Nikmatnya Meki Perawan Anak Tanteku Terbaru Malam Ini

Nikmatnya Meki Perawan Anak Tanteku

Kenalkan, nama saya Bondan, teman-teman biasa memanggilku Mas Bondan. Saya seorang pemuda berusia 25 tahun dengan tinggi badan 170 cm dan berat 55 kg. Meski usia saya kini sudah seperempat abad, namun pengetahuan saya dalam dunia percintaan masih sangat minim dan belum punya banyak pengalaman yang layak dibanggakan sebagaimana layaknya anak muda jaman sekarang.

Sekarang saya sedang bekerja pada sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa. Sebut saja nama perusahaan itu adalah Sepinggan tours and travel service. Jarak kantor itu sekitar 5 km dari tempat tinggal saya.

Kini saya tinggal dengan Om saya, saya biasa memanggilnya om Rudy, ia adalah adik kandung dari Ibu saya). Om Rudy sehari-hari bekerja sebagai Kepala sekolah di sebuah SMK Negeri yang cukup terkenal di kota kami, sementara tante saya, sebut saja namanya tante Lina bekerja sebagai perawat di sebuah RS swasta. Kedua anaknya (sepupu saya) tinggal kost di kota lain karna mereka tidak mau kuliah di kota kami (entah karena alasan apa). Sejak kedua anaknya kuliah dan tinggal di kota lain, om dan tante saya hanya tinggal bertiga dengan seorang pembantu.

Sekitar dua bulan kemudian Om Rudy mengajak saya agar saya tinggal bersama mereka, dengan alasan daripada saya harus kost di luar, lebih baik saya tinggal di rumah om saya saja karena di rumahnya ada kamar yang kosong, kata om Rudy memberi alasan. Sejak saat itu jumlah penghuni rumah bertambah satu orang.

Sebulan kemudian, tante Lina membawa keponakannya ke rumah, jadi sekarang ada lima orang yang tinggal di rumah itu. Sejak kedatangan keponakan tante Lina, suasana jadi kembali ramai, tidak seperti dulu lagi ketika belum ada keponakan. Nama keponakan tante Lina adalah Erlinda, usianya 15 tahun, ia sudah duduk di kelas dua SMK Negeri. Erlinda adalah seorang gadis yang cantik, cerdas, rajin dan baik hati pada semua orang.

Suatu ketika, om Rudy dan tante Lina pergi menghadiri acara perpisahan siswa kelas II di sekolah tempat om saya bekerja. Ia sempat mengajak saya, namun saya menolak dengan alasan saya agak lelah, lalu tante Lina mengajak Erlinda, namun Erlinda juga menolak dengan alasan Erlinda lagi ada tugas dari sekolah yang harus diselesaikan malam itu juga karena besok tugas itu sudah harus dikumpulkan.

Sebelum om dan tante meninggalkan rumah, mereka tidak lupa berpesan agar kami berdua berhati-hati, karena sekarang banyak maling yang pura-pura datang sebagai tamu, namun ternyata sang tamu tiba-tiba merampok setelah melihat situasi yang memungkinkan. Setelah selesai berpesan, om dan tante pun pergi sambil menyuruh saya menutup pintu.

Sejak kepergian om dan tante saya, rumah jadi hening, kini hanya ada suara TV, namun sengaja saya kecilkan volumenya karena Erlinda sedang belajar. Saya hanya duduk di ruang depan menonton sebuah sinetron yang ditayangkan salah satu stasiun TV swasta. Saya sempat menyaksikan adegan panas seorang lelaki paruh baya yang sedang asyik berselingkuh dengan seorang gadis yang ternyata teman sekantornya sendiri.

Karena terlalu asyiknya saya nonton TV, sehingga saya sangat kaget ketika sebuah tangan menepuk pundak saya. Setelah saya lihat ternyata Erlinda, ia tersenyum manis sambil menarik lenganku dengan manja menuju kamarnya. Saya jadi deg-degan setelah melihat penampilannya, ternyata ia hanya mengenakan celana pendek ketat warna coklat muda dengan kaos orangenya yang super ketat, sehingga lekuk-lekuk tubuhnya tampak begitu jelas.

Sejenak saya terpana melihat tubuhnya yang nyaris sempurna. Saya amati pinggangnya bagai gitar spanyol dengan paha yang kencang, mulus, dan bersih. Selain itu juga tampak buah dadanya sangat menantang. Sepertinya ukuran BH-nya 34B. Pemandangan itu sempat mengundang pikiran jahat saya. Bagaimana rasanya kalo saya menikmati tubuhnya yang nyaris sempurna itu. Namun saya berusaha menyingkirkan pikiran itu karena saya pikir bahwa dia adalah sepupu ipar saya, tinggal serumah dengan saya dan saya pun menganggapnya sudah seperti adik kandung saya sendiri.

“Ada apa sih? Kok kamu mengajak saya masuk ke kamar kamu?” kataku agak bingung sambil berusaha melepaskan tangan saya.

Sebenarnya bukan karena saya menolak tetapi hanya karena grogi saja. Maklum saya belum pernah masuk ke kamar Erlinda sebelumnya.

“Kak, Erlinda mau minta tolong nih!” katanya sambil menatapku manja.

“Kakak mau ngga membantu saya menyelesaikan tugas ini, soalnya besok udah harus dikumpul.” kata dia setengah merengek.

“Oh, maksudnya kamu mau minta tolong agar saya membantu kamu mengerjakan tugas itu? Okelah. Saya akan membantumu dengan senang hati, saya kan sudah berjanji untuk selalu menolongmu.” kataku mantap.

“Asyik, makasih ya kak.” kata Erlinda sambil menciumku.

Kontan saya merasa tersengat aliran listrik karena meskipun umur sudah 25 tahun, saya belum pernah mendapat ciuman seperti itu dari seorang gadis, apalagi ciuman itu datangnya dari gadis secantik Erlinda. Saya pun segera membantunya sambil sesekali curi padang padanya, namun sepertinya ia tidak menyadari kalau saya memperhatikanya.

Setelah kami mengerjakan tugas itu sekitar 30 menit, tiba-tiba Erlinda berhenti mengerjakan tugas itu. Ia mengeluh sambil memegangi keningnya.

“Kak, Erlinda pusing nih, boleh ngga kakak pijitin kepala Erlinda?” katanya sambil merapatkan badannya ke dada saya.

Sempat saya merasakan gesekan dari payudaranya yang cukup kencang namun terasa lembut.

“Emang kenapa kok Erlinda tiba-tiba pusing?” tanya saya agak heran.

“Ayo kak, tolong pijatin donk, kepala Erlinda pening!”

“Oke, dengan senang hati lagi.” kataku penuh antusias.

Saya lalu mulai menekan-nekan keningnya dengan tangan kiri saya dan tangan kanan. Saya menahan lehernya agar badannya tidak bergoyang. Sesekali saya juga mengelus pundaknya yang putih bersih.

“Kak, belakang leher Erlinda juga kak, soalnya leher Erlinda agak kaku nih.” katanya sambil menuntun tangan saya pada lehernya.

Setelah saya memijatnya sekitar lima menit, ia lalu berdiri sambil menarik tangan saya. Katanya,

“Kak, Erlinda baring di ranjang aja ya? Biar pijitnya gampang.”

“Terserah Erlinda ajalah.” kata saya sambil mengikutinya dari belakang.

Lagi-lagi saya terkesima melihat pinggulnya yang sungguh aduhai.

Ia lalu berbaring telungkup di atas ranjang sambil menyuruh saya memijat leher dan punggungnya. Sesekali saya melihat dia menggerakkan tubuhnya, entah karena sakit atau karena geli. Saya tidak tahu pasti, yang jelas saya juga sangat senang memijat punggungnya yang sangat seksi.

Entah karena gerah atau bagaimana, tiba-tiba saja ia bangun. Katanya,

“Kak, Erlinda buka baju saja ya? Sekalian pakai balsem biar cepat sembuh.”

“Mungkin Erlinda masuk angin.” katanya sambil melepaskan kaosnya, lalu kembali berbaring di depan saya.

Saya terkesima melihat kulit tubuhnya yang kuning langsat. Dalam hati saya berpikir alangkah bahagianya saya kalau kelak mempunyai istri secantik Erlinda. Saya terus memijatnya dengan lembut. Sesekali saya memutar-mutar jari-jari saya di tepi rusuknya. Setiap saya meraba sisi rusuknya, ia kontan menggerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Kadang juga pinggulnya ditarik. Maklum, ia belum terbiasa disentuh laki-laki. Saya juga sudah mulai merasakan penis saya mulai bergerak-gerak dan kini sudah semakin tegang.

Tiba-tiba ia membalikkan tubuhnya menghadap ke arah saya. Katanya,

“Kak, Erlinda buka aja BH-nya ya kak? Soalnya gerah nih.”

“Terserah Erlinda lah.” kata saya.

Kini kami saling berhadap-hadapan, ia berbaring menatap ke arah pandangan saya dan saya berlutut di samping kanannya. Dia hanya tersenyum manja, saya pun membalas senyumanya dengan senyuman yang entah seperti apa modelnya, soalnya saya sudah tidak konsen lagi karena nafas saya sudah mulai tidak menentu. Sepertinya nafas Erlinda juga sudah mulai tidak terkendali, saya melihat bukitnya yang nampak berdiri kokoh dengan pucuk warna merah jambu kini sudah mulai turun naik.

Saya sempat grogi dibuatnya, bagaimana tidak, selama ini saya belum pernah melihat pemandangan seindah ini. Di depan saya kini tergeletak seorang gadis yang tubuhnya begitu memabukkan dengan desahan nafas yang membuat batang kejantanan saya sudah berdenyut-denyut. Seakan-akan penis saya mau lompat menerjang tubuh Erlinda yang terbaring mengeliat-geliat, sungguh darah muda saya mulai berdesir kencang. Kini saya mulai merasakan detak jantung saya sudah tidak beraturan lagi.

“Kenapa kak?” katanya sambil tersenyum manja.

“Ngga, ngga papa kok.” kata saya agak grogi.

“Sudahlah, ayo Kak pijitnya yang agak keras dikit.”

“Iya, iya” jawab saya.

Saya lalu mulai mengelus-elus perutnya yang putih bersih itu, tanpa sengaja saya menyenggol gundukan di dadanya.

“Ahh..” katanya sambil menggeliatkan tubuhnya.

Saya dengan cepat memindahkan tangan, tetapi ia kembali menariknya.

“Tidak apa-apa kak, terusin saja.” katanya.

Wah, benar-benar malam ini adalah malam yang sangat menyenangkan bagi saya karena tidak pernah terlintas di dalam pikiran saya akan mendapat kesempatan seperti ini. Kesempatan untuk mengelus-elus tubuh Erlinda yang sangat meransang.

“Saya tidak boleh melewatkan kesempatan sebaik ini,” kata saya dalam hati.

Kini Erlinda semakin merasakan rabaan jari-jari saya, saya melihat dari desahan nafasnya dan dari tubuhnya yang sudah mulai hangat. Entah setan apa yang membuat Erlinda lupa diri, dia tiba-tiba menarik wajah saya, lalu mengusapnya dengan jari-jarinya yang lembut dan mulai mencium dan menggigit bibir saya.

Saya hanya pasrah dan terus terang saya juga sebenarnya sangat menginginkanya, namun selama ini saya pendam saja karena saya menghargainya dan menganggapnya sebagai adik saya sendiri. Tetapi saat ini pikiran itu telah sirna dari kepala saya yang dialiri oleh gelora darah muda saya yang menggelora. Ia terus mencium saya dan kini ia melepaskan kaos yang saya pakai lalu membuangnya di samping ranjang.

“Erlinda, ada apa ini?” tanya saya setengah tidak percaya dengan apa yang sedang ia lakukan.

Tetapi ia tidak memperdulikan kata-kata saya lagi. Melihat gelagat Erlinda yang sudah di luar batas kendali itu, saya pun tidak mau tinggal diam. Saya mulai membalas ciumannya, melumat bibirnya dan menghisap lehernya yang putih bersih.

Saya merasakan penis saya semakin keras dan berdenyut-denyut. Erlinda terus mencium bibir saya dengan nafas tersengal-sengal. Saya pun tidak mau kalah, saya mulai meremas-remas payudaranya yang masih kencang dan menantang. Kini saya mulai mengisap pucuknya.

“Achh..” ia menggeliat.

Nikmatnya Meki Perawan Anak Tanteku

Saya melihat Erlinda semakin menikmati perbuatannya. Sesekali ia menggerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan sambil mendesah nikmat. Erlinda melihat penis sudah mendongkrak celana pendek saya, ia lalu menyelipkan tangannya ke dalam CD saya dan ia kini sudah menggenggam penis saya yang berdiri tegak dengan otot-otot yang berwarna kebiruan. Ia lalu menarik celana pendek dan CD saya dan kemudian melemparkannya ke lantai.

Ia kembali menangkap penis saya dan mengocoknya dengan jari-jarinya yang lembut.

“Aachh.. achh..” benar-benar nikmat rasanya.

Saya merasakan penis saya semakin tegang dan semakin panjang. Ia terus mempermainkan milik saya yang sudah berdenyut-denyut dan mulai mengeluarkan cairan bening. Saya pun tidak mau ketinggalan. Saya lalu menyelipkan jari-jari saya ke selangkangannya. Saya merasakan lubang kemaluannya sudah hangat dan sudah sangat basah dengan cairan warna bening mengkilat. Rupanya ia sudah benar-benar sangat terangsang dengan permainan kami.

Dengan nafas yang tersengal-sengal, saya lalu melorotkan celana Erlinda lalu meremas-remas pahanya yang putih mulus dan masih kencang. Saya tidak sanggup lagi menahan nafsu saya yang sudah naik ke ubun-ubun saya. Dengan sekali tarik, saya berhasil melepaskan CD-nya Erlinda. Kini ia benar-benar bugil. Saya sejenak terpana menyaksikan tubuhnya yang kini tanpa sehelai benang, dengan kulit kuning langsat, halus, bersih dan bentuk badan yang sangat seksi sungguh nyaris sempurna.

Saya benar-benar tidak tahan melihat vaginya yang ditumbui rambut tipis dan halus dengan bentuknya yang mungil berwarna coklat agak kemerah-merahan. Kembali penis saya berdenyut-denyut, seakan meronta-ronta ingin menerjang lubang nikmat Erlinda yang masih terkatup rapat.

Saya sangat gemas melihat liang kemaluannya dan kini saya mulai mengusap-usap bibirnya dan meremas klitorisnya. Lubang nikmat Erlinda sudah sangat basah. Saya melihat Erlinda semakin terlelap dalam nafsunya. Ia hanya mengerang nikmat.

“Achh.. achh.. ohh.. ohh..”

Saya terus menjilat klitorisnya. Ia hanya mendesah, “Achh.. achh..” sambil menarik-narik pinggulnya.

“Kak, ayo masukin kak!” sambil menarik penis saya menuju bibir kemaluannya.

“Oke sayang,” lalu saya membuka kakinya.

Kemudian saya melipat kakinya dan menyuruhnya supaya ia membuka pahanya agak lebar. Saya lalu menarik pantat saya dan merapatkannya pada selangkangan Erlinda. Ia dengan cekatan meraih batang kemaluan saya lalu menempelkannya di bibir kemaluanya yang masih sangat rapat namun sudah basah dengan cairan lendirnya.

“Pelan-pelan ya kak, Erlinda belum biasa.”

“Iya sayang,” kata saya sambil mengecup bibirnya yang merekah basah.

Saya kemudian mendorongnya pelan-pelan.

“Achh.. sakit kak.”

“Tahan sayang.”

Saya lalu kembali mendorongnya pelan-pelan dan kini batang saya sudah bisa masuk setengahnya. Erlinda hanya menggeliat dan menggigit bibirnya. Saya terus mendorongnya sambil memeluk tubuhnya. Sesekali saya menyentaknya agak keras.

“Achhkk.. sakit kak, pelan-pelan donk!” memang kelaminnya masih sangat rapat, maklum ia masih perawan.

“Tahan ya sayang,” saya mencoba menenangkannya sambil memegang pinggulnya erat-erat.

“Akk..” Erlinda meringis keras.

Ia memukul dada saya dengan keras sambil menarik pantatnya.

“Sakit kak, sakitt..”

Saya merasakan batang kejantanan saya menembus sesuatu yang kenyal dalam lubang kenikmatan Erlinda. Rupanya batang saya telah berhasil menembul selaput daranya. Dari liang sorga Erlinda tampak mengalir darah segar. Saya terus menggoyang-goyangkan pinggul saya maju mundur sambil menciumi bibirnya dan meremas-remas gunungnya yang sangat menantang itu.

Sesekali saya melihat dia merapatkan kedua pahanya sambil mengigit bibirnya. Benar-benar milik Erlinda sungguh nikmat, saya merasakan vaginanya semakin basah dan licin, namun tetap saya merasakan kejantanan saya terjepit dan kadang seperti dihisap oleh vaginanya Erlinda.

Kini saya merasakan batang kemaluan saya sudah berdenyut-denyut sepertinya ingin memuntahkan sesuatu, namun saya tetap menahannya dengan mengurangi irama permainan saya.

“Terus kak, terus..” ia menggeliat.

Saya melihat kedua kakinya mengejang. Gerakan saya kembali saya pacu, membuat payudaranya agak bergoyang dan sepertinya semakin membesar berwarna kemerah-merahan.

“Achh.. achh.. Kak cepat kak, cepat kak.” sambil menggeliat

Ia merapatkan pahanya. Dia mulai menggerak-gerakkan tangannya mencari pegangan. Akhirnya ia memelukku dengan erat dan mengangkat kedua kakinya. Sambil menggigit bibirnya, ia memejamkan matanya. Saya merasakan kalau kini badannya sudah kaku dan hangat. Akhirnya Erlinda memelukku erat-erat dan mengangkat pantatnya sambil berteriak.”Achhkk..”

Saya merasakan badannya bergetar dan sepertinya ada sesuatu yang hangat menyentuh batang kejantanan saya, rupanya Erlinda sudah orgasme. Saya semakin tidak kuat menahan denyutan dari buah kejantanan saya, akibat kenikmatan yang diberikan Erlinda sangat luar biasa, batang saya semakin berdenyut-denyut dan kini saya benar-benar tidak sanggup lagi menahannya.

Lalu saya mempercepat gerakan saya dan mendorong penis saya lebih dalam lagi sambil menarik tubuh Erlinda dengan erat ke dalam pelukan saya. Saya merasakan kenikmatan yang sangat dahsyat itu. Kini semuanya mengaliri dan menggetarkan seluruh tubuh saya mulai dari ubun-ubun sampai ujung kaki saya.

Akhirnya,

“Srett.. srett.. srett..”

Kejantanan saya mengeluarkan cairan hangat dalam lubang kemaluan Erlinda. Saya sempat bingung dan takut karena telah menikmati tubuh Erlinda secara tidak sah. Namun rasa nikmat itu lebih dahsyat sehingga pikiran itu segera sirna. Saya hanya tersenyum lalu mengecup bibir Erlinda dan mengucapkan terima kasih pada Erlinda.

Tampak tubuh Erlinda basah dengan keringatnya tetapi terlihat wajahnya berseri-seri karena puas. Erlinda hanya merapatkan kedua tangannya ke sisi tubuhnya. Ketika saya mencabut batang kejantanan saya dari vaginanya ia hanya tersenyum saja. Astaga, saya melihat di sprey Erlinda terdapat bercak darah. Tetapi segera Erlinda bangun dan menenangkan saya.

“Tenang mas, nanti saya cuci, tak akan ada yang mengetahuinya.” katanya sambil meletakkan jarinya di kedua bibir saya.

Kami berdua lalu menuju ke kamar mandi. Di situ kami masih sempat melakukannya sekali lagi, lalu akhirnya kami kembali mandi dan kembali ke kamarnya Erlinda. Setelah saya mengambil baju dan celana, saya pun menuju ruang tamu. Tidak lama kemudian keluarlah Erlinda dari kamarnya lalu mengajak saya makan malam berdua. Katanya, ia sengaja duluan makan karena tidak ingin bertemu dengan om dan tante malam ini. Mungkin Erlinda malu dan takut kalau perbuatan kami ketahuan. Setelah makan, ia kembali ke kamarnya. Entah ia tidur atau belajar, saya tidak tahu pasti.

Tidak lama kemudian, om dan tante saya datang. Mereka menceritakan keadaan pesta itu yang katanya cukup ramai dibanding tahun lalu karena tahun ini siswanya lulus 100 persen dengan nilai tertinggi di kota kami. Om saya menanyakan Erlinda, tetapi saya katakan mungkin ia sudah tidur sebab tadi setelah makan ia sempat mengatakan kepada saya bahwa ia agak lelah. Om saya hanya menggangguk lalu menuju kamarnya, katanya ia juga sudah makan dan kini ia pun ingin istirahat.

Cerita sex : Petualangan Sex Dengan Penjual Nasi Bahenol

Saya tersenyum puas dan kembali menonton sebentar, lalu masuk kamar saya. Di dalam kamar, saya tidak bisa tidur membayangkan kejadian yang baru saja terjadi beberapa jam yang lalu. Malam ini saya sangat senang karena telah merasakan sesuatu yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya dan pengalaman yang sangat manis ini tentu tidak akan pernah saya lupakan sepanjang hidup saya.

#Nikmatnya #Meki #Perawan #Anak #Tanteku

Diajarin Dunia Sex Oleh Tanteku Sendiri Terbaru Malam Ini

Diajarin Dunia Sex Oleh Tanteku Sendiri

 Ini tentang kisahku yang dulu ketemu dengan Tante Juliet, perkenalkan nama saya Sony, Singkat cerita waktu saya sedang duduk santai dan sedang membaca majalah, si tante Juliet juga sedang di teras rumahnya, sedang menyapu rumahnya, kemudian saya menyapa tante Julie

“Eeeh tante? sapaku”, 

Son kamu lagi ngapain tanyanya 

Lagi baca majalah tante jawabku 

Majalah apa ayo jangan-jangan kamu baca majalah porno ya ?tanyanya penasaran 

Kalau ya emang kenapa tante nggak boleh ya jawabku 

Nggak pa-pa koq itu berarti keponakan tante udah gede ya khan katanya

“Ya tante punya Sony udah gede lo kepalanya lucu kayak Helm NAZI” kataku mancing 

“Dan apanya yang gede anak manis tante nggak ngerti” tanyanya lagi

“Ini tante burung Sony udah gede lo” kataku sambil nunjuk ke arah selangkanganku 

“Ahhh kamu nakal ya entar tante bilangin ama oom kamu baru nyaho kamu” katanya 

Lalu tante Juliet kembali bekerja

Dan di dalam ruang kerja kantor tante Juliet bekerja menggunakan komputernya sedangkan aku sendiri bosan baca majalah lalu bermain game dengan komputerku tepat di sebelah meja tante Juliet Saat itu kulihat tante Juliet sedang sibuk dengan pekerjaannya tentu saja kesempatan ini kugunakan sebaik-baiknya Aku menikmati kecantikan tanteku sepuasku Keperhatikan wajah tante Juliet yang begitu cantik lalu buah dadanya yang padat Karena tante Juliet menggunakan rok span yang mini maka ketika ia duduk dgn menumpangkan kakinya pahanya yang putih mulus itu langsung terlihat juga betisnya yang indah kutatap habis-habisan

Lalu namun tiba-tiba tante Juliet menatapku sambil tersenyum menggoda 

“Lagi ngeliatin apa kamu Sony?” katanya Dag dig dug derrr! Astaga aku benar-benar kaget jantungku serasa copot aku sangat panik dan

“Eh anu ehm nggak kok tante” jawabku terbata-bata 

“Kamu nggak usah bohong sayang Nggak apa-apa kok kalau kamu suka ama tante” katanya sambil tersenyum nakal 

Namun tante Juliet malah berdiri ke arah pintu dan menguncinya lalu menghampiriku dan berdiri tepat di depanku bau harum parfumnya terasa olehku Tentu saja aku jadi makin berdebar-debar nggak karuan Lalu 

“ Son menurut Sony tante cantik dan sexy nggak sih ?” tanyanya menggoda

“Eh enggg iya tante cantik dan sexy malah jauh lebih cantik dari Tamara Maen Sky” jawabku becanda sambil menunduk 

“Ahhh yang bener Son eee kalau begitu Sony mau dong kalau tante Juliet minta tolong?” katanya sambil mengecup pipiku Wow Perasaanku saat itu benar-benar campur-aduk aku merasakan kelembutan bibirnya namun bercampur dengan grogi dan bingung Aku hanya bisa mengangguk saja Lalu tante Juliet memegang tanganku dan menariknya dengan lembut sehingga aku bangun dari dudukku 

“Son ayo sini ikut tante tante mau ajarin Sony sesuatu” katanya sambil menuntunku berjalan ke arah meja kerja yang kosong Aku mengikuti semua kemauan tanteku yang genit ini 

“Nah anak manis sekarang kamu berdiri di sini dan diam dulu yah” katanya Aku berdiri dengan bersandar pada meja Lalu tiba-tiba tante Juliet mengecup bibirku dengan lembut aku benar-benar kaget tapi rasanya benar-benar nikmat bibir tante Juliet terasa lembut dan basah

Hingga aku hanya bisa diam saja sambil memejamkan mata dan terus-terang saat itu otongku langsung naik Kemudian tiba-tiba tangan tante Juliet bergerak menuju celana kayaknya dia mau melepasnya Tante “aduhhh Sony mau diapain?” tanyaku gugup 

“Udah dong ahhh kamu nurut aja ya percaya deh sama tante pasti nanti kamu suka” bujuknya sambil kembali tersenyum nakal Lalu tante Juliet mulai berlutut dihadapanku dan mulai melepas resletingku dan “Tante jangan tante jangan ohhh” aku sungguh terasa panas-dingin namun tante Juliet tidak memperdulikanku ia malah sibuk sendiri nampaknya nafsu birahinya sudah tak bisa lagi dikendalikan Setelah resletingnya terbuka lalu tante Juliet melorotkannya karena aku tidak pernah memakai CD(habis gerah dan agak gatel-gatel gimana gicu) langsung saja otongku terjulai keluar

“Wooow besar juga punya kamu Son” katanya sambil menatap otongku dengan tatapan buasnya 

“Ooohhh tante jangannn” ujarku lirih dengan gemetar lututku terasa lemas Tante Juliet yang tahu akan keadaanku lalu memegang pinggangku dan menyuruhku naik duduk di meja Lalu tante Juliet memegang otongku yang sudah tegang itu

Dan ahhh genggaman jari-jari lentik tante Juliet terasa sangat lembut di otongku Tiba-tiba dengan lembut tante Juliet menjilat kepala otongku perlahan 

“Ahhh taaannnteee” jeritku lirih Rasanya sulit dilukiskan pokoknya bergetar seluruh tubuhku saat lidah tante Juliet yang lembut menyapu permukaan kepala otongku Lalu tanpa sungkan-sungkan lagi tante Juliet langsung mengulum otongku benar-benar gila rasanya

“Aaaahhh tanteee aaaah ohhh” aku mengerang-ngerang tak karuan

Kini tante Juliet terus mengulum-ngulum sambil mengocok-ngocok dan menyedot-nyedot otongku. Luar biasa rasanya tak terbayangkan nikmatnya Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang tak tertahankan yang akan keluar dari tubuhku Aku makin menggila mengerang-ngerang tante Juliet yang rupanya tahu waktunya telah tiba langsung menyedot otongku kuat-kuat dan 

“Ahhh taaannnn Aaaarggghhh” aku menjerit kencang dan air maniku muncrat menyembur keluar untuk pertama kali aku merasakan puncak kenikmatan yang tak terbayangkan bersama tanteku Lalu tubuhku terkulai lemas tergeletak di atas meja Namun air maniku yang tadi menyembur keluar di dalam mulut tante Juliet malah disedot dihisap dan ditelannya

Memang nampaknya tante Juliet rakus sekali dengan air maniku bahkan karena saking banyaknya ada air maniku yang meleleh keluar dari mulutnya dan melumuri sekitar bibirnya dan dengan menggunakan lidahnya tante Juliet menyapunya semua lalu menelannya

“Wow punyamu enak sayang gimana rasanya enak khan” katanya sambil terus menjilati otongku 

“Aduhhh Sony rasanya seperti orang mabuk tapi enak tante” kataku. Lalu dengan sisa tenaga yang ada aku berjalan ke sofa panjang di ruangan itu dan aku langsung rebah disitu dan terlelap Sekitar 1/2 jam aku tertidur ketika terbangun aku merasakan suatu perasaan yang senang Aku melihat tante Juliet masih bekerja Aku melihat dia melepas sepatunya ohhh sungguh indah kakinya

Setelah itu nampaknya perkerjaannya sudah hampir selesai lalu Setelah pekerjaan tante selesai dan mematikan komputernya ia menghampiriku 

“Son badan tante pegel nih pijitin dong sayang?” pintanya 

“Iya tante” jawabku 

Tante Juliet langsung terlungkup di sofa panjang yang satunya Aku tertegun dengan bentuk tubuh tanteku ohhh begitu lansing dan bokongnya yang besar ohhh serta kakinya yang sexy 

“ohhh Ayo kok malah bengong sih” seru tante 

“Eeehhh iya tante” kataku pelan Lalu kuusap pelan-pelan pundak tante lalu perlahan kupijit-pijit lalu turun pelan-pelan ke punggungnya

Ketika hampir mencapai ke dua buah pantatnya yang montok itu aku agak ragu 

“Ayo Son jangan berhenti dong” serunya Dengan agak berdebar kutempelkan kedua telapak tanganku ke buah pantatnya yang padat berisi itu Wah sungguh empuk sekali lalu kuremas-remas perlahan 

“Hmmm nah gitu dong pintar kamu Son” kata tante Juliet sambil merasakan nikmat Setelah agak lama bermain di pantat tante Juliet tanganku kembali merayap menyelusuri paha bagian belakang dan betisnya . Wah betis indah tante Juliet yang biasanya hanya bisa kulihat dan kubayangkan saja sekarang kuusap-usap dan kuremas-remas dengan lembut sungguh halus sekali rasanya mulus dan lembut Kemudian tante Juliet bangun dari terlungkupnya dan kini duduk bersandar di sofa

“Soooon tolong lepas sepatu tante !” perintahnya Aku pun melakukan perintahnya melepas sepatunya dengan hati-hati Setelah dilepas aku lihat ujung kakinya pun sangat halus dan mulus 

“Soon kamu mau kan jilatin kaki tante !” perintahnya Aku ragu tapi berikutnya tanpa ragu lagi aku ikuti perintahnya

Aku jilat telapak kaki tante Juliet yang mulus itu lalu kujilatin pula tumitnya yang berwarna merah jambu itu Baunya khas tapi nggak bau kayak kakiku 

Diajarin Dunia Sex Oleh Tanteku Sendiri

“Ehmmmm kamu nakal ya” tante Juliet kegelian Lalu Terus naik ke atas dong sayang pintanya lirih Dari telapak kaki dan tumitnya jilatanku naik ke atas Kujilati betis mulus dan indah tante Juliet benar-benar lembut sekali terasa di lidahku Jilatanku terus naik ke atas kusingkapkan setengah rok spannya ke atas lalu kujilati paha tante Juliet membuatnya terus menerus merintih kegelian tapi pasti nikmat dong

“Soooon tolong bukain CD tante yah” lalu tante Juliet menyingkapkan seluruh roknya ke atas sehingga CD-nya yang berwarna putih nampak sangat jelas di depanku Uhuiii! ternyata di bagian tengah CD-nya telah basah rupanya tante Juliet sudah sangat terangsang Tanpa membuka roknya yang disingkapkan ke atas dengan hati-hati kuturunkan CD tante Juliet Wah luar biasa baru kali ini aku menyaksikan yang secara langsung memek seorang wanita Memek tante Juliet sangat indah bulu-bulunya sangat lebat bentuk bukit memeknya cembung di tengahnya terdapat garis bibir memek yang berwarna kemeraha-merahan sangat merangsang birahi apalagi di pinggirannya telah nampak basah oleh cairan birahinya

“ayo Son jilatin memek tante ya cepet ya udah nggak tahan nih” serunya Lalu aku dekati memek tante Juliet bau harum birahinya sangat keras tercium mula-mula dengan perlahan aku mulai menjilati pinggiran memeknya 

“Ssshhh aaahhh ya gitu Sonnnn aahhh terusss ohhh” tante Juliet mendesis-desis kegelian dan nikmat Tante Juliet duduk sambil membuka kakinya lebar-lebar selonjoran di sofa sementara aku menjilati memeknya yang udah banjir bandang

Aku terus menjilati pinggiran memek tante Juliet yang telah basah itu rasanya asin-asin enak Setelah pinggiran memeknya aku mulai berpindah menjilati tengahnya kulihat di bibir memek tante Juliet yang masih rapat itu terdapat cairan basah lalu aku jilat bagian tengah yang memanjang di memeknya lalu

“Ssssssstthhhhh terusss ohhh” tante Juliet mendesis panjang Lalu kujilati bagian dalam memeknya kukorek dengan lidah seluruh dinding bagian dalam memeknya untuk mendapatkan cairan memeknya sehingga membuatnya menggelinjang-gelinjang 

“Sonnn aaaaahhh Aaaahhh “ tante Juliet terus mengerang-ngerang

Kemudian lalu dengan jariku aku renggangkan kedua bibir memek tante Juliet lalu sedikit diangkat ke atas maka tampaklah ujung clitnya yang mungil yang berwarna pink Lalu dengan sekali jilatan panjang aku jilat ***** itu dan “Aaaaaaaaaauuhhhhhh” tante Juliet langsung menjerit ia tersentak kaget 

“Sonnn kamu pintar sayang hhhmmm?” tanyanya sambil tetap mengerang Gimana tante rasanya sahutku 

“Enak sayang ayo terusss” katanya sambil mengerang lagi Aku terus menjilati clitnya kugosok dengan lidahku membuatnya semakin gila menjerit-jerit dan menggelinjang-gelinjang dan 

“Aaahhh ahhh aaarghhh eehhhmm” erangnya lagi Lalu kusedot ***** tante Juliet dengan satu sedotan panjang tiba-tiba tante Juliet langsung menjerit keras 

“Aaakkkhhhh tanteee keluarrrr ohhhh” badannya mengejang bergetar kedua pahanya dirapatkannya ke kepalaku dan tangannya meremas sofa itu dengan kuatnya

Hingga Tante Juliet sedang merasakan puncak kenikmatan orgasme yang luar biasa lendir hangat orgasmenya keluar dari dalam memeknya dan aku sedot lagi memeknya kuat-kuat membuat erangannya semakin panjang 

“Aakhhhhh Sonnnn eemmhhh eemhhh” dan akhirnya tante Juliet tergeletak lemas Setelah terbaring lemas di sofa beberapa saat tante Juliet kembali bangkit lalu menarikku ke sofa dan menciumku melumat bibirku lalu lidahnya didesakannya masuk ke mulutku Dan Aku yang belum berpengalaman menerima saja Lidah tante Juliet bermain di dalam mulutku mengait-ngait lidahku Wah rasanya geli nikmat dan basah

Dan Kemudian tante Juliet melepaskan lumatannya lalu melepaskan kaosku sehingga kini aku telanjang bulat Kemudian tante Juliet mendorong badanku agar aku terlentang di sofa Ia menatap otongku yang sudah mulai bangun kembali digenggamnya batang otongku yang langsung saja membuatnya makin mengeras lalu di kocok-kocoknya Mulanya perlahan lama-kelaman makin cepat

Wah rasanya benar-benar aduhai Lalu tante Juliet melumat batang dan kepala otongku Waaaaaaah rasanya semakin ruar biasa Lalu tante melepaskan lumatannya di otongku lalu tante Juliet mulai melepaskan pakaian kerjanya Aku bangkit dan terduduk di sofa Melihat pemandangan itu aku jadi deg-degan namun kali ini sedikit bercampur nafsu Dan akhirnya tante Juliet membuka seluruh pakaiannya termasuk BH dan CD-nya sehingga ia kini benar-benar telanjang bulat

Waaaah ruar biasa indahnya tubuh tante Juliet yang putih mulus sangat montok dan seksi Aku sekarang benar-benar super terangsang

“Gimana Son kamu suka tubuh tante kan pasti kamu belum pernah melihat langsung cewek telanjang iya kan?” tanyanya sambil menggodaku Aku hanya tersipu sambil menganggukan kepala dengan jempol tanganku kukenyot tante Juliet tertawa cekikikan Lalu tante Juliet meraih tanganku dan diletakan diatas buah dadanya yang montok Wuih walau aku deg-degan tapi rasanya sangat empuk dan lembut sekali

“Nah Son kamu remas tetek tante yach” katanya Tanpa disuruh dua kali aku langsung meremasnya dengan perlahan 

“Heeemmmmmm” tante Juliet mendesah Aku terus meremas-remas dengan nikmat dan “Hmmmm stthhh aaahhhhh terussss Sonnn ohhhh” tante Juliet terus mendesah Namun rupanya tegangan birahi tante Juliet sudah sangat super tinggi Tiba-tiba aku langsung diterjangnya dipeluk serta dilumatnya bibirku dengan penuh nafsu Benar-benar baru kurasakan yang namanya cumbuan dan pelukan wanita apalagi kita sama-sama dalam keadaan telanjang bulat jantung ini berdetak kencang Tangan tante Juliet merayap mencari otongku lalu digenggamnya batang otongku.

Kemudian Lalu sambil dalam posisi mendudukiku tante Juliet mengarahkan ujung kepala otongku ke memeknya 

“Tante Sony mau diapain ja jangan dimasukin tante Sony masih perjaka” kataku terbata-bata 

“Nggak pa-pa sayang sekarang kamu nurut tante aja ya” kata tante Juliet sambil tersenyum menggodaku

Lalu tante Juliet langsung menekan memeknya ke kepala otongku 

“Ahhhh aku mengerang merasakan seretnya otongku masuk ke memek tante Juliet 

“Sttthhh ohhh” tante Juliet pun rupanya merasakan gesekan otongku dengan memeknya Walaupun telah basah oleh lendir memeknya namun memek tante Juliet memang masih sempit jadi cuma sepertiga batang otongku yang baru berhasil masuk Namun tante Juliet terus memaksakan batang otongku masuk sampai aku sendiri takut kalau batang otongku lecet 

“Stthhhh aaaaaahhh” akhirnya seluruh batang otongku masuk ke dalam memek tante Juliet Sungguh luar biasa nikmat sekali rasanya batang otongku di dalam memek tante Juliet hangat lembab basah dan serasa dihisap masuk ke dalam lubang sempit yang berulir

Hingga kemudian tante Juliet mulai menaik-nurunkan bokong dan pinggulnya tante Juliet mengocok otongku di dalam memeknya 

“Aaaaahhhh enaaakkk oiiii aaaaaahhh” aku benar-benar merasakan nikmatnya yang pertama kali dengan tanteku sendiri Tante Juliet pun tak kalah menjerit-jeritnya 

“Sstthhh Aaaaaahhh Sonnn aaaaaaahhh” erangnya

Tante Juliet tampaknya seperti sudah lupa daratan dia terus menggoyangkan bokong dan pinggulnya keatas-kebawah maju-mundur kiri-kanan meliuk-liukan pinggulnya sambil mengerang-ngerang dan menjerit-jerit 

“Tannn jangan keras-keras otong Sony sakit” kataku 

“Sakit ya deh maafin tante sayang” katanya sambil terus bergoyang lembut Sampai setelah sekitar 15 menit tiba-tiba tante Juliet menjerit kencang badannya mengejang ditekannya memeknya ke otongku kuat-kuat sambil mencengkram erat ke sofa 

“Sonnn Aaaaaaaakkkh” erangnya Aku merasakan memek tante Juliet dengan sangat kuat menjepit dan mengempot otongku rasanya memang sangat ruar biasa nikmat dari dalam memeknnya kurasakan keluar banyak sekali cairan

Karena merasakan jepitan dan empotan yang sangat dahsyat tiba-tiba aku merasakan kembali sesuatu yang sangat tak tertahankan dan akhirnya 

“Taaannnnn aaaakhhhhh” aku menjerit dengan kerasnya Aku merasakan nikmatnya rasa yang luar biasa yang tidak bisa kulukiskan air maniku muncrat dengan derasnya di dalam memek tante Juliet

Tante Juliet tersenyum nakal kepadaku lalu memelukku aku merasa sangat lemas Dan akhirnya kami berdua tertidur sambil berpelukan telanjang di sofa itu Ketika aku bangun tante Juliet tersenyum kepadaku dan berkata 

“Sonnn tenyata kamu hebat tante nggak nyangka keponakan tante udah pandai” katanya sambil mengecup bibirku Aku hanya tersipu saja 

“Lain kali kamu mau kan tante ajarin lagi?” katanya 

“Iya tante Sony nurut tante aja” jawabku sambil menggangguk 

“Nah gitu dong Itu baru ponakan tante tersayang” katanya lagi.

Cerita sex : Keperjakaanku Diambil Oleh Tante Yang Baru Dikenal

Dan sejak saat itu setiap ada kesempatan kami selalu melakukan hubungan seks Bahkan pernah dengan alasan mengajakku jalan-jalan tante Juliet pernah mengajakku ke apartement miliknya dan kami pun melalukannya lagi pokoknya ruar biasa deh Hal-hal seperti itu terus kami lakukan sampai akhirnya aku menikah dan pindah ke Inggris Tepatnya di kota Liverpool karena aku menjadi pemain inti dari klub Liverpool Begitulah kisah pengalaman seks-ku yang pertama kali dahulu yang tak dapat kulupakan.

#Diajarin #Dunia #Sex #Oleh #Tanteku #Sendiri

Muasin Tanteku Yang Kesepian Terbaru Malam Ini

Muasin Tanteku Yang Kesepian

“Kiing..” jam di meja memaksa aku untuk memicingkan mata.

“Wah gawat, telat nih” dengan tergesa-gesa aku bangun lalu lari ke kamar mandi.

Pagi itu aku ada janji untuk menjaga rumah tanteku. Oh ya, tanteku ini orangnya cantik dengan wajah seperti artis sinetron, namanya Ninik. Tinggi badan 168, payudara 34, dan tubuh yang langsing. Sejak kembali dari Malang, aku sering main ke rumahnya. Hal ini aku lakukan atas permintaan tante Ninik, karena suaminya sering ditugaskan ke luar pulau.

Oh ya, tante Ninik mempunyai dua anak perempuan Dini dan Fifi. Dini sudah kelas 2 SMA dengan tubuh yang langsing, payudara 36B, dan tinggi 165. Sedangkan Fifi mempunyai tubuh agak bongsor untuk gadis SMP kelas 3, tinggi 168 dan payudara 36. Setiap aku berada di rumah tante Fifi aku merasa seperti berada di sebuah harem. Tiga wanita cantik dan seksi yang suka memakai baju-baju transparan kalau di rumah. Kali ini aku akan ceritakan pengalamanku dengan tante Ninik di kamarnya ketika suaminya sedang tugas dinas luar pulau untuk 5 hari.

Hari Senin pagi, aku memacu motorku ke rumah tante Ninik. Setelah perjalanan 15 menit, aku sampai di rumahnya. Langsung aku parkir motor di teras rumah. Sepertinya Dini dan Fifi masih belum berangkat sekolah, begitu juga tante Ninik belum berangkat kerja.

“Met pagi semua” aku ucapkan sapaan seperti biasanya.

“Pagi, Mas Firman. Lho kok masih kusut wajahnya, pasti baru bangun ya?” Fifi membalas sapaanku.

“Iya nih kesiangan” aku jawab sekenanya sambil masuk ke ruang keluarga.

“Fir, kamu antar Dini dan Fifi ke sekolah ya. Tante belum mandi nih. Kunci mobil ada di tempat biasanya tuh.” Dari dapur tante menyuruh aku.

“OK Tante” jawabku singkat.

“Ayo duo cewek paling manja sedunia.” celetukku sambil masuk ke mobil. Iya lho, Dini dan Fifi memang cewek yang manja, kalau pergi selalu minta diantar.

“Daag Mas Firman, nanti pulangnya dijemput ya.” Lalu Dini menghilang dibalik pagar sekolahan.

Selesai sudah tugasku mengantar untuk hari ini. Kupacu mobil ke rumah tante Ninik.

Setelah parkir mobil aku langsung menuju meja makan, lalu mengambil porsi tukang dan melahapnya. Tante Ninik masih mandi, terdengar suara guyuran air agak keras. Lalu hening agak lama, setelah lebih kurang lima menit tidak terdengar gemericik air aku mulai curiga dan aku hentikan makanku.

Setelah menaruh piring di dapur. Aku menuju ke pintu kamar mandi, sasaranku adalah lubang kunci yang memang sudah tidak ada kuncinya. Aku matikan lampu ruang tempatku berdiri, lalu aku mulai mendekatkan mataku ke lubang kunci. Di depanku terpampang pemandangan alam yang indah sekali, tubuh mulus dan putih tante Ninik tanpa ada sehelai benang yang menutupi terlihat agak mengkilat akibat efek cahaya yang mengenai air di kulitnya. Ternyata tante Ninik sedang masturbasi, tangan kanannya dengan lembut digosok-gosokkan ke vaginanya. Sedangkan tangan kiri mengelus-elus payudaranya bergantian kiri dan kanan.

Terdengar suara desahan lirih, “Hmm, ohh, arhh”.

Kulihat tanteku melentingkan tubuhnya ke belakang, sambil tangan kanannya semakin kencang ditancapkan ke vagina. Rupanya tante Ninik ini sudah mencapai orgasmenya. Lalu dia berbalik dan mengguyurkan air ke tubuhnya. Aku langsung pergi ke ruang keluarga dan menyalakan televisi. Aku tepis pikiran-pikiran porno di otakku, tapi tidak bisa. Tubuh molek tante Ninik, membuatku tergila-gila. Aku jadi membayangkan tante Ninik berhubungan badan denganku.

“Lho Fir, kamu lagi apa tuh kok tanganmu dimasukkan celana gitu. Hayo kamu lagi ngebayangin siapa? Nanti aku bilang ke ibu kamu lho.” Tiba-tiba suara tante Ninik mengagetkan aku.

“Kamu ini pagi-pagi sudah begitu. Mbok ya nanti malam saja, kan enak ada lawannya.” Celetuk tante Ninik sambil masuk kamar.

Aku agak kaget juga dia ngomong seperti itu. Tapi aku menganggap itu cuma sekedar guyonan. Setelah tante Ninik berangkat kerja, aku sendirian di rumahnya yang sepi ini. Karena masih ngantuk aku ganti celanaku dengan sarung lalu masuk kamar tante dan langsung tidur.

“Hmm.. geli ah” Aku terbangun dan terkejut, karena tante Ninik sudah berbaring di sebelahku sambil tangannya memegang Mr. P dari luar sarung.

“Waduh, maafin tante ya. Tante bikin kamu terbangun.” Kata tante sambil dengan pelan melepaskan pegangannya yang telah membuat Mr. P menegang 90%.

“Tante minta ijin ke atasan untuk tidak masuk hari ini dan besok, dengan alasan sakit. Setelah ambil obat dari apotik, tante pulang.” Begitu alasan tante ketika aku tanya kenapa dia tidak masuk kerja.

“Waktu tante masuk kamar, tante lihat kamu lagi tidur di kasur tante, dan sarung kamu tersingkap sehingga celana dalam kamu terlihat.

Tante jadi terangsang dan pingin pegang punya kamu. Hmm, gedhe juga ya Mr. P mu” Tante terus saja nyerocos untuk menjelaskan kelakuannya.

“Sudahlah tante, gak pa pa kok. Lagian Firman tahu kok kalau tante tadi pagi masturbasi di kamar mandi” celetukku sekenanya.

“Lho, jadi kamu..” Tante kaget dengan mimik setengah marah.

“Iya, tadi Firman ngintip tante mandi. Maaf ya. Tante gak marah kan?” agak takut juga aku kalau dia marah.

Tante diam saja dan suasana jadi hening selama lebih kurang 10 menit. Sepertinya ada gejolak di hati tante. Lalu tante bangkit dan membuka lemari pakaian, dengan tiba-tiba dia melepas blaser dan mengurai rambutnya. Diikuti dengan lepasnya baju tipis putih, sehingga sekarang terpampang tubuh tante yang toples sedang membelakangiku. Aku tetap terpaku di tempat tidur, sambil memegang tonjolan Mr. P di sarungku. Bra warna hitam juga terlepas, lalu tante berbalik menghadap aku. Aku jadi salah tingkah.

“Aku tahu kamu sudah lama pingin menyentuh ini..” dengan lembut tante berkata sambil memegang kedua bukit kembarnya.

“Emm.., nggak kok tante. Maafin Firman ya.” Aku semakin salah tingkah.

“Lho kok jadi munafik gitu, sejak kapan?” tanya tanteku dengan mimik keheranan.

“Maksud Firman, nggak salahkan kalau Firman pingin pegang ini..!” Sambil aku tarik bahu tante ke tempat tidur, sehingga tante terjatuh di atas tubuhku.

Langsung aku kecup payudaranya bergantian kiri dan kanan.

“Eh, nakal juga kamu ya.. ihh geli Fir.” tante Ninik merengek perlahan.

“Hmm..shh” tante semakin keras mendesah ketika tanganku mulai meraba kakinya dari lutut menuju ke selangkangannya.

Rok yang menjadi penghalang, dengan cepatnya aku buka dan sekarang tinggal CD yang menutupi gundukan lembab. Sekarang posisi kami berbalik, aku berada di atas tubuh tante Ninik. Tangan kiriku semakin berani meraba gundukan yang aku rasakan semakin lembab. Ciuman tetap kami lakukan dibarengi dengan rabaan di setiap cm bagian tubuh. Sampai akhirnya tangan tante masuk ke sela-sela celana dan berhenti di tonjolan yang keras.

“Hmm, boleh juga nih. Sepertinya lebih besar dari punyanya om kamu deh.” tante mengagumi Mr. P yang belum pernah dilihatnya.

“Ya sudah dibuka saja tante.” pintaku.

Lalu tante melepas celanaku, dan ketika tinggal CD yang menempel, tante terbelalak dan tersenyum.

“Wah, rupanya tante punya Mr. P lain yang lebih gedhe.” Gila tante Ninik ini, padahal Mr. P-ku belum besar maksimal karena terhalang CD.

Aksi meremas dan menjilat terus kami lakukan sampai akhirnya tanpa aku sadari, ada hembusan nafas diselangkanganku. Dan aktifitas tante terhenti. Rupanya dia sudah berhasil melepas CD ku, dan sekarang sedang terperangah melihat Mr. P yang berdiri dengan bebas dan menunjukkan ukuran sebenarnya.

“Tante.. ngapain berhenti?” aku beranikan diri bertanya ke tante, dan rupanya ini mengagetkannya.

“Eh.. anu.. ini lho, punya kamu kok bisa segitu ya..?” agak tergagap juga tante merespon pertanyaanku.

“Gak panjang banget, tapi gemuknya itu lho.. bikin tante merinding” sambil tersenyum dia ngoceh lagi.

Tante masih terkesima dengan Mr. P-ku yang mempunyai panjang 14 cm dengan diameter 4 cm.

“Emangnya punya om gak segini? ya sudah tante boleh ngelakuin apa aja sama Mr. P ku.” Aku ingin agar tante memulai ini secepatnya.

“Hmm, iya deh.” Lalu tante mulai menjilat ujung Mr. P.

Ada sensasi enak dan nikmat ketika lidah tante mulai beraksi naik turun dari ujung sampai pangkal Mr. P

“Ahh.. enak tante, terusin hh.” aku mulai meracau.

Lalu aku tarik kepala tante Ninik sampai sejajar dengan kepalaku, kami berciuman lagi dengan ganasnya.

Lebih ganas dari ciuman yang pertama tadi.

Tanganku beraksi lagi, kali ini berusaha untuk melepas CD tante Ninik.

Akhirnya sambil menggigit-gigit kecil puting susunya, aku berhasil melepas penutup satu-satunya itu.

Tiba-tiba, tante merubah posisi dengan duduk di atas dadaku.

Sehingga terpampang jelas vaginanya yang tertutup rapat dengan rambut yang dipotong rapi berbentuk segitiga.

“Ayo Fir, gantian kamu boleh melakukan apa saja terhadap ini.” Sambil tangan tante mengusap vaginanya.

“OK tante” aku langsung mengiyakan dan mulai mengecup vagina tante yang bersih.

“Shh.. ohh” tante mulai melenguh pelan ketika aku sentuh klitorisnya dengan ujung lidahku.

“Hh.. mm.. enak Fir, terus Fir.. yaa.. shh” tante mulai berbicara tidak teratur.

Semakin dalam lidahku menelusuri liang vagina tante. Semakain kacau pula omongan tante Ninik. “Ahh..Fir..shh..Firr aku mau keluar.” tante mengerang dengan keras.

Muasin Tanteku Yang Kesepian

“Ahh..” erangan tante keras sekali, sambil tubuhnya dilentingkan ke kebelakang.

Rupanya tante sudah mencapai puncak. Aku terus menghisap dengan kuat vaginanya, dan tante masih berkutat dengan perasaan enaknya.

“Hmm..kamu pintar Fir. Gak rugi tante punya keponakan seperti kamu. Kamu bisa jadi pemuas tante nih, kalau om kamu lagi luar kota. Mau kan?” dengan manja tante memeluk tubuhku.

“Ehh, gimana ya tante..” aku ngomgong sambil melirik ke Mr. P ku sendiri.

“Oh iya, tante sampai lupa. Maaf ya” tante sadar kalau Mr. P ku masih berdiri tegak dan belum puas.

Dipegangnya Mr. P ku sambil bibirnya mengecup dada dan perutku. Lalu dengan lembut tante mulai mengocok Mr. P. Setelah lebih kurang 15 menit tante berhenti mengocok.

“Fir, kok kamu belum keluar juga. Wah selain besar ternyata kuat juga ya.” tante heran karena belum ada tanda-tanda mau keluar sesuatu dari Mr.Pku.

Tante bergeser dan terlentang dengan kaki dijuntaikan ke lantai. Aku tanggap dengan bahasa tubuh tante Ninik, lalu turun dari tempat tidur. Aku jilati kedua sisi dalam pahanya yang putih mulus.

Bergantian kiri-kanan, sampai akhirnya dipangkal paha. Dengan tiba-tiba aku benamkan kepalaku di vaginanya dan mulai menyedot. Tante menggelinjang tidak teratur, kepalanya bergerak ke kiri dan kanan menahan rasa nikmat yang aku berikan. Setelah vagina tante basah, tante melebarkan kedua pahanya.

Aku berdiri sambil memegang kedua pahanya. Aku gesek-gesekkan ujung Mr. P ke vaginanya dari atas ke bawah dengan pelan. PErlakuanku ini membuat tante semakin bergerak dan meracau tidak karuan.

“Tante siap ya, aku mau masukin Mr. P” aku memberi peringatan ke tante.

“Cepetan Fir, ayo.. tante sudah gak tahan nih.” tante langsung memohon agar aku secepatnya memasukkan Mr. P.

Dengan pelan aku dorong Mr. P ke arah dalam vagina tante Ninik, ujung kepalaku mulai dijepit bibir vaginanya.

Lalu perlahan aku dorong lagi hingga separuh Mr. P sekarang sudah tertancap di vaginanya.

Aku hentikan aktifitasku ini untuk menikmati moment yang sangat enak. Pembaca cobalah lakukan ini dan rasakan sensasinya.

Pasti Anda dan pasangan akan merasakan sebuah kenikmatan yang baru.

“Fir, kok rasanya nikmat banget.. kamu pintar ahh.. shh” tante berbicara sambil merasa keenakan.

“Ahh.. shh mm, tante ini cara Firman agar tante juga merasa enak” Aku membalas omongan tante.

Lalu dengan hentakan lembut aku mendorong semua sisa Mr. P ke dalam vagina tante.

“Ahh..” kami berdua melenguh.

Kubiarkan sebentar tanpa ada gerakan, tetapi tante rupanya sudah tidak tahan. Perlahan dan semakin kencang dia menggoyangkan pinggul dan pantatnya dengan gerakan memutar. Aku juga mengimbanginya dengan sodokan ke depan.

Vagina tante Ninik ini masih kencang, pada saat aku menarik Mr. P bibir vaginanya ikut tertarik.

“Plok.. plok.. plokk” suara benturan pahaku dengan paha tante Ninik semakin menambah rangsangan.

Sepuluh menit lebih kami melakukan gaya tersebut, lalu tiba-tiba tante mengerang keras “Ahh.. Fir tante nyampai lagi”

Pinggulnya dirapatkan ke pahaku, kali ini tubuhnya bergerak ke depan dan merangkul tubuhku.

Aku kecup kedua payudaranya. dengan Mr. P masih menancap dan dijepit Vagina yang berkedut dengan keras.

Dengan posisi memangku tante Ninik, kami melanjutkan aksi. Lima belas menit kemudian aku mulai merasakan ada desakan panas di Mr. P.

“Tante, aku mau keluar nih, di mana?” aku bertanya ke tante.

“Di dalam aja Fir, tante juga mau lagi nih” sahut tante sambil tubuhnya digerakkan naik turun. Agen Judi Online

Urutan vaginanya yang rapat dan ciuman-ciumannya akhirnya pertahananku mulai bobol.

“Arghh.. tante aku nyampai”.

“Aku juga Fir.. ahh” tante juga meracau.

Aku terus semprotkan cairan hangat ke vagina tante. setelah delapan semprotan tante dan aku bergulingan di kasur. Sambil berpelukan kami berciuman dengan mesra.

“Fir, kamu hebat.” puji tante Ninik.

“Tante juga, vagina tante rapet sekali” aku balas memujinya.

“Fir, kamu mau kan nemani tante selama om pergi” pinta tante.

“Mau tante, tapi apa tante gak takut hamil lagi kalau aku selalu keluarkan di dalam?” aku balik bertanya.

“Gak apa-apa Fir, tante masih ikut KB. Jangan kuatir ya sayang” Tante membalas sambil tangannya mengelus dadaku.

Cerita sex : Istriku Digoyang Oleh Penjaga Malam

Akhirnya kami berpagutan sekali lagi dan berpelukan erat sekali. Rasanya seperti tidak mau melepas perasaan nikmat yang barusan kami raih. Lalu kami mandi bersama, dan sempat melakukannya sekali lagi di kamar mandi.

#Muasin #Tanteku #Yang #Kesepian

Cerita Sex Dengan Tanteku Yang Cantik, Terbaru Malam Ini

Cerita Sex Dengan Tanteku Yang Cantik – Gigolo yang kuat mampu melayani 3 bibi sekaligus di dalam mobil hari itu juga. Mau tahu kelanjutan ceritanya, yuk simak dan simak baik-baik cerita hari ini.

Saya persembahkan kepada anda nama saya Aditya, saya berumur 23 tahun dan saya berasal dari pulau sumatera. Di kota metropolitan (Jakarta) memang sangat sulit mencari pekerjaan, semenjak saya lulus SMA saya hijrah ke Jakarta dan saya tinggal di kontrakan di daerah Tebet. Saya sangat beruntung memiliki wajah cantik, tubuh atletis dan kulit putih.

Cerita Sex Dengan Tanteku Yang Cantik

Saya sangat rajin merawat tubuh saya melalui kebugaran dan saya juga sering pergi ke dokter kulit dan salon untuk perawatan. Pembaca akan bertanya-tanya mengapa sebagai seorang pria saya melakukan ini ??? biar gak penasaran, ane puas sama wanita, apalagi puma atau yang sering di panggil gigolo, eheh.

Cerita Sex Tante

Saya sudah menjalani profesi ini selama 4 tahun, awalnya saya menjadi ompong ketika saya dirayu di gym oleh seorang bibi janda berusia 34 tahun yang tidak memiliki anak. Dia ditinggalkan oleh suaminya karena dia tidak bisa memberikan anak kepada suaminya. Dari situ saya menjalankan profesi saya sampai sekarang.

Sejak saat itu saya menjadi seorang gigolo yang selalu memuaskan wanita lajang, tetapi yang paling setia adalah klien pertama saya, yaitu Tante Nia, yang memiliki klien setia. Sejak itu saya punya klien tapi nama saya Tante Nia, dia adalah seorang janda muda yang tidak memiliki anak.

Tante Nia juga tinggal di Palembang, orangnya cantik, putih, udaranya kegedean dan agak kendor, maklum faktor umur, hehe. Dia adalah seorang pengusaha kaya yang memiliki beberapa bisnis di Palembang dan Jakarta. Bahkan hampir setiap hotel bintang lima di Palembang memiliki stok.

Suatu hari itu Sabtu pagi, saya mandi karena tidak ada reservasi, saya santai menonton TV. Saya asik nonton TV, tiba-tiba hp saya berdering dan ketika saya menjawabnya saya mendengar suara wanita, langganan saya, Tante Nia,

Mesum Sama Tanteku Saat Suaminya Pergi

“Pagi Katakan, apakah kamu memuaskanku hari ini?” Dia berkata langsung ke video.

“Ya, tolong, dengarkan saja suaramu, bibi sudah horny, ah … Oh ya, kamu ada di sana hari ini?” Dia berkata.

“Sip, nah, nanti kamu ikut tante ke villa tante saya yang ada di unak ah tante, saya bawakan 2 tante cantik ya?” katanya.

Setelah telepon ditutup, saya melihat bahwa itu 07:30. Melihat jam, saya langsung mandi, setelah beberapa saat saya selesai mandi. Aku langsung mengeluarkan tenaga agar terlihat menarik di depan 3 bibi yang jelas-jelas nanti akan minta dipuaskan olehku.

Cerita Sex Kenikmatan Tubuh Tante Ku Yang Cantik

Jam belum menunjukkan pukul 10 pagi, setelah berapa menit membunyikan klakson di depan penginapan, aku yakin itu Bibi Nia. Ternyata itu Tante Nia, dengan mobil barunya yang beruntung dia membuka pintu dan aku langsung masuk ke mobilnya. Saat itu aku sedang duduk di kursi tengah bersama dua teman Bibi Nia.

Saat itu Bibi Nia sedang menyetir, saat itu dia berada di depan dirinya. Saya dikenalkan dengan dua tante bersama Tante Nia, mereka adalah Tante Lusi dan Alexis. Itu benar-benar membuat kedua bibinya bersemangat, mereka cantik, montok dan pakaian mereka minim. Meski seumuran dengan Tante Nia, mereka sangat seksi.

Setelah itu kami langsung menuju puncak (Bogor), di dalam mobil kami banyak berbincang. Kedua kerabat Nia itu diberi tahu bahwa aku adalah seorang gigolo, merasa penasaran dengan kekuatanku dan akan membuktikan jika aku benar-benar kuat saat berada di puncak.

Sepanjang perjalanan kami terus membicarakan seks, kedua kerabat tante Nia itu sudah menikah tetapi mereka sering menyewa jasa gigolo untuk memuaskan hasrat seksual mereka. Kami terus berbicara tentang seks, sampai akhirnya mereka tidak tahan lagi dengan obrolan seks kami.

Cerita Seks Ngentot Di Sungai Sama Tanteku

Setelah beberapa menit percakapan kami yang tak terbendung, saat itu aku sengaja duduk di antara Bibi Lusi dan Bibi Alexis. Aku yang berada di tengah-tengah mereka, tiba-tiba tangan Tante Lusi mulai bertingkah buruk, dia mulai merasakan pangkal pahaku. Karena saya datang dengan tujuan memuaskan mereka, saya melepaskannya.

Ketika Bibi Lusi menyentuhku, Bibi Alexis yang sudah terangsang mulai membuka ritsleting, mengancingkan celanaku dan kemudian setelah membukanya dia segera meraih penisku yang masih terkunci di kandangnya. Dia mengambil penisku, mulai meremas penisku dari balik tangannya yang lembut.

Mulai gemetar penisku perlahan dari Bibi Alexis. Bibi Lusi yang menyentuh selangkanganku tampak takjub saat melihat penisku yang ereksi. Besar, panjang, putih dan urat jantan saya terlihat jelas di batang penis saya,

“Gila, kejantanan kamu gede banget, Mas, saya kira penis suami saya paling besar, ternyata ada yang lebih besar lagi,” kata Tante Lusi.

Cerita Sex Selingkuh Dengan Bibi

Sesaat Bibi Alexis menggoyang-goyangkan penisku, sedangkan Bibi Lusi meraba selangkanganku. Bibi Alexis yang tidak tahan lagi dengan dorongan seksnya berkata:

“Dhit copot saja, Dhit, celana dan celanamu (pakaian dalam) kamu tinggal melepasnya, Dhit, jadi itu baik untuk kita,” kata Bibi Alexis.

Bibi Lusi yang sedang mengemudi tidak bisa ikut karena harus menyetir. Dia melihat ke kaca spion dan berkata:

“Wah, tante cantik ini horny sekali, hha… Nah, selamat menikmati gigolo kesayanganku, tunjukkan kekuatanmu ya, sial,” kata Bibi Lusi kepada kami.

Hot Melihat Meki Tante Cantik Bikin Kontol Ku Ngaceng

Melihat celanaku lepas, Bibi Alexis segera membungkuk ke samping dan dengan rakus mendorong kendaliku ke dalam. Dia menjilat penisku dengan penuh gairah, sementara Bibi Alexis menjilatnya, segera memasukkan penisku ke mulutnya,

Tante Nia hanya bisa meraba-raba, melihat bibirku yang menganggur dia langsung menekan bibirku dengan nafsu sex yang membara.Kedua saudara Tante Nia benar-benar liar, aku yang sudah terbiasa melayani mereka sembarangan.

Aku membiarkan Bibi Alexis terus meremas penisku, menikmati setiap kuluman dan menjilati penisku. Sementara Bibi Nia yang menggenggam tanganku sesekali melepaskan ciuman kami lalu mencium lehernya saat aku meremas payudaranya dari luar pakaian ketatnya.

Terkadang Bibi Alexis melepas kulumanya untuk menjilati selangkangan dan buah zakarku. Ini adalah sensasi seksual yang luar biasa bercinta dengan 2 bibi di dalam mobil. Sambil menikmati dekapan Bibi Alexis, tanganku mulai memperlihatkan baju kurus Bibi Lusi. Melihat ini, bibi Risap menghentikan ciuman kami sejenak.

Cerita Sex Budhe Minta Dilayani

“Wow… payudaramu besar sekali, Bibi, mereka sudah kencang, luar biasa,” kataku pada Bibi Lusi.

Tanpa diminta oleh Tante Lusi, aku langsung mencium puting Bibi Lusi, mulutku menempel di payudara kanannya dan tanganku mencengkeram payudara kirinya. Bibi Lusi juga merasa sangat baik,

“Sssssss… nah begini dong, pertahankan Dhit, kamu jago banget memanjakan wanita… Oughhh…” kata Tante Lusi.

Aku pun merasa bangga dengan pujian Tante Lusi, saat itu aku semakin bersemangat untuk mengangkat dan meremas buah dada Bibi Lusi. Di sisi lain saya rukun dengan kuluman Bibi Alexis, di sisi lain saya juga menyukai Bibi Lusi. Kami bertiga saat itu benar-benar tenggelam dalam lautan jenis kelamin.

Foto Model Stw Bahenol

Bibi Nia, yang menyetir dari waktu ke waktu, hanya melihat ke kaca spion sambil tertawa. Saat-saat ketika kami bertiga melakukannya, Bibi Alexis yang lelah mengisap penisku tiba-tiba melepas semua pakaiannya (rok mini, pantyhose, bra, dan celana dalam). Setelah dia telanjang dia langsung berjongkok di atasku,

“Aditya tidak tahan, aku ingin segera merasakan penismu menempel di vaginaku,” katanya sambil berjongkok di penisku dengan membelakangiku.

Saat itu, bibirku menyentuh payudara Bibi Lusi, aku langsung melepaskan diri untuk memanjakan hasrat seksual Bibi Alexis. Bibi Alexis segera meraih penisku dan menggosok penisku di bibir vaginanya agar basah. Setelah beberapa detik, bibi Alexis akhirnya basah, lalu,

“Ughhh… penismu begitu besar Aditya, rasanya vaginaku penuh dengan penismu, Oughhh… Ssssss…. Aghhhh…” kata Bibi Alexis.

Cerita Tante Genit Yang Mengetahui Profesiku Jadi Gigolo

Tanpa disuruh lagi, Bibi Alexis langsung menggerakkan pinggulnya, naik turun dengan penisku keluar masuk vaginanya. Dalam hati saya berkata, tidak apa-apa, Bibi Alexis menidurinya,

Sementara Bibi Alexis sedang menikmati kejantananku, Bibi Lusi yang sudah terangsang juga menelanjanginya hingga telanjang. Bibi Lusi sepertinya sudah tidak sabar menunggu gilirannya untuk merasakan penisku. Sambil menonton Bibi Alexis yang sesat denganku, Bibi Lusi mulai memainkan klitorisnya dengan jari-jarinya,

“Ssssss… Fel, jangan tunda lagi, aku semangat banget… Ouhhhh…” kata Tante Lusi pada Bibi Alexis.

“Ughhh… jangan cerewet, Ros, aku protes kamu sekarang, ML,” katanya sambil naik turun vaginanya di kejantananku.

Part 1 Cerita Dewasa Pesta Arisan Tante Girang Ngentot

Sepertinya Bibi Lusi bisa menerimanya, dia terdiam sambil terus memainkan klitorisnya sambil mendesah dan sempoyongan. Bibi Alexis yang panik baru saja bergoyang di atasku, vaginanya basah, selama sekitar 15 menit dia bergoyang-goyang di atasku dia akhirnya mendapatkan orgasmenya,

Pada saat itu, Bibi Alexis berhenti bergoyang di atas penisku saat tubuhnya bergetar dengan vaginanya melepaskan klimaksnya. Beberapa saat di mana ia menikmati sisa-sisa orgasmenya ia langsung beranjak dari lututku. Bibi Lusi, yang sedang menunggu gilirannya, meminta saya untuk menyenangkan dia,

Kemudian Bibi Lusi segera pindah ke kursi belakang dan berbaring, merentangkan pahanya dengan baik, melihatnya aku mengikutinya dan memposisikannya di atas tubuhku. Aku mulai mengarahkan penisku ke vagina Bibi Lusi dan mengubur penis master gonfrongku,

“Ayolah Dhit, tempelkan vaginaku sesukamu, aku siap membuatmu diperkosa,” katanya penuh gairah seksual yang liar.

Bercinta Dengan Tante

Tanpa menjawab, aku langsung mendorong vagina Bibi Lusi dengan liar. Tanpa ampun, saya mendorong vagina Bibi Lusi dengan pessary saya yang sangat besar dan keras. Rasa vagina dua tante ini, persetubuhan tante nia sama nikmatnya, saya dorong diri saya ke mobil tante lusi dengan penuh semangat,

“Ouhhhh… Ssss… Ahhhh… Ahhhh… Ahhhh… aku masih suka ngedorong memekku dengan brutal… Ouhhhh… enak banget sayang,” katanya girang dengan

#Cerita #Sex #Dengan #Tanteku #Yang #Cantik

Tanteku Cerita Dewasa, Terbaru Malam Ini

Tanteku Cerita Dewasa – 2 Juli 2021 ABG BISPAK NUDE, BOKEP INDONESIA, cerita ABG, cerita porno dewasa, cerita porno panas, cerita porno indonesia, cerita porno buruk, cerita porno, cerita porno, cerita porno baru, cerita lama, cerita lama Indonesia, cerita lama, Cerita Eksebionis, Cerita Janda, Cerita Jahat, Cerita Orang Jahat, Cerita Hot, Cerita Jahat Indonesia, Hantu Hot People, Cerita Jahat, Cerita Jahat, CERITA JANDA FUCKING, PENANGANAN CERITA SIALAN, CERITA VIRGIN FUCKING, hot stories, hot news, sex dewasa cerita, cerita wanita indonesia, cerita seks hot, cerita seks, cerita seks baru, cerita selingkuh, cerita seks, cerita seks dewasa, cerita wanita indonesia, hantu HOT SEX, CERITA SEX, CERITA SCANDAL, CERITA TANTE GIRANG, WANITA NAKED

Bersenang-senang dengan bibi saya yang imut dan menawan, Katakan nama saya Aris, sekarang saya berusia 23 tahun, saya belajar di sekolah terkenal di kota saya. Saya pribadi memiliki penampilan yang kurang lebih bisa menarik perhatian wanita karena perawakan atletis saya dan wajah cantik yang menghiasi tubuh saya.

Tanteku Cerita Dewasa

Dalam berhubungan seks, tanpa diragukan lagi, saya mendapatkan banyak pengetahuan dari banyak wanita, karena saya mulai berhubungan seks sejak sekolah menengah hingga sekarang. Tapi kali ini saya tidak berpikir bahwa cerita saya akan terjadi, karena saya berbicara dengan bibi saya, yang merupakan istri paman saya yang merupakan saudara perempuan ayah saya. Tapi mau gimana lagi, kalo kucing kasih ikan asin gak terima, hehe..

Cerita Dewasa Tanteku Ngentot Di Dapur Bersamaku

Suatu pagi ketika saya masih tidur, ponsel saya berdering dan saya, masih dengan mata terpejam, mengangkat ponsel saya, ternyata Paman Yudi yang menelepon saya. “Ris, apakah kamu sibuk hari ini?” tanya Paman Yudi. “Kurasa tidak, paman, mengapa, paman?” aku bertanya kembali. “Oh, aku mau minta tolong, bisa???” tanya Paman Yudi.

“Eeeemmm…. Apa yang kamu minta? “Kalau bisa, saya bantu,” jawab saya. Tidak bisa?” kata paman Yudi. “Eeeemmm…. Kamu bisa pulang, kapan aku akan pulang, bagaimana kalau sekarang, paman?” tanyaku.

“Nah, Ris, karena paman akan segera pergi dan paman juga telah berbicara dengan bibimu, apakah kamu akan bersamanya,” kata Yudi. “Okkee…Deeh om, aku mandi dulu, nanti pulang” jawabku. “Terima kasih Ris, kamu adalah cucu terbaikku, setelah kamu pergi, kamu tinggal datang, Ris,” kata Paman Yudi. “Ya, paman,” jawabku singkat.

Setelah menutup telepon dengan mata berat, aku bergegas ke kamar mandi untuk mandi. Di kamar mandi aku sempat memikirkan hal-hal yang salah, aku memikirkan tubuh tante Vera yang menggairahkan, aku memikirkan pantatnya yang aku remas,

Tante Girang Jakarta Cerita Kumpulan Cerita Seks Dan Foto

Aku menjilati vagina Tante Vera sampai Tante Vera mengecil, penisku dikulum Tante Vera, membuat penisku kaku dan Aaarrgghhh akhirnya aku membasahi tubuhku dengan air, sampai foto Tante Vera ku langsung hilang. Segera setelah saya selesai mandi, saya segera berganti pakaian dan pergi ke rumah Paman Yudi. Setelah setengah jam perjalanan, akhirnya saya sampai di rumah Paman Yudi.

Dan ternyata Paman Yudi sudah pergi dan saya di sambut oleh Tante Vera. Saya langsung mendapat pemandangan yang indah, baju yang ketat dan baju yang lucu menarik tubuh Tante Vera sehingga lekuk tubuh Tante Vera terlihat, bahkan garis CD Bibi Vera pun terlihat karena roknya yang terlalu ketat. Sesaat aku menelan ludah sebelum akhirnya Bibi Vera membutakan pandanganku.

“Bibi Ris minta kamu antar Tia dan Lia ke sekolah,” kata Bibi Vera. “Oke deeh tante” jawabku singkat. Kemudian saya membawa dua anak Bibi Vera ke mobil, dan saya mengantar mereka ke sekolah. Dalam perjalanan saya membawa Tia dan Lia, saya teringat akan keindahan tubuh tante yang pernah saya lihat sebelumnya.

Saya tidak bisa menahan keinginan saya sampai penis saya begitu kaku sehingga bisa terlihat dari luar celana saya karena penis saya sangat besar. Untung saya bawa anak tante Vera, kalau yang saya bawa adalah tante Vera pasti saya pukul dia, “Pikiran kotor ini membuat saya sedih di jalan”.

Cerita Sex Berhayal Ngentot Tante

Saya telah menyelesaikan pekerjaan saya untuk hari ini. Saya pergi ke rumah Bibi Vera. Setelah memarkir mobil, saya langsung menuju meja makan, lalu mengambil profesional dan memakannya. Bibi Vera masih mandi, suara cipratan air agak keras. Kemudian terjadi keheningan yang lama, setelah sekitar lima menit tanpa suara gemericik air, saya mulai berpikir bahwa saya belum makan. Setelah meletakkan piring di dapur.

Saya pergi ke pintu kamar mandi, target saya adalah lubang kunci yang tidak lagi memiliki kunci. Saya menyalakan lampu di ruangan tempat saya berdiri, lalu saya mulai mendekatkan mata ke lubang kunci. Di hadapanku terhampar pemandangan alam yang indah, tubuh Tante Vera yang mulus dan putih tanpa sehelai benang yang menutupi tubuhnya terlihat sedikit mengkilat karena terkena cahaya air mengenai kulitnya.

Ternyata Bibi Vera sedang masturbasi, tangan kanannya ditarik dengan lembut ke dalam vaginanya. Saat tangan kiri membelai payudaranya berubah ke kiri dan ke kanan. Ada yang lembut, “hmhmmmmm, ohh, arhh”. Aku melihat punggung bibiku, sementara tangan kanannya semakin erat menancap di vaginanya. Rupanya Bibi Vera sudah mencapai orgasmenya.

Kemudian dia berbalik dan menuangkan air ke tubuhnya. Aku segera pergi ke ruang tamu dan menyalakan TV. Aku menyingkirkan pikiran ungu itu dari kepalaku, tapi aku tidak bisa. Tubuh cantik Bibi Vera membuatku tergila-gila. Aku memikirkan Bibi Vera yang tidur denganku. “Kenapa, Ris, apa yang kamu lakukan, kamu bisa memasukkan tanganmu ke celana seperti itu. Siapa yang Anda pikirkan? Nanti saya kasih tahu ibumu.” Tiba-tiba, suara Bibi Vera mengagetkanku.

Cerdes Sedarah Tanteku Yang Hot Dan Binal Sekali

“Kamu bangun lebih awal. Bu, malam ini, senang punya saingan. Kata tante Vera saat masuk kamar. Aku kaget saat dia mengatakan itu. Tapi kukira itu hanya lelucon. Setelah tante Vera berangkat kerja, aku sendirian di rumah. Tidak. Karena aku masih tidur, aku berganti pakaian. celana saya dengan sarung dan pergi ke kamar bibi saya dan langsung tidur.

“hmhmmmmmmm.. geli” aku terbangun dan kaget, karena Bibi Vera sudah tidur di atasku sambil memegang benihnya dari luar tas. “Wow, maaf kakak. Bibi membangunkanmu.” Bibi mengatakan itu ketika dia perlahan melepaskan cengkeraman yang membuatnya kaku hingga 90%. “Bibi meminta bosnya untuk tidak datang hari ini dan besok”, kata si sakit.

Setelah minum obat dari apotek, bibi saya pulang. Itulah alasan bibi saya ketika saya bertanya mengapa dia tidak masuk kerja. “Ketika bibi saya memasuki kamar, saya melihat bahwa Anda sedang berbaring di tempat tidur bibi saya, dan sampul Anda dibuka untuk mengungkapkan CD Anda. Bibi sangat sensitif dan ingin memelukmu. Hm, kamu terlalu besar, bukan? ” Bibinya bahkan menggunakan kata-kata buruk untuk menjelaskan perilakunya. “Tentu saja kakak, itu tidak benar.

Lagipula, Aris tahu bibiku masturbasi di kamar mandi pagi ini,” kataku santai. “Nah, jadi kamu..” Bibi terkejut setengah marah. “Ya, Aris sedang menonton bibiku mandi. maaf. Anda tidak marah, kan? Saya juga sedikit takut ketika dia marah. Bibi tetap diam dan tempat itu sunyi selama sekitar sepuluh menit.

Cerita Seks Aku, Tante, Dan Teman Tanteku

Tampaknya ada kecemasan di hati bibi. Kemudian bibi bangkit dan membuka lemari, tiba-tiba dia mengeluarkan blaster dan membiarkan rambutnya rontok. Diikuti dengan melepas kemeja putih tipis, jadi sekarang mayat bibiku ditemukan di dalam kotak dengan punggung membelakangiku. Aku tetap diam di tempat tidur, memegang bola di tasku. Kemeja hitamnya juga keluar, lalu bibiku menoleh ke arahku.

Aku terlalu bodoh. “Aku tahu kamu ingin menyentuh ini untuk waktu yang lama..” Kata bibi yang lembut sambil memegang kedua gunungnya. “Um.., kenapa tidak bibi. Maafkan aku Aris.” Aku tercekik. “Kenapa kamu munafik, sejak kapan?” tanya bibiku dengan heran. “Maksudku Aris, jangan salahkan Aris kalau mau pegang ini..!” Ketika saya menarik bahu bibi saya ke tempat tidur, bibi saya jatuh di atas saya.

Aku langsung mencium payudaranya bergantian kiri dan kanan. “Eh, kamu terlalu bodoh.. geli Ris.” Bibi Vera merintih pelan. “hmhmhmmmmm..shh” bibiku mendesah lebih keras saat tanganku mulai merasakan kakinya dari lutut hingga selangkangannya. Rok adalah penghalang, saya segera membukanya dan sekarang hanya CD yang menutupi gundukan basah.

Sekarang posisi kami terbalik, aku berada di atas tubuh Bibi Vera. Tangan kiriku berani menyentuh gundukan yang kukira akan basah. Kami masih berciuman dengan palpasi di setiap cm tubuh. Hingga akhirnya tangan tanteku masuk ke tengah celananya dan berhenti di kancing yang keras. “hmmmmm, tidak apa-apa juga”

Ngentot Dengan Pembokat Tanteku Yang Semok Cerita Dewasa

Dia terlihat lebih besar dari pamanmu. “bibi mengagumi benih yang belum pernah dilihatnya. “Ya, buka saja bibi.” Tanyaku. Kemudian bibi melepas celanaku, dan ketika CD itu ditinggalkan, bibi membuka mata dan tersenyum. “Wow , rupanya bibi memiliki penis yang lebih besar.”

Tante Vera gila, walaupun aku tidak sebesar dia karena dia diblokir oleh CD. Perbuatan meremas dan menjilati kami teruskan hingga akhirnya tak kusadari, ada helaan nafas di selangkanganku. Dan aktivitas bibi terhenti. Rupanya dia berhasil mengeluarkan CD saya, dan sekarang terperangah melihat Penis itu berdiri bebas dan menunjukkan ukurannya.

“Bibi.. kenapa berhenti?” Saya pergi untuk bertanya kepada bibi saya, dan menyadari bahwa ini mengejutkannya. “Eh.. um.. ini lho, kok bisa gitu ya..?” Sedikit gagap juga tante menjawab pertanyaan saya. “Dia tidak tinggi, tapi dia gemuk, lho.. dia membuat bibi merinding” sambil tersenyum, dia mengoceh lagi.

Bibi masih heran dengan benih saya yang memiliki panjang 17cm dengan diameter 6cm. “Apakah kamu memiliki paman seperti ini? ya, bibi bisa melakukan apa saja denganku.” Aku butuh bibi untuk memulai

Cerita Dewasa Tante Vena Aduhai

#Tanteku #Cerita #Dewasa