agar aku meremas-remas payudaranya, lalu memainkan lubang ‘Ms. Veggy’nya dengan jariku, menjilati sekujur bagian dagu. Tak kalah pula dia mengocok-ngocok ‘Mr. Penny’ku yang sudah sangat tegang itu, lalu dijilatinya, dan dimasukkannya kelubang vaginanya, dan kami saling goyang menggoyang dan hingga kami saling mencapai klimaks kenikmatan, dan terkulai lemas.

Jenifer minta agar aku tak usah lagi menyusul kelompok yang terpisah. Esoknya kami memutuskan untuk berkemah sendiri dan mencari lokasi yang tak akan mungkin dijangkau mereka. Kami mendapatkan tempat ditepi jurang terjal dan ada goa kecilnya, serta ada sungai yang bening, tapi rimbun dan nyaman. Romantis sekali tempat kami itu. Aku dan Jenifer layaknya seperti Tarzan dan pacarnya di tengah hutan.

Sebab seluruh baju yang kami bawa basah kuyup oleh hujan. Jenifer hanya memakai selembar selayer yang dililitkan diseputar perut untuk menutupi kemaluannya. Aku telanjang bulat, karena baju kami sedang kami jemur ditepi sungai. Jenifer dengan busana yang sangat minim itu membuat aku terangsang terus, demikian pula dia. Dalam hari-hari yang kami lalui kami hanya makan mi instant dan makanan kaleng.

Tepat sudah tiga hari kami ada ditempat terpencil itu. Hari terakhir, sepanjang hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja. Kami memutuskan esok pagi kami harus pulang. Di hari terakhir itu, kesmpatan kami pakai semaksimal mungkin. Di hari yang cerah itu, Jenifer minta aku mandi bersama di sungai yang rimbun tertutup pohon-pohon besar.

Kami mandi berendam, berpelukan, lalu bersenggama lagi. Jenifer menuntun ‘Mr. Penny’ku masuk ke ‘Ms. Veggy’nya. Dan di menggoyangkan pinggulnya agar aku merasa nikmat. Aku demikian pula, semakin menekan ‘Mr. Penny’ku masuk kedalam ‘Ms. Veggy’nya.

Di atas batu yang ceper nan besar, Jenifer membaringkan diri dengan posisi menantang, dia menguakkan selangkangngannya, ‘Ms. Veggy’nya terbuka lebar, disuruhnya aku menjilati bibir ‘Ms. Veggy’nya hingga klitoris bagian dalam yang ngjendol itu. Dia merasakan nikmat yang luar biasa, lalu disuruhnya aku memasukkan jari tengahku ke dalam lubang ‘Ms. Veggy’nya, dan menekannya dalam-dalam. Mata Jenifer merem melek kenikmatan. Tak lama kemudian dia minta aku yang berbaring, ‘Mr. Penny’ku di elus-elus, diciumi, dijilati, lalu diisapnya dengan memainkan lidahnya, Jenifer minta agar aku jangan ejakulasi dulu,

“Tahan ya ?” pintanya. ” Jangan dikeluarin lho ?!” pintanya lagi.

Lalu dia menghisap ‘Mr. Penny’ku dalam-dalam. Setelah dia enggak tahan, lalu dia naik diatasku dan memasukkan ‘Mr. Penny’ku di ‘Ms. Veggy’nya, wah, goyangnya hebat sekali, akhirnya dia yang kalah duluan. Jenifer mencubiti aku, menjambak rambutku, rupanya dia ” keluar”, dan menjerit kenikmatan, lalu aku menyusul yang “keluar” dan oh,,,,oh…oh….muncratlah air maniku dilubang ‘Ms. Veggy’ Jenifer.

“Jahat kamu ?!” kata Jenifer seraya menatapku manja dan memukuli aku pelan dan mesra. Aku tersenyum saja. ” Jahat kamu Hansen, aku kalah terus sama kamu ” Ujarnya lagi. Kami sama-sama terkulai lemas diatas batu itu.

Esoknya kami sudah berangkat dari tempat yang tak akan terlupakan itu. Kami memadu janji, bahwa suatu saat nanti kami akan kembali ke tempat itu. Kami pulang dengan mengambil jalan ke desa terdekat dan pergi ke kota terdekat agar tidak bertemu dengan rombongan yang terpisah itu. Dari kota kecil itu kami pulang ke kota kami dengan menyewa Taxi, sepanjang jalan kami berpelukan terus di dalam Taxi.

Tak sedikitpun waktu yang kami sia-siakan. Jenifer menciumi pipiku, bibirku, lalu membisikkan kata ” Aku suka kamu ” Aku juga membalasnya dengan kalimat mesra yang tak kalah indahnya. Dalam dua jam perjalanan itu, tangan dan jari-jari Anisa tak henti-hentinya merogoh celana dalamku, dan memegangi ‘Mr. Penny’ku. Dia tahu aku ejakulasi di dalam celana, bahkan Jenifer tetap mengocok-ngocoknya. Aku terus memeluk dia, pak Supir tak ku ijinkan menoleh kami kebelakang, dia setuju saja. Sudah tiga kali aku ” keluar” karena tangan Jenifer selalu memainkan ‘Mr. Penny’ku sepanjang perjalanan di Taxi itu.

” Aku lemas sayang ?!” bisikku mesra

” Biarin !” Bisiknya mesra sekali. ” Aku suka kok !” Bisiknya lagi.

Tidak mau ketinggalan aku merogoh celana olah raga yang dipakai Jenifer. Astaga, dia tidak pakai celana dalam. Ketika jari-jari tanganku menyolok ‘Ms. Veggy’nya, dia tersenyum, bulunya ku tarik-tarik, dia meringis, dan apa yang terjadi ? astaga lagi, Jenifer sudah ‘keluar’ banyak, ‘Ms. Veggy’nya basah oleh semacam lendir, rupanya nafsunya tinggi sekali, becek banget. Tangan kami sama-sama basah oleh cairan kemaluan.

Ketika sampai di rumah Jenifer, aku disuruhnya langsung pulang, enggak enak sama tetangga katanya. Dia menyodorkan uang dua lembar lima puluh ribuan, aku menolaknya, biar aku saja yang membayar Taxi itu. Lalu aku pulang.

Hari-hari berikutnya di sekolah, hubunganku dengan Jenifer guru biologiku, nampak wajar-wajar saja dari luar. Tapi ada satu temanku yang curiga, demikian para guru. Hari-hari selanjutnya selalu bertemu ditempat-tempat khusus seperti hotel diluar kota, di pantai, bahkan pernah dalam suatu liburan kami ke Bali selama 11 hari.

Ketika aku sudah menyelesaikan studiku di SMP, Jenifer minta agar aku tak melupakan kenangan yang pernah kami ukir. Aku diajaknya ke sebuah Hotel disebuah kota, yah seperti perpisahan. Karena aku harus melanjutkan kuliah di Australia, menyusul kakakku. Alangkah sedihnya Jenifer malam itu, dia nampak cantik, lembut dan mesra. Tak rela rasanya aku kehilangan Jenifer. Kujelaskan semuanya, walau kita beda usia yang cukup mencolok, tapi aku mau menikah dengannya.

Jenifer memberikan cincin bermata berlian yang dipakainya kepada aku. Aku memberikan kalung emas bermata zamrud kepada Jenifer. Cincin Jenifer hanya mampu melingkar di kelingkingku, kalungku langsung dipakainya, setelah dikecupinya. Jenifer berencana berhenti menjadi guru, “sakit rasanya” ujarnya kalau terus menjadi guru, karena kehilangan aku. Jenifer akan melanjutkan S2 nya di AMERIKA, karena keluarganya ada disana. Setelah itu kami berpisah hingga sekian tahun, tanpa kontak lagi

Pada suatu saat, ada surat undangan pernikahan datang ke Apartemenku, datangnya dari Dr. Jenifer Maharani, MSC. Rupanya benar dia menyelesaikan S2 nya.Aku terbang ke Jakarta, karena resepsi itu diadakan di Jakarta disebuah hotel bintang lima. Aku datang bersama kakakku Lisa dan Papa. Di pesta itu, ketika aku datang, Jenifer tak tahan menahan emosinya, dia menghampiriku ditengah kerumunan orang banyak itu dan memelukku erat-erat, lalu menangis sejadi-jadinya.

“Aku rindu kamu Hansen kekasihku, aku sayang kamu, sekian tahun aku kehilangan kamu, andai saja laki-laki disampingku dipelaminan itu adalah kamu, alangkah bahagianya aku ” Kata Jenifer lirih dan pelan sambil memelukku.

Kamu jadi perhatian para hadirin, Lisa dan Papa saling tatap kebingungan. Ku usap airmata tulus Jenifer. Kujelaskan aku sudah selesai S1 dan akan melanjutkan S2 di AMERIKA, dan aku berjanji akan membangun laboratorium yang kuberi nama Laboratorium “Jenifer”. Dia setuju dan masih menenteskan air mata.

Setelah aku diperkenalkan dengan suaminya, aku minta pamit untuk pulang, akupun tak tahan dengan suasana yang mengharukan ini. Setelah lima tahun tak ada khabar lagi dari dia, aku sudah menikah dan punya anak wanita yang kuberi nama Jenifer Sisca, persis nama Jenifer. Ku kabari Jenifer dan dia datang kerumahku di Bandung, dia juga membawa putranya yang diberi nama Hansen, cuma Hansen berbeda usia tiga tahun dengan Jenifer putriku.

Cerita sex : Cerita Bokep Hot Selingkuh Dengan Mahasiswi

Aku masih merasakan getaran-getaran aneh di hatiku, tatapan Jenifer masih menantang dan panas, senyumnya masih menggoda. Kami sepakat untuk menjodohkan anak kami kelak, jika Tuhan mengijinkannya.

#Ngewe #Dengan #Ibu #Guru #Saat #Liburan

Three Some Dengan Tiga Gadis Cantik Waktu Liburan Ke Tretes Terbaru Malam Ini

Siang itu, aq ke toko bersama temen kuliah aku. Sebut saja namanya Liana. Anaknya cantik dan centil. Rambutnya disemir highlight.

“waah…ada nonik nonik cantik nih!”, goda Rando sambil bersiul-siul. ke 3 karyawan aku yang lain cuman senyum-senyum. Maklum, yang ke 3 ini keliatannya ngga kegatelan kayak si Rando itu. huh!

Sesampainya didalam, silvi bilang kalo si Rando lumayan ganteng juga, kayak indra brugman. whahahahahahaha….gw ngakak abis. indra gedubrag kali ya. kamu demen ama dia ya? Liana cuman mencibir…ih ngga lah. kan cuman komen aja, kok.

Hihihi…komen apa komen, nih Awas ya lu sampe ada macem-macem ama dia, sahutku ketus. Dia bengong, lalu bertanya emangnya ada apa.

“Ya pokoknya gitu deh.”. temen gw itu terdiam, trus ho-oh sambil bingung.
“ah…gue tahu!”, pekik dia tiba-tiba. “Dia tuh salah satu budak loe kan?” gubrak! kaget gw dibilang begitu. Weleh…ini anak tahu dari mana ya? Ngga lah..ngapain juga, sahut gw enteng. Alaaa, ngaku aja…gue kan tahu elo, balas Liana dengan gayanya yang centil dan sok imut

“Tapi aneh juga ya. cowok jadi budak seks elo. apa ngga kebalik tuh?”, tanya dia. Kebalik gimana?

“ya mestinya elo yang jadi budaknya dia. mungkin aja elo merasa yang memperbudak, padahal dia tetap dapat keuntungan toh?”, tukas Silvia sambil tertawa centil. Gw cuman bisa melengos aja.

“wah loe gila lin. kalo dia mulut ember gimane coba? malu la…”, ujarnya. ah biarin. tapi kayaknya dia bisa dipercaya kok, sahutku ringan.

Dia lalu manggut-manggut. mungkin keenakan kali ya bisa ngewe ama elo? katanya genit. Hahaha…gw cuman tertawa kecil. Sama-sama enak lah yaow!

“napa loe pengen coba?”, tanyaku kecil. Xixixixi…ngga lah.
“tapi gw penasaran deh. katanya itunya gedhe yach!”, tanyanya penuh antusias. Hahaha…gw cuman ketawa. liat aja sendiri.

“Yeee…. gitu aja ngga mau bilang. sebel deh.”, ujarnya sewot.
“Hoi, jadi ngga ntar akhir minggu kita jalan2 ke tretes?”, tanyaku. Ho-oh dunk! kenapa? kamu ga bisa? Ngga, ya bisalah, sahutku, kan kita mau cari koko-koko disana hihihi…

“Ahhhh! aku ada ide!”, pekik Liana.
“Gimana kalo ngajak di Rando itu? Dia kan bisa nyetir, sering nganterin kamu kuliah kan? kita butuh disupirin nih, ga nyupir sendiri. juga kan lebih nyaman plus aman kalo ada cowok yang ikut. betul ga?”.

gw diem sejenak.

“ah…elo pasti kegatelan pengen diewe ama tukang gw itu kan?. Liana tertawa, “siapa takut!”. lagi-lagi gw cuman melengos aja. “kenapa ngga ngajak pacarmu sih? kan enak.”. Dia mengeleng.

“aduuuuh jeng Vivi, itu kan ladies night, buat kita berdua, BFF. ga enak lah ngajak hanhan.”. Wew, lah trus kamu mau tanggung akomodasinya? penginapan, makanan dan uang saku. Itu kan musti diperhitungkan, sahutku. Dia mengangguk.

Setelah berunding, akhirnya kita sepakat mengajak Rando ke Tretes untuk berlibur, tentunya dia jadi supir. Akomodasinya ditanggung berdua (maklumm, dia juga anak bos hihihi). Dan, Kok ya pas, masih ada kamar tersisa untuk dibooking, padahal termasuk libur panjang hari kejepit, tapi kamarnya Rando dapatnya paling pojok. wkwkwkwk…namanya juga kamar sisa yang ga laku.

“pokoknya aku ikut!”

Aku dan Liana terbengong melihat adik perempuan Liana, merajuk ingin ikut. Padahal kita hanya booking 2 kamar. Pas mau nambah udah ngga bisa, penuh!

Akhirnya, daripada ribut-ribut, Celine (adiknya Liana) diputuskan boleh ikut. Dengan gembira dia segera mempersiapkan koper dan kemudian berangkat bersama-sama.

Karena kita berangkatnya pagi, sampai disana masih siang. Setelah cek-in, kita segera membenahi kopor. Untung dapat kamar yang ranjangnya king-size, jadi dibuat bertiga masih bisa, walaupun agak sempit. Tapi gw ga yakin itu king-size beneran, kok terasa lebih kecilan ya dari ranjang gw.

Setelah agak sorean…, kita bertiga berencana untuk berenang. Bikini two piece sudah melekat di tubuh kita, dibalut kemeja tipis putih. Kita emang sengaja pakai yang seragam biar menarik perhatian koko-koko gitu lho wkwkwkwk…

Tiba-tiba…

“tit tit…tit tit” ada sebuah SMS masuk ke hp gw. Isinya, “Ayo non. sekarang aja ya. mas udah ngga tahan nih…”. Wew…si Rando toh. Segera aku tunjukin ke Liana dan dia langsung tertawa genit. Celine ingin tahu juga apa isi sms itu tetapi aq larang. bisa berabe.

“gimana?” tanyaku. Liana cuman mengangkat bahu, “ya terserah sih. lagian aku ya ngga begitu mood berenang.”. Celine terlihat kaget dengan jawaban cece-nya.

Loh aku ya ga mau kalo berenang sendirian, ujarnya sewot.
“gini aja. kamu berenang dulu. Cece ama ce Vivi ada urusan bentar. nanti kita susul.”, bujuk Liana. Aq mengangguk.

Janji ya? IYA!

Celine lalu mengambil handuk dan keluar untuk berenang, olahraga kesukaannya. In the meantime, aq reply sms-nya Nando, “sini aja kalo berani!”. wkwkwk…

“lho ada mbak Liana. Katanya mau berenang?”, tanya Rando heran. Aq diam saja sambil duduk diranjang. Liana terlihat sekali salah tingkah, mungkin gugup dia.

“Ya dah. saya keluar dulu aja, mbak. permisi.”, pamitnya ke aq. Eit! mas. ga papa. dia mau ikutan kok!, ujarku pelan.

“serius nih mbak?”. Sambil tersenyum Liana menganggukkan kepala. Woooo.. Aseeeeeeeeeeeeeeeeeeek! Teriaknya kegirangan! Dua mq cina sekaligus! waaaaaaa mimpi apa aku! waaaaaaaaaaaaaaa!

Wew…kayak dapet lotere aja mas… Rando lalu duduk di ranjang. Aq ama Liana diam aja. Tegang nih! hihihi… “yang mana dulu tak bikin kelojotan nih?”, ujarnya santai. Aq spontan nunjuk Liana, yang dibalas dengan pelototan mata.

Tidak membuang waktu Rando lalu memeluk tubuhnya Liana dan merebahkannya keatas ranjang. Diciuminya bibir Liana yang tipis itu dengan penuh gairah. Aq lihat Liana diam saja. Mungkin masih belum biasa dengan cowok seperti Rando. Aq duduk disebelahnya sambil melihat mereka bercumbu.

Rando lalu menjilati leher Liana sambil mulai melepas kemeja putih tipis yang dipakai. Tangannya meremasi payudara Liana yang ranum itu dengan nafsu. Awalnya Liana selalu menepis, tetapi lama-lama dia membiarkan payudaranya diremas-remas begitu oleh Rando.

Setelah agak lama, Rando lalu melepas ikatan bra bikini hitam yang dipakai Liana. Dipandanginya sebentar kedua buah dada yang indah putih itu. Lalu dengan ganas dia menjilati puting sebelah kanan Liana.

“Ssstt…ah….” erang Liana keenakan. Kedua tangan temenku itu udah mulai memeluk kepala Rando dan tampak sangat menikmati putingnya disedot-sedot karyawan gw itu.

Tak tahan dengan gejolak, aku pun mulai menyedot puting kiri Liana. Dia semakin keras mengerang keenakan. Kami berdua terus mencumbui kedua puting Liana dan membuatnya semakin bergairah.

Setelah beberapa menit memberikan rangsangan seksual kepada Liana, Rando lalu rebah, terlentang. “Ayo mbak, gantian dunk.”, ujarnya genit.

Liana membalasnya dengan menyedot puting kanan si Rando itu sambil membelai- belai penisnya. Aq tak mau kalah, gw juga sedot puting kiri Rando sambil memainkan penisnya juga. Rando cuman mengerang

“ah…enaknya .ssssst” merasakan dirinya dicumbui oleh dua gadis chinese yang cantik. wkwkwk…

setelah cukup puas, Rando menghentikan kami dan menyuruhku melepas CD yang dia pakai. Dengan perlahan gw lepas celana dalam hitam dia yang cukup seksi itu. Dan…wow…!

“Lebih gedhe dari punya hanhan toh?”, kataku sambil ketawa. Liana cuman tersenyum genit. Kita berdua lalu rebutan menjilati penis hitam yang berukuran cukup besar itu. Sangat pas dengan bentuk tubuh Rando yang atletis.

“stt….sss…ah….aduh mbak…sss”, erang Rando keenakan, merasakan penisnya bergantian dikulum, dijilat, dikocok dan diremas-remas oleh aq dan Liana.

Cukup lama kami memainkan penisnya si Rando itu sampai dia meminta berhenti, takut muncrat. Hehehe…

Dia lalu bangun dan menarikku keranjang. Dengan ganas dia melucuti seluruh pakaianku dan membiarkan aku tidur terlentang tanpa sehelai benang pun. Diangkatnya kedua lenganku keatas lalu dijilatinya kedua payudaraku dengan penuh nafsu. Liana duduk disamping aq sambil tangannya mengkocok penis Rando. Aq dan Rando berciuman cukup lama sambil kedua tangannya bergerilya meremasi dan memainkan payudara serta putingku.

Saat dia menjilati leherku, aku bisikin, “ayo mas, masukin. saya udah ga tahan.”. Dia cuman nyengir sebentar tetapi terus mencumbui aku tanpa memasukkan penisnya yang besar itu. oh! aq tersiksa betul dengan gairah yang meledak-ledak ini.

Rando kemudian menindihku dan menggesek-gesekkan penisnya pas di belahan mqku. auh…ini orang bener2 tahu cara menggoda cewek. Aq sudah ngga tahan, setiap gerakan menusuknya sengaja aq cari sela yang pas supaya bisa masuk. Setelah beberapa kali meleset, akhirnya dia menusukkan penisnya yang besar kedalam mq aq.

“Ouhhhhhhh…..mas…sshhh…”, erangku penuh nikmat. Sekilas kulihat Liana mengerang sendiri dan mencumbui dirinya.

Rando menggenjotku dengan kasar. Ouh…terasa agak sakit karena ukuran penisnya yang cukup besar, kayak sesak gitu mq aq. Tapi enak…st…terusin mas… Dia menciumi bibirku dan kami berpelukan sambil aq digenjot dengan ganas. Setelah beberapa menit aq merasakan kenikmatan, tiba-tiba Rando menghentikan genjotan kasarnya dan mencabut penisnya.

“Aduh…kok dikeluarin. ayo masukin lagi mas…ayo…”, pintaku. Duh…udah ga kayak bos ama karyawan deh. Betul omongan Liana, ini yang jadi budak seks siapa ya? Aku tahan pantatnya supaya penisnya ngga dikeluarin, tapi Rando menepis tanganku dengan lembut dan mencabut penisnya dari mq aku.

Dia lalu mencium Liana dengan penuh nafsu. Ah, rupanya gantian di Liana toh… Ya udah, aku mengalah, hihihi… Faisal lalu merebah terlentang dan Liana ditariknya keatas badannya. Dia lalu memposisikan penisnya dan bleb…langsung masuk kedalam mq Liana.

“Auuuuuuuuh…sakit…mas…”, erang Liana. Rupanya mq-nya belum terbiasa dimasukin penis segede itu. Ndak papa, mbak.

lama-lama nanti enak. Tanya mbak Vivi kalo ngga percaya. Dia sekarang ketagihan ama penis jawa aku hahahaha… sahut Rando enteng sambil tertawa lebar.

Rando memegang pinggul Liana dan menggoyangnya maju mundur. Payudara Liana yang cukup besar, sekitar 34C terlihat sangat seksi dengan posisi digenjot seperti itu. Aq yang sudah horny lalu merengkuh kepala Liana dan menciumi bibirnya. Dia awalnya kaget, tapi lalu membalas ciuman aq. Yah…seumur-umur nih baru kali ini maen ala lesbi. Hehehe…tapi udahlah…namanya juga lagi horny

Setelah cukup puas, Rando lalu merebahkan Liana dan menggenjotnya lagi dengan ganas, kali ini dalam posisi misionaris. Wah aku baru tahu kalo Liana itu ribut banget saat ngesex ya. Wkwkwk…Erangannya begitu erotis, mungkin dia betul-betul “lepas”, kalo aq seh masih ada rasa

“segan” gitu lho… maklum, aq kan bos.
hahaha..

“cklek… cklek…”
“Aduh…cece ini gimana seh. Katanya mau nyusul. Ditunggu lama ngga datang-datang. sebel lho aku.” WADOOOOOOOOOOOOOOH!

Celine tiba-tiba nongol masuk kedalam kamar.

“Ya ampun cece…Ya ampunnn…”, Teriaknya kaget melihat aq dan Liana dengan asyik berhubungan seks dengan Rando.

Aq kuaget setengah mati, begitu juga dengan Rando dan Liana. Rando segera mencabut penisnya sedang Liana berusaha menutupi badannya dengan apapun yang bisa diraihnya.

“Aku laporin mama!”, teriak Celine. Dia lalu berusaha keluar kamar. Tiba-tiba Rando meloncat turun dari ranjang dan menyergap Celine, lalu menariknya hingga duduk diatas ranjang. “jangan mas…jangan….”, teriak Celine, dia nampak shock, begitu juga Aq dan Liana.

“mas jangan apa-apain adikku lho…maaaaaaas!”, teriak Liana ikutan histeris. Aq diam terpaku tidak tahu harus bagaimana.

“tenang aja mbak. tenang semua! aku bukan pemerkosa kok…!”, hardik Rando dengan tegas, menghentikan teriakan dan histeris kami bertiga.

“Mbak Celine tenang saja. Cece kalian itu tidak saya perkosa kok. Mereka yang mau sama saya. Saya cowok baek-baek, bukan pemerkosa.”, ujar Rando setelah beberapa waktu. Celine melengos.

“Mana handphonemu?”, pinta Rando ke Celine. Awalnya Celine menolak menyerahkan handphonenya, tetapi setelah dibentak Rando, dengan gemetar dia memberikan HP itu kepada karyawan aq. Rando lalu memberikan HP itu ke Liana. Nih hp adikmu.

Jaga jangan sampai dia lapor orang tua kalian. Bisa berabe, baik saya maupun kalian.

“Ngapain kamu sama cece? emang ga ada cewe lain ya?”, ujar Celine tiba-tiba, telunjuknya mengarah ke Rando dengan sangat ketus. Rando terkekeh, lha cece kamu yang mau kok. Kita semua manusia, mbak. Punya kebutuhan dan keinginan terpendam, tambahkan sambil tertawa lebar. Aq ama Liana tersenyum kecut.

Rando lalu berdiri dalam posisi telanjang begitu dan dia mengunci pintu kamar. Ugh…sexy abis lah. “Non Celine diam saja, saya ngga akan apa-apain kalau emang situ ga mau. Tapi kalo mau sih ya…lebih bagus.”, ujar Rando sekenaknya sambil tertawa kecil.

Dia lalu duduk diranjang dan kembali memeluk Liana. Namun Liana nampaknya udah kehilangan mood dan dia menepis pelukan Rando. Sedikit kecewa, dia lalu menuju ke aq dan mencium bibirku. Aq biarin aja. Merasa ada angin segar, dia langsung menarikku dan merebahkan aku keatas ranjang dan kami kembali bersetubuh. Ouhf… enaknya penis besar itu mengkocok meqi aq.

Aq betul-betul menikmati genjotan Rando yang kasar ini. Tangannya terus meremasi payudara aq sambil bibirnya melumat bibir aq dan menjilati leherku.

“Ouhs…terus mas…sssh…enak banget…ahhh”, erangku penuh gairah. Liana dan Celine duduk diam mengamati aktifitas kami berdua.

Setelah agak lama, aku merasakah gelombang orgasme akan datang.

“sss….aku mau keluar mas…essstt…ahh…”, bisikku ke Rando. Dia mengangguk kecil lalu menggenjotku dengan lebih keras. Ah…sedikit sakit tapi betul-betul semakin nikmat dan…

“MAs…mas…Aaaaaaaaaaaaaaaaaah”, aq berteriak lepas, kali ini betul-betul lepas. Oh my god! Mq aku berkontraksi dengan kuat, meremas penis karyawan aq itu. Tubuhku kelojotan dan Rando susah payah menahan tubuhku supaya penisnya tidak tercabut akibat orgasm aq ini.

Tubuhku bergetar selama beberapa detik, ouhhhh sungguh kenikmatan yang luar biasa.

Rando lalu mencabut penisnya dari mq aq. wow…masih tegang kuat perkasa! Dia lalu kembali merengkuh lengan Liana dan merebahkannya keranjang. Ah, kali ini Liana tidak menolak. Aq lalu berdiri dan rebahan disisi yang lain supaya tidak mengganggu posisi mereka.

Singkat cerita, Liana kembali digenjot dengan ganas oleh Rando. Erangan-erangan erotis penuh kenikmatan keluar dari mulut Liana. Sampai Rando harus menciumnya dengan kuat agar erangan erotis itu tidak terlalu keras dan kedengaran keluar kamar.

Hehehehe…Kulihat Celine diam saja melihat cece-nya digaulli cowok hitam itu. Mungkin ini pertama kalinya dia melihat hal seperti ini. Hm… Cara maen Rando ini memang kasar, kayak dipuas-puasin gitu seperti pemerkosa beneran. Tapi ntah kenapa, aq dan Liana menyukainya!

Setelah beberapa menit diperkosa, Liana mengerang dengan sangat keras tanda dia mengalami orgasm yang sangat kuat. Tubuhnya gemetaran persis seperti aq tadi. Kemudian Rando memcabut penisnya dan membiarkan Liana kecapaian sehabis dipake.

Liana memindahkan posisi tubuhnya dan tiduran persis disamping aq. Nafasnya tersengal-sengal, matanya terpejam kecapaian, tetapi wajahnya nampak puas. Kayaknya dia baru kali ini merasakan kenikmatan orgasm.

“masih bisa ta mas?”, tanyaku genit. Rando cuman menyeringai. Dia belum ejakulasi setelah memakai dua ce chinese cantik ini. Wew…minum obat apa ya?

Lalu kulihat Rando, yang masih telanjang bulat dengan penis hitam besar yang mengacung kedepan itu, mendekati Celine. Aku kaget dan menggoyang badannnya Liana supaya dia tahu apa yang terjadi.

“Mas jangan ganggu adikku!”, ujar Liana lemas, dia masih dikuasi oleh kenikmatan orgasmnya. Rando menjawab ngga kok. Selama dia mau kan ya gapapa. Kalo dia juga ikutan kedalam geng kita ini, maka dia ngga akan lapor orang tua kalian kan? Artinya, kamu dan saya aman-aman aja. Hm…masuk akal juga pemikirannya.

“Tapi…”, Liana masih berusaha menahan Rando tetapi dia sendiri juga takut kalo tingkah lakunya ini dilaporkan adiknya ke orang tuanya. Bisa berabe! Inilah yang disebut sebagai dilema!

Rando dengan tenang berdiri didepan Celine dan membiarkan penisnya yang besar itu mengacung persis didepan mulut cewek putih cantik itu. Celine menutup matanya dengan kuat, seakan berusaha menolak. Tapi aq lalu berpikir, kalo emang Celine ga mau, ngapain dia diam saja. Dia bisa saja pergi kan? Saat itu aq betul-betul heran!

Karyawan aq itu lalu berjalan kebelakangnya Celine. Dia lalu mulai menciumi pipi gadis itu. Celine menolak. Rando cuman tersenyum aja. Dia lalu melepas kemeja putih tipis yang dipake Celine, dengan sedikit perlawanan. Rando lalu menciumi punggung Celine dan menjilatinya dari bawah keatas. Tangannya berusaha meremas payudara gadis itu tetapi masih mendapat perlawanan sengit. Aku dan Liana cuman bisa menonton sambil merasa gundah dan dilema.

Setelah agak lama, aq bisa melihat nafasnya Celine semakin tidak teratur. Rando lalu berhasil menyusupkan lengannya dari belakang kedepan dan mulai meremasi payudara Celine sambil terus menciumi tengkuk dan punggungnya.

“Ahhh..sshh….”, sebuah erangan kecil keluar dari mulut adik temenku yang masih SMA kelas 3 itu. Payudaranya yang mungil tetapi sexy diremasi dengan cukup kuat oleh Rando. Mata Celine terpenjam dan bibirnya mulai digigit! ouh…sudah mulai jatuh nih cewek!

Rando lalu menghentikan serangan erotisnya dan berpindah kedepan. Dilepasnya bra bikini hitam yang dipakai oleh Celine itu TANPA perlawanan. Lalu dengan ganas dilahapnya kedua payudara Celine. Dijilatinya puting berwarna merah muda itu sambil memilin-milin putingnya yang lain. “auh…mas….shhhhhhhhhh”, erang Celine semakin keras.

Yap, this girl has fall! Ternyata dia sudah terangsang melihat aq dan Liana disetubuhi oleh cowok jawa ini dan sekarang nampaknya adalah giliran dia! Seandainya dia tadi tidak melihat adegan seks kami bertiga, dia tentu tidak akan jatuh semudah ini! Aduuuuh…

Merasa sudah cukup, Rando lalu menggendong adik Liana itu keranjang dan dengan segera menindihnya. Rando melumat bibir tipis gadis SMA kelas 3 itu dengan penuh nafsu sambil penisnya digosok-gosokkan ke daerah vaginanya. Kulihat Liana meneteskan airmata. Dia tidak tahu harus berbuat apa. kasihan!

Tak lama kemudian, kulihat Rando menarik celana dalam bikini hitam Celine dan melemparkannya ke lantai. Vagina Celine nampak sangat indah, tidak begitu lebat rambutnya. Celine nampak pasrah. Rando lalu menyentuh vaginanya Celine. Wah… Mbaknya udah terangsang ya. basah basah basah….memeqnya, godanya genit, meniru sebuah lagu dangdut.

Dia lalu kembali menindih Celine dan menciumnya dengan penuh nafsu. Celine hanya pasrah dan kulihat sesekali membalas ciuman bibir Rando. Penis karyawan aq itu digesek-gesekkan persis dibelahan vagina Celine sambil kedua tangannya meremasi payudara ranum milik adik temen aq itu.

Aq ngga begitu tahu apa yang terjadi, tetapi nampaknya gerakan gesek-menggesek itu cukup efektif untuk pelan-pelan membelah vagina Celine agar tidak terlalu sakit. Aq lihat lama-lama, penis hitam besar itu semakin menghilang, masuk kedalam liang vagina Celine.

Celine semakin tidak bisa mengontrol dirinya, kenikmatan (sekaligus rasa sakit mungkin ya) betul-betul telah menguasainya, ditambah Rando tidak henti-hentinya melumat puting dan meremas payudara gadis itu.

Tak lama kemudian, nampaknya penis Rando telah dengan penuh masuk kedalam vagina Celine dan mereka kemudian semakin ganas bersetubuh.

“ahh…sssss…auh auh…”, erang Celine merasakan tubuhnya dinikmati oleh karyawan aq ini. Rando nampak sangat berpengalaman menggauli cewe dari gayanya, sedangkan Celine cuman diam pasrah tubuhnya betul-betul dinikmati dengan kasar oleh Rando.

Setelah lewat beberapa menit, Celine nampak semakin liar dan tiba-tiba tubuhnya menyentak dengan mendadak sambil berteriak “ah…cece….aaahhhsss…ceeeeee”! Tangannya mencengkeram bahu Rando dengan kuat dan kepalanya mendongak keatas. Tubuhnya bergetar dan Rando terus menggenjotnya dengan kasar sampai Celine menyelesaikan kenikmatan orgasm-nya! “sss.s…cece…sss…….ahhhhhhhhhh”!

Celine lalu terkulai lemas, nafasnya tersengal-sengal. Rando nampaknya masih belum puas. Dia kembali dengan ganas mengkocok penisnya yang besar itu sampai Celine mengerang sedikit kesakitan. Semakin lama genjotannya semakin cepat dan

“Ah…mbak…enaknya mbak.shhhhhh…aaaaaaaaaaaaaaah!”, teriak Rando keenakan. Oh! Dia menyemprotkan spermanya didalam! wah kurang ajar ini anak!!!! Dia berkelojotan sebentar diatas tubuh Celine lalu rebah kesamping.

Cerita sex : Ku Gadaikan Tubuh Ku Untuk Melunasi Hutang Suami Ku

Suasana menjadi hening. Hanya isak tangis ringan terdengar. Liana dan Celine berpelukan dalam kondisi bugil. Rando, yang hanya memakai celana dalam, asik menonton TV sambil merokok. Bercak merah keperawanan Celine jelas tercecer di sprei kamar hotel ini.

#Dengan #Tiga #Gadis #Cantik #Waktu #Liburan #Tretes